# Salat Khusuf dan Tarawih di Masjid Al Ikhlas: Ustadz Yandi Heryandi Ajak Jamaah Muhasabah di Momentum Gerhana Bulan

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-di-momentum-gerhana-bulan/
- Published: 2026-03-03T20:23:42+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 3 Maret 2026** – Jamaah memadati Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi,
[Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/), pada Selasa malam(
3/3/2026) untuk melaksanakan Salat Khusuf (gerhana bulan) sekaligus Salat Tarawih.
Acara ini juga dirangkaikan dengan **buka bersama** yang diselenggarakan oleh Pimpinan
Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kesambi.

Bertindak sebagai imam dan khatib salat khusuf, **Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd.**,
menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah untuk menjadikan fenomena gerhana bulan
sebagai momentum muhasabah (introspeksi diri) dan meningkatkan ketakwaan kepada 
Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Turut hadir dalam kesempatan tersebut **Ketua PCM Kesambi,
H. Digyono**, beserta jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Kesambi.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/03/muhciko-
salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-
di-momentum-gerhana-bulan-4.jpg?resize=1024%2C472&ssl=1)

---

## Gerhana: Tanda Kekuasaan Allah, Bukan Pertanda Kematian

Dalam khutbahnya, Ustadz Yandi mengawali dengan menjelaskan bahwa gerhana bulan 
dan matahari adalah tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau mengutip
firman Allah dalam QS. Fushshilat ayat 37:

**وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۗ لَا تَسْجُدُوا
لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ 
إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ**

_“Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah terjadinya malam dan siang, terbitnya
matahari dan bulan. Maka, janganlah kalian sujud kepada matahari dan bulan, tetapi
sujudlah kepada Allah, Dzat yang Menciptakan semuanya itu, jika kalian benar-benar
hanya beribadah kepada-Nya.”_ (QS. Fushshilat: 37)

Ustadz Yandi menegaskan bahwa gerhana bukanlah pertanda kematian atau kelahiran 
seseorang. Hal ini sebagaimana disabdakan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

**إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لَا يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ
أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللهَ وَكَبِّرُوا 
وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا**

_“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan
Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang.
Jika kamu melihat gerhana tersebut, maka berdoalah kamu kepada Allah, bertakbirlah
kamu, kerjakanlah shalat, dan bersedekahlah.”_ (HR. Bukhari, no. 1044)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/03/muhciko-
salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-
di-momentum-gerhana-bulan-3.jpg?resize=1024%2C472&ssl=1)

---

## Gerhana sebagai Pengingat Hari Kiamat

Lebih lanjut, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa fenomena gerhana juga menjadi pengingat
akan dahsyatnya hari kiamat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Qiyamah
ayat 6-12:

**يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ . فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ . وَخَسَفَ الْقَمَرُ.
وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ . يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ.
كَلَّا لَا وَزَرَ . إِلَىٰ رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ**

_“Ia berkata, ‘Bilakah hari kiamat itu?’ Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
dan apabila bulan telah hilang cahayanya (gerhana), dan matahari dan bulan dikumpulkan,
pada hari itu manusia berkata, ‘Ke manakah tempat lari?’ Sekali-kali tidak! Tidak
ada tempat berlindung! Hanya kepada Tuhanmu sajalah pada hari itu tempat kembali.”_(
QS. Al-Qiyamah: 6-12)

“Oleh karena itu, ketika terjadi gerhana, sikap yang ditunjukkan Rasulullah Shalallahu
Alaihi Wasallam adalah rasa takut dan gemetar. Beliau bergegas ke masjid, seolah-
olah hari kiamat telah tiba. Dalam riwayat Imam Bukhari, Nabi Shalallahu Alaihi 
Wasallam bersabda:

**فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ فَافْزَعُوا إِلَىٰ ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ
وَاسْتِغْفَارِهِ**

_“Jika kalian melihat sesuatu dari gerhana itu, maka bersegeralah kalian dengan 
gemetar (penuh rasa takut) untuk mengingat-Nya, berdoa kepada-Nya dan meminta ampun
kepada-Nya.”_ (HR. Bukhari, no. 1059)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/03/muhciko-
salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-
di-momentum-gerhana-bulan-2.jpg?resize=1024%2C472&ssl=1)

---

## Momentum Muhasabah dan Introspeksi Diri

Memasuki inti khutbah, Ustadz Yandi mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah, terutama
di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Beliau mengingatkan bahwa kita harus meneladani
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang senantiasa memperbanyak istigfar meskipun
telah dijamin masuk surga.

“Padahal Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam telah diampuni segala dosanya, namun beliau
tetap memohon ampun tak kurang dari 100 kali dalam sehari semalam. Air mata beliau
tumpah karena takut kepada Allah. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah 
bersungguh-sungguh dalam mengemban [dakwah](https://muhammadiyahciko.or.id/prof-dadang-kahmad-tekankan-jurnalistik-sebagai-dakwah-berkemajuan-di-akademi-jurnalistik-muhammadiyah-4-malang/)?
Apakah kita sudah memberi nasihat kepada umat? Apakah kita sudah berjihad di jalan
Allah?” tanya Ustadz Yandi.

Beliau mengutip firman Allah:

**وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ**

_“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang 
luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”_(
QS. Ali ‘Imran: 133)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/03/muhciko-
salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-
di-momentum-gerhana-bulan.jpg?resize=1024%2C472&ssl=1)

---

## Berbuka Bersama dan Salat Tarawih

Setelah pelaksanaan salat khusuf, acara dilanjutkan dengan berbuka puasa bersama
yang diikuti oleh seluruh jamaah. Suasana kebersamaan dan keakraban sangat terasa,
memperkuat tali silaturahmi antarwarga Muhammadiyah di wilayah Kesambi.

Usai berbuka dan melaksanakan salat Maghrib berjamaah, rangkaian ibadah dilanjutkan
dengan Salat Isya dan Salat Tarawih malam ke-15 Ramadhan 1447 H. Jamaah tampak khusyuk
mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai.

Ketua [PCM Kesambi](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-ahad-pagi-pcm-kesambi-ustadz-agus-wahid-ulas-tafsir-al-asr-ingatkan-pentingnya-manajemen-waktu/),**
H. Digyono**, menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah dan berharap kegiatan
seperti ini dapat terus memperkuat ukhuwah Islamiyah di [lingkungan](https://muhammadiyahciko.or.id/muhammadiyah-karhutla-bukan-bencana-tahunan/)
Muhammadiyah Kesambi.

---

## Penutup: Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Menutup rangkaian acara, Ustadz Yandi Heryandi mengajak jamaah untuk menjadikan 
momentum gerhana dan bulan Ramadhan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi
yang lebih baik, lebih bertakwa, dan lebih peduli kepada sesama.

“Mari kita jadikan setiap fenomena alam sebagai pengingat akan kebesaran Allah. 
Mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita, perbanyak istigfar, dan perbanyak sedekah.
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang 
bertakwa. Aamiin,” pungkasnya.

Salat khusuf dan tarawih berlangsung dengan penuh kekhusyukan hingga larut malam,
meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir.

## Comments

### By: Yandi Heryandi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/salat-khusuf-dan-tarawih-di-masjid-al-ikhlas-ustadz-yandi-heryandi-ajak-jamaah-muhasabah-di-momentum-gerhana-bulan/comment-page-1/#comment-2315
- Published: 2026-03-03T21:01:36+07:00

Gerhana adalah salah satu diantara ayat-ayat kauniyah-Nya. Orang yang beriman hanyalah
mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka
