# Salat Tarawih Perdana di Masjid Santun: Ustadz Dr. Muhlis Paparkan Empat Pilar Meraih Hakikat Takwa

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/salat-tarawih-perdana-di-masjid-santun-ustadz-dr-muhlis-paparkan-empat-pilar-meraih-hakikat-takwa/
- Published: 2026-02-18T06:01:37+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 17 Februari 2026** – [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) dipenuhi
jamaah pada malam pertama pelaksanaan Salat Tarawih Ramadhan 1447 H, Selasa (17/
2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, **Ustadz Dr. Muhlis, M.Pd.I.**,
memimpin jalannya ibadah dengan khusyuk dan menyampaikan kultum bertema **“Meraih
Hakikat Takwa”** .

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/beautyplus_20260218061740718_save1088815082912572676.
jpg?resize=718%2C967&ssl=1)

---

## Tujuan Puasa: Meraih Derajat Takwa

Dalam kultumnya, Ustadz Dr. Muhlis mengawali dengan menjelaskan tujuan utama ibadah
puasa Ramadhan sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an. Beliau mengutip firman Allah
Subhanahu Wa Ta’ala :

**يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ**

_“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”_ (QS. Al-Baqarah: 183)

“Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara tegas menyatakan bahwa tujuan akhir dari ibadah
puasa adalah **la’allakum tattakun**—agar kamu menjadi orang-orang yang bertakwa.
Takwa bukan sekadar klaim, tetapi harus diwujudkan dalam komitmen melaksanakan perintah
Allah dan menjauhi larangan-Nya,” jelas Ustadz Muhlis.

Beliau menambahkan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang mampu mengimplementasikan
nilai-nilai takwa dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan vertikal dengan
Allah maupun hubungan horizontal dengan sesama manusia.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/beautyplus_20260218061907880_save5632377745050911601.
jpg?resize=719%2C405&ssl=1)

---

## Empat Pilar Meraih Hakikat Takwa

Memasuki inti kultum, Ustadz Dr. Muhlis mengutip penjelasan **Imam Ali bin Abi Thalib**
tentang empat hal yang harus tercermin dalam diri seseorang untuk meraih hakikat
takwa. Keempat pilar ini menjadi [panduan](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/)
praktis bagi setiap muslim dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya
selama Ramadhan.

### 1. Al-Khaufu Minal Jalil (Takut kepada Allah)

Pilar pertama adalah rasa takut kepada Allah Yang Maha Agung. Ini bukan ketakutan
yang membuat putus asa, melainkan **khasyyah**—rasa takut yang lahir dari pengagungan
dan kecintaan kepada Allah.

“Orang yang bertakwa akan senantiasa istiqamah dalam melaksanakan perintah Allah
dan menjauhi larangan-Nya, dalam keadaan apapun dan dimanapun ia berada. Rasa takut
kepada Allah akan mencegahnya dari perbuatan maksiat, baik saat sendirian maupun
di hadapan orang banyak,” papar Ustadz Muhlis.

Beliau mengutip firman Allah:

**إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ**

_“Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah para ulama(
orang-orang yang berilmu).”_ (QS. Fathir: 28)

“Semakin tinggi ilmu seseorang tentang Allah, semakin besar rasa takutnya kepada-
Nya. Ramadhan adalah madrasah untuk meningkatkan ilmu dan rasa takut kita kepada
Allah,” tambahnya.

### 2. Al-‘Amalu Bit-Tanzil (Mengamalkan Al-Qur’an)

Pilar kedua adalah mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ustadz Muhlis menegaskan
bahwa Al-Qur’an merupakan **mashadirul ahkam** (sumber hukum [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/))
yang bersifat **qath’i** (pasti kebenarannya). Ia menjadi kiblat hukum bagi umat
Islam dalam menjalankan agamanya.

**إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ**

_“Sungguh, Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus.”_ (QS. Al-
Isra’: 9)

“Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka perbanyaklah membaca, mempelajari,
dan mengamalkan isinya. Jadikan Al-Qur’an sebagai kompas kehidupan kita,” pesan 
Ustadz Muhlis.

### 3. Al-I’dadu Liyaumir Rahil (Persiapan Menghadapi Hari Akhir)

Pilar ketiga adalah persiapan optimal untuk menghadapi hari kematian dan perjumpaan
dengan Allah. Persiapan ini dilakukan melalui amaliyah ibadah, baik **ibadah mahdhah**(
ritual murni) seperti shalat, puasa, dan zakat, maupun **ibadah ghairu mahdhah**(
[sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
kemasyarakatan).

Allah SWT berfirman:

**يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ
لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ**

_“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap 
orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah
kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”_ (QS. 
Al-Hasyr: 18)

“Ramadhan adalah bulan latihan untuk mempersiapkan bekal terbaik menuju akhirat.
Setiap detiknya adalah investasi pahala yang tak ternilai,” tegas Ustadz Muhlis.

### 4. Ar-Ridha Bil Qalil (Rela dengan Pemberian Allah)

Pilar keempat adalah sikap selalu bersyukur dan ridha (menerima) atas apapun dan
seberapapun rezeki yang diperoleh dari Allah. Ini adalah wujud dari **tawadhu**‘(
rendah hati) yang menjadi spirit meraih keberkahan.

Rasulullah SAW bersabda:

**لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ وَلَٰكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ**

_“Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang hakiki
adalah kekayaan jiwa.”_ (HR. Bukhari & Muslim)

“Orang yang ridha dengan pemberian Allah akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan
jiwa. Ia tidak silau dengan gemerlap dunia, dan selalu bersyukur dalam kondisi apapun.
Inilah karakter orang bertakwa,” jelas Ustadz Muhlis.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/beautyplus_20260218062058583_save7386127087752724959.
jpg?resize=619%2C832&ssl=1)

---

## Keutamaan Salat Tarawih

Sebelum menutup kultum, Ustadz Dr. Muhlis mengingatkan jamaah tentang keutamaan 
salat tarawih sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

**مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ**

_“Barangsiapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (tarawih) karena iman 
dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”_ (
HR. Bukhari & Muslim)

Beliau juga mengutip hadis tentang keutamaan shalat berjamaah mengikuti imam hingga
selesai:

**إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الْإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ**

_“Sesungguhnya siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya
pahala qiyam (shalat malam) satu malam penuh.”_ (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/fb_img_1771362268265573887481160766639.
jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

---

## Penutup: Meraih Keberkahan Ramadhan

Salat tarawih perdana di Masjid Santun berlangsung penuh kekhusyukan. Jamaah berharap
Ramadhan tahun ini membawa keberkahan, rahmat, dan ampunan bagi seluruh umat Islam.

Acara ditutup dengan doa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar diberikan
kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa, meningkatkan kualitas takwa, dan meraih
hakikat takwa yang telah dipaparkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib. _Aamiin ya Rabbal‘
alamin._
