# Pesan Ustadz Saefudin: Jangan Mendiamkan Sesama Muslim

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/ustadz-saefudin-jelaskan-hadis-no-401-al-adab-al-mufrad-di-pengajian-bakda-subuh-masjid-al-furqon-tengah-tani/
- Published: 2026-09-18T05:13:13+07:00
- Author: Redaksi-AF

PENGAJIAN bakda Subuh di Masjid Al Furqon, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tengahtani,
Kabupaten Cirebon, digelar pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan yang berlangsung
di Jalan Triguna No. 21, Desa Kalibaru, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon,
ini menghadirkan penceramah **Ustadz Drs. H. Saefudin, M.MPd.**

Dalam kajian tersebut, Ustadz Saefudin membahas kitab **Al-Adab Al-Mufrad** karya**
Imam Bukhari**, khususnya **hadis nomor 401**. Hadis itu diriwayatkan dari **Anas
bin Malik radhiyallahu ‘anhu** dan dinilai **sahih oleh Al-Albani**. Tema yang diangkat
adalah _“Jangan Mendiamkan Seorang Muslim”_.

Rasulullah ﷺ bersabda:

**مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فِي اللهِ جَلَّ وَعَزَّ أَوْ فِي الإِسْلَامِ، فَيُفَرِّقُ
بَيْنَهُمَا إِلَّا بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا**

_Mā tawādda isnāni fī Allāhi jalla wa ‘azza aw fī al-islāmi, fa yufarriqu baynahumā
illā bidhanbin yuhdithuhu ahaduhumā._

**Artinya:**
“Tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah Yang Mahamulia lagi
Mahatinggi atau karena [Islam](https://muhammadiyahciko.or.id/islam-sebagai-way-of-life-membumikan-ajaran-dalam-dimensi-spiritual-dan-sosial/),
kemudian terjadi perpisahan di antara keduanya, kecuali karena dosa atau kesalahan
yang dilakukan salah seorang dari keduanya.”**(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad
no. 401, dinilai sahih oleh Al-Albani)**

Menurut Ustadz Saefudin, hadis ini mengajarkan bahwa persaudaraan karena Allah adalah
ikatan yang sangat berharga. Hubungan yang telah dibangun bertahun-tahun bisa rusak
hanya karena satu perkataan. Persahabatan yang sudah lama dapat renggang karena 
salah paham. Saudara yang dahulu dekat tiba-tiba saling diam, bertemu tidak menyapa,
berpapasan membuang muka, dan duduk dalam satu majelis namun hati saling menjauh.

![](https://i0.wp.com/muhammadiyahciko.or.id/wp-content/uploads/2026/09/muhciko-
pesan-ustadz-saefudin-jangan-mendiamkan-sesama-muslim.jpg?resize=1024%2C576&ssl=
1)

**Masjid Al Furqon PCM Tengahtani**

**Pertama, jangan biarkan marah memutus persaudaraan.** Marah, kecewa, dan tersinggung
memang manusiawi. Namun, seorang Muslim tidak boleh membiarkan kemarahan menghilangkan
persaudaraan. Jangan karena satu kesalahan melupakan seribu kebaikan. Jangan karena
satu perkataan menghapus semua kenangan baik. Bisa jadi orang yang hari ini membuat
kecewa adalah orang yang dahulu pernah membantu.

**Kedua, kesalahan jangan dibalas dengan kesalahan.** Jika saudara berkata kasar,
jangan dibalas dengan perkataan yang lebih kasar. Jika ia menjauh, jangan semakin
menjauh. Jadilah orang yang memulai kebaikan. Satu ucapan “Assalamu’alaikum” bisa
menjadi awal terbukanya kembali pintu persaudaraan.

**Ketiga, jangan memelihara dendam.** Memaafkan bukan berarti menyatakan bahwa kesalahan
itu benar. Memaafkan berarti memilih untuk tidak membiarkan kesalahan orang lain
merusak hati. Allah berfirman:

**وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ 
وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ**

_Walya‘fū walyaṣfaḥū. Alā tuḥibbūna an yaghfirallāhu lakum. Wallāhu ghafūrur raḥīm._

**Artinya:**
“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak
suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”**(QS. 
An-Nur: 22)**

**Keempat, selesaikan masalah dengan silaturahmi.** Jika ada masalah, jangan diperbesar.
Jika ada salah paham, jangan dibiarkan. Jangan menjadikan [media sosial](https://muhammadiyahciko.or.id/membangun-etika-komunikasi-pemimpin-islam-meneladani-sifat-rasulullah-dan-piagam-madinah-dalam-menghadapi-fitnah-digital/)
sebagai tempat melampiaskan kemarahan, menyindir melalui status, atau menceritakan
keburukan saudara kepada orang lain. Islam mengajarkan untuk memperbaiki hubungan
dengan mendatangi saudara, menyampaikan dengan lembut, meminta maaf apabila bersalah,
dan memberi kesempatan kepada saudara yang bersalah untuk memperbaiki diri.

Dalam penutup kajian, Ustadz Saefudin mengingatkan bahwa tidak ada yang tahu kapan
kehidupan berakhir. Jangan sampai meninggalkan dunia dalam keadaan masih menyimpan
dendam kepada saudara sesama Muslim. Mari belajar menjadi pribadi yang mudah meminta
maaf dan mudah memaafkan. Jika hari ini masih ada saudara yang didiamkan, mungkin
sudah waktunya membuka kembali pintu silaturahmi tanpa menunggu pihak lain.

Harta bisa dicari, kedudukan bisa berubah, dan persoalan dunia akan berlalu. Namun,
persaudaraan karena Allah adalah sesuatu yang sangat berharga. Semoga Allah membersihkan
hati kaum Muslimin dari kebencian, dendam, iri, dan permusuhan, serta menyatukan
hati mereka dalam ridha-Nya. (*)

## Comments

### By: Yandi Heryandi

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/ustadz-saefudin-jelaskan-hadis-no-401-al-adab-al-mufrad-di-pengajian-bakda-subuh-masjid-al-furqon-tengah-tani/comment-page-1/#comment-5358
- Published: 2026-09-18T09:40:13+07:00

Jangan marah, balaslah kesalahan dengan kebaikan, jangan dendam, silaturahmi

### By: Moch Sidik Sadali

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/ustadz-saefudin-jelaskan-hadis-no-401-al-adab-al-mufrad-di-pengajian-bakda-subuh-masjid-al-furqon-tengah-tani/comment-page-1/#comment-5355
- Published: 2026-09-18T09:02:38+07:00

Semoga isi ceramah Pengajian Bakda Shubuh di Masjid Al Furqon Pimpinan Cabang Muhammadiyah(
PCM) Tengahtani Kabupaten Cirebon yang menjelaskan Hadits Nomor 401Al Adab Al Mufrad,
bisa diterima oleh para jamaah yang hadir, bisa dipetik hikmahnya serta bisa dijadikan
sebagai pedoman dan pegangan hidup sehari-hari.
 Aamiin Allaahumma Yaa Allaah Mujiibassaa’iliin.

### By: H. Supratikno

- Link: https://muhammadiyahciko.or.id/ustadz-saefudin-jelaskan-hadis-no-401-al-adab-al-mufrad-di-pengajian-bakda-subuh-masjid-al-furqon-tengah-tani/comment-page-1/#comment-5353
- Published: 2026-09-18T06:38:25+07:00

SubhAnallah. Insyaallah. Aamiin
