# Tarawih Malam Kedua di Masjid Santun: Ustadz Sunarya Paparkan Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/tarawih-malam-kedua-di-masjid-santun-ustadz-sunarya-paparkan-dua-kegembiraan-orang-berpuasa/
- Published: 2026-02-18T22:18:01+07:00
- Author: Arofah Firdaus

**CIREBON, 18 Februari 2026** – [Masjid Santun](https://muhammadiyahciko.or.id/pengajian-reboan-masjid-santun-muhammadiyah-cirebon-ustadz-dr-maman-rusman-tekankan-larangan-membela-pengkhianat/)
Muhammadiyah [Kota Cirebon](https://muhammadiyahciko.or.id/panduan-editorial/) kembali
dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam kedua Ramadhan 1447 H, Rabu(
18/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, **Ustadz Sunarya, S.Pd.I., 
M.M.** , menyampaikan kultum yang menyejukkan hati dengan tema **“Dua Kegembiraan
Orang Berpuasa”** .

Jamaah yang hadir tampak antusias menyimak tausiyah yang mengupas hadis Nabi Muhammad
Shalallahu Alaihi Wasallam tentang kebahagiaan yang dijanjikan Allah bagi hamba-
Nya yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img-20260218-
wa00347041179275673911620.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

---

## Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

Ustadz Sunarya mengawali kultum dengan mengutip hadis shahih yang diriwayatkan oleh
Imam Bukhari dan Muslim:

**لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ**

_“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan ketika ia berbuka puasa,
dan kegembiraan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.”_ (HR. Bukhari & Muslim)

“Subhanallah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam menjanjikan dua kebahagiaan istimewa bagi orang-orang yang berpuasa. Dua
kegembiraan ini menjadi motivasi besar bagi kita untuk menjalankan ibadah puasa 
dengan sebaik-baiknya,” papar Ustadz Sunarya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img-20260218-
wa00378941435198218519479.jpg?resize=768%2C1024&ssl=1)

---

## Kegembiraan Pertama: Saat Berbuka Puasa

Ustadz Sunarya menjelaskan makna mendalam dari kegembiraan pertama yang dirasakan
orang berpuasa, yaitu saat berbuka puasa. Kegembiraan ini memiliki beberapa dimensi
[spiritual](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/)
yang patut direnungkan:

### a. Hilangnya Rasa Lapar dan Dahaga

Secara fisik, setelah seharian menahan lapar dan dahaga, saat berbuka adalah momen
yang paling dinanti. Namun lebih dari itu, Ustadz Sunarya mengingatkan bahwa rasa
lapar dan dahaga yang kita rasakan adalah pengingat akan nikmat Allah yang sering
kita lupakan.

“Ketika kita berbuka dan merasakan segarnya air dan lezatnya makanan, saat itulah
kita diajak untuk merenung betapa Allah begitu pemurah. Nikmat yang sering kita 
anggap biasa, ternyata menjadi sesuatu yang sangat berarti setelah kita merasakan
lapar dan dahaga seharian,” jelasnya.

### b. Mampu Mengalahkan Godaan Setan

Kegembiraan berbuka juga merupakan simbol kemenangan atas godaan setan. Setan selalu
membisikkan keraguan dan godaan untuk membatalkan puasa, namun orang beriman mampu
bertahan dan menyelesaikan puasanya dengan sempurna.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

**إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ
لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ**

_“Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh. Sesungguhnya
setan hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-
nyala.”_ (QS. Fathir: 6)

“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda bahwa setan berjalan dalam diri 
anak Adam melalui aliran darah. Dengan berpuasa, kita mempersempit ruang gerak setan.
Maka ketika kita berhasil menyelesaikan puasa, itu artinya kita telah meraih kemenangan
atas musuh abadi kita,” tegas Ustadz Sunarya.

### c. Mampu Menyelesaikan Perintah Allah

Kegembiraan terbesar saat berbuka adalah perasaan lega karena telah berhasil menunaikan
perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Puasa adalah ibadah yang berat karena melibatkan
fisik dan jiwa. Menyelesaikannya dengan baik adalah prestasi spiritual yang layak
dirayakan dengan rasa syukur.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

**وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ
تَشْكُرُونَ**

_“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah
atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”_ (QS. Al-Baqarah:
185)

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img-20260218-
wa00474716312440404503606.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

---

## Kegembiraan Kedua: Saat Berjumpa dengan Allah

Memasuki pembahasan tentang kegembiraan kedua, Ustadz Sunarya menyampaikan bahwa
ini adalah kebahagiaan yang paling agung dan abadi.

### Nikmat Terbesar: Berjumpa Allah dan Masuk Surga Ar-Rayyan

“Kegembiraan ketika bertemu dengan Allah adalah kebahagiaan yang tak terhingga. 
Ini adalah puncak dari segala kebahagiaan yang dirasakan oleh orang-orang beriman.
Di surga nanti, Allah telah menyiapkan pintu khusus bagi orang-orang yang berpuasa,
yaitu **pintu Ar-Rayyan**,” papar Ustadz Sunarya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

**إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، يُقَالُ: أَيْنَ الصَّائِمُونَ؟
فَيَقُومُونَ، لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ، 
فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ**

_“Sesungguhnya di surga ada pintu yang disebut Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-
orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu, tidak ada seorang pun selain mereka
yang memasukinya. Dikatakan, ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka
berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah
masuk, pintu itu ditutup, dan tidak ada seorang pun yang masuk melaluinya.”_ (HR.
Bukhari & Muslim)

Ustadz Sunarya menjelaskan makna “Ar-Rayyan” yang secara bahasa berarti “yang penuh
dengan air minum yang menyegarkan”. “Ini adalah pintu istimewa yang Allah sediakan
khusus bagi hamba-hamba-Nya yang rajin berpuasa. Mereka dipanggil dengan penuh kemuliaan
untuk memasuki surga melalui pintu yang tidak dimasuki oleh selain mereka. Subhanallah,”
ujarnya penuh haru.

### Bertemu Allah: Kebahagiaan Hakiki

Beliau kemudian mengutip firman Allah tentang kebahagiaan orang-orang beriman saat
bertemu dengan Tuhannya:

**لَهُم مَّا يَشَاءُونَ فِيهَا وَلَدَيْنَا مَزِيدٌ**

_“Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di dalamnya (surga), dan di sisi Kami
ada tambahannya (yaitu melihat Allah).”_ (QS. Qaf: 35)

Para ulama menafsirkan “tambahan” dalam ayat ini adalah kenikmatan melihat Allah
Subhanahu Wa Ta’ala, yang merupakan kenikmatan tertinggi di surga.

“Bayangkan, jamaah sekalian, ketika kita bisa bertemu dan melihat Allah di surga,
itulah kebahagiaan yang tiada tara. Semua rasa lapar dan dahaga selama berpuasa 
di dunia akan terbayar lunas dengan kebahagiaan ini,” jelas Ustadz Sunarya.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/02/img-20260218-
wa00357524083315727562797.jpg?resize=1024%2C768&ssl=1)

---

## Penutup: Meraih Dua Kebahagiaan dengan Istiqamah

Menutup kultum, Ustadz Sunarya mengajak jamaah untuk senantiasa istiqamah dalam 
menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

“Marilah kita jaga kualitas puasa kita agar meraih dua kebahagiaan yang dijanjikan
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Kebahagiaan di dunia saat kita berbuka dengan
rasa syukur, dan kebahagiaan di akhirat saat kita berjumpa dengan Allah dan memasuki
surga-Nya melalui pintu Ar-Rayyan yang mulia,” ajaknya.

Beliau juga mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi
juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. “Rasulullah Shalallahu Alaihi
Wasallam bersabda bahwa betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan lapar
dan dahaga. Maka jadilah orang yang berpuasa dengan iman dan pengharapan, sehingga
kita termasuk dalam golongan yang dijanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam kedua berlangsung dengan khusyuk hingga selesai. Jamaah tampak
semakin bersemangat menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan setelah mendapatkan 
pencerahan tentang dua kebahagiaan yang dijanjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa.
