Kalijaga, 14 Desember 2025 – Suasana Ahad pagi di Masjid Annur Sangkana, Kalijaga, terasa hangat dan khidmat. Jamaah dari berbagai kalangan mengikuti pengajian rutin Ahad pagi yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti. Kajian kali ini menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag. sebagai narasumber, dengan tema penting seputar shalat rawatib (shalat sunah yang menyertai shalat fardu).

Dalam pemaparannya, Dr. Arief menjelaskan bahwa shalat rawatib berfungsi sebagai pelengkap bagi shalat wajib, khususnya jika dalam pelaksanaannya kurang sempurna atau kurang khusyuk. Beliau menyitir hadits Nabi SAW:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
“Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka ia akan beruntung dan sukses. Namun jika rusak, ia akan rugi dan merugi.”
(HR. Tirmidzi)

Shalat rawatib terdiri dari shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah, termasuk di antaranya shalat witir. Dr. Arief menekankan keutamaan shalat qabliyah Subuh yang sangat besar:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat sunnah fajar (sebelum Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim)
Ia juga mengingatkan bahwa bagi siapa yang rutin menunaikan shalat rawatib, Allah akan menyiapkan surga baginya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ اثْنَتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ، إِلَّا بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang hamba Muslim shalat karena Allah setiap hari dua belas rakaat shalat sunnah (rawatib) selain yang wajib, melainkan Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga.”
(HR. Muslim)

Pengajian ini juga diselingi sesi tanya jawab, di mana jamaah mengulas kembali pembahasan sebelumnya terkait tata cara dan waktu shalat sunnah.
Sebagai wujud kepedulian sosial, panitia mengadakan infaq khusus untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Alhamdulillah, terkumpul donasi sebesar Rp. 450.000, yang akan disalurkan melalui jalur resmi Muhammadiyah (LazisMu)
Kegiatan ini diharapkan dapat menguatkan pemahaman umat terhadap ibadah sunnah dan membangun semangat solidaritas sesama muslim.


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini