Pengajian Reboan Masjid Santun: Hidup Bermakna dengan Nilai Islam

CIREBON – Rabu, 29 Oktober 2025, Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menggelar Pengajian Reboan yang rutin dilaksanakan setiap pekan. Kegiatan dimulai selepas salat Maghrib hingga waktu Isya, menghadirkan penceramah Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. dengan tema “Hidup Bermakna dengan Nilai Islam.”

Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa hidup yang bermakna adalah hidup yang dibangun di atas dasar tauhid, akhlak mulia, dan kepedulian sosial. Tauhid, menurutnya, memiliki dua dimensi: tauhid individu dan tauhid sosial. Individu yang mengesakan Allah (wahada yuwahidu wahidan) akan menunjukkan dampak positif dalam jiwanya dan dalam hubungan sosialnya.

Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Imran ayat 112: 
“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia…”
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan vertikal (hablum minallah) dan horizontal (hablum minannas) agar terhindar dari kehinaan.

Lebih lanjut, Ustadz Yandi mengaitkan tauhid sebagai Al-‘Urwatul Wutsqā (tali yang kokoh), sebagaimana disebut dalam QS. Al-Baqarah: 256:

“Barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.”

Ceramah dilengkapi dengan pemahaman mendalam tentang Surat Luqman ayat 22 yang menjelaskan bahwa orang yang berserah diri kepada Allah dan berbuat baik (ihsan), maka ia telah menempuh jalan yang lurus dan semua urusannya akan kembali kepada Allah.

Mengutip hadis Umar bin Khattab, Ustadz Yandi menguraikan bahwa Islam terdiri dari Iman, Islam, dan Ihsan. 
Rukun Islam lima: 

  1. Syahadat: Fondasi tauhid. 
  2. Salat: Wujud ketundukan dan kekhusyukan. 
  3. Zakat: Bentuk empati dan kesejahteraan sosial. 
  4. Puasa: Menumbuhkan kecerdasan emosional dan empati. 
  5. Haji: Puncak ketundukan dan ketaatan kepada Allah.

Iman, lanjutnya, harus memiliki dampak nyata: 

  • Iman kepada Allah: Membentuk integritas sosial dan spiritual. 
  • Iman kepada malaikat: Mengontrol diri. 
  • Iman kepada kitab suci: Menjadi fondasi peradaban. 
  • Iman kepada Rasul: Membebaskan dari kebodohan dan penindasan. 
  • Iman kepada hari akhir: Menumbuhkan tanggung jawab. 
  • Iman kepada takdir: Menjadi dasar ikhtiar maksimal.

Ia mengingatkan untuk menjauhi TBC (Tahayul, Bid’ah, dan Khurafat) serta membangun kehidupan yang bermakna melalui akidah yang lurus, ibadah yang benar, dan akhlak yang mulia.

Di akhir ceramah, Ustadz Yandi menegaskan bahwa integritas Muslim adalah penyatuan Iman, Islam, dan Ihsan, yang saling melengkapi dalam menciptakan kehidupan yang utuh, bermakna, dan diridhai Allah.

Pengajian diakhiri dengan tanya jawab dan doa, diikuti dengan antusias oleh jamaah yang hadir. Semoga nilai-nilai Islam terus terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Komentar pada kolom di bawah ini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *