CIREBON, 8 Maret 2026 – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Cirebon sukses menyelenggarakan Pesantren Ramadhan ke-8 yang berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti oleh 95 peserta dari kalangan siswa SD, SMP, dan MAN ini bertujuan untuk membentuk generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, dan berwawasan luas.
Pembukaan acara dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026, dan dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, serta Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Cirebon, Retno Kuntjorowati, S.Pd., beserta jajaran pengurus dan pembina.
Sambutan Ketua PDM: Pentingnya Pendidikan Karakter Sejak Dini
Dalam sambutannya, Drs. Puji Nirmo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PDA Kota Cirebon atas terselenggaranya pesantren Ramadhan ini. Beliau menekankan pentingnya pendidikan karakter dan keagamaan bagi generasi muda.
“Anak-anak kita adalah aset masa depan persyarikatan dan bangsa. Membekali mereka dengan ilmu agama, akhlak mulia, dan keterampilan hidup sejak dini adalah investasi jangka panjang yang tidak ternilai. Pesantren Ramadhan ini adalah salah satu wadah terbaik untuk itu,” ujar Drs. Puji Nirmo.
Beliau juga mengingatkan firman Allah tentang pentingnya menjaga keluarga dari api neraka:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)
“Pesantren ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk menjaga generasi muda dari pengaruh negatif dan mendekatkan mereka kepada nilai-nilai Islam,” tambahnya.
Sambutan Ketua PDA: Membangun Generasi Berkemajuan
Retno Kuntjorowati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta yang mencapai 95 orang. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal komprehensif bagi para siswa.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, terampil berkomunikasi, paham ideologi persyarikatan, serta memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat. Semua materi yang kami siapkan insya Allah akan mengantarkan mereka menjadi pribadi yang berkemajuan,” papar Retno.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang kewajiban menuntut ilmu:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)
Ragam Materi untuk Membentuk Karakter Unggul
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh para pembina dan fasilitator berpengalaman. Materi-materi tersebut meliputi:
1. Al-Islam: Akidah dan Akhlak
Materi ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan kepribadian Islami. Peserta diajarkan tentang rukun iman, rukun Islam, serta bagaimana mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga dilatih untuk membiasakan diri dengan adab-adab Islami, baik dalam beribadah maupun bergaul.
2. Kepemimpinan
Materi kepemimpinan bertujuan untuk menumbuhkan jiwa pemimpin sejak dini. Peserta dikenalkan dengan konsep kepemimpinan dalam Islam, sifat-sifat pemimpin yang dicontohkan Rasulullah SAW, serta cara mengambil keputusan yang bijak.
3. Teknik Berbicara (Public Speaking)
Kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal penting bagi generasi muda. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk berani mengungkapkan pendapat, menyampaikan dakwah sederhana, serta tampil percaya diri di hadapan orang banyak.
4. Dinamika Kelompok Remaja
Materi ini dirancang untuk membantu peserta memahami dinamika pergaulan remaja, cara bergaul yang sehat, serta bagaimana menghindari pergaulan bebas dan pengaruh negatif lingkungan.
5. Ideologi Muhammadiyah
Sebagai kader persyarikatan, peserta dikenalkan dengan sejarah Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), serta nilai-nilai tajdid yang menjadi ciri khas gerakan. Hal ini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap persyarikatan sejak dini.
6. Pemulasaraan Jenazah
Materi praktis ini menjadi salah satu yang paling menarik. Peserta diajarkan tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat. Keterampilan ini merupakan fardhu kifayah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang kemuliaan orang yang berilmu:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan materi yang disampaikan. Suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif membuat mereka betah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu peserta, Aisyah (siswi kelas 6 SD), mengungkapkan kesannya. “Saya senang sekali ikut pesantren ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat, terutama cara memandikan jenazah dan public speaking. Saya jadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Ketua PDA Kota Cirebon, Retno Kuntjorowati, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak generasi muda yang terlibat. “Kami berkomitmen untuk terus membina dan mendampingi mereka. Semoga dari pesantren ini lahir kader-kader persyarikatan yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Pesantren Ramadhan ke-8 ditutup pada Ahad, 8 Maret 2026, dengan doa bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat dan menjadi bekal kehidupan bagi para peserta.
Ragam Materi untuk Membentuk Karakter Unggul
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan berbagai materi yang disampaikan oleh para pembina dan fasilitator berpengalaman. Materi-materi tersebut meliputi:
1. Al-Islam: Akidah dan Akhlak
Materi ini menjadi fondasi utama dalam pembentukan kepribadian Islami. Peserta diajarkan tentang rukun iman, rukun Islam, serta bagaimana mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga dilatih untuk membiasakan diri dengan adab-adab Islami, baik dalam beribadah maupun bergaul.
2. Kepemimpinan
Materi kepemimpinan bertujuan untuk menumbuhkan jiwa pemimpin sejak dini. Peserta dikenalkan dengan konsep kepemimpinan dalam Islam, sifat-sifat pemimpin yang dicontohkan Rasulullah SAW, serta cara mengambil keputusan yang bijak.
3. Teknik Berbicara (Public Speaking)
Kemampuan berbicara di depan umum menjadi bekal penting bagi generasi muda. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk berani mengungkapkan pendapat, menyampaikan dakwah sederhana, serta tampil percaya diri di hadapan orang banyak.
4. Dinamika Kelompok Remaja
Materi ini dirancang untuk membantu peserta memahami dinamika pergaulan remaja, cara bergaul yang sehat, serta bagaimana menghindari pergaulan bebas dan pengaruh negatif lingkungan.
5. Ideologi Muhammadiyah
Sebagai kader persyarikatan, peserta dikenalkan dengan sejarah Muhammadiyah, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), serta nilai-nilai tajdid yang menjadi ciri khas gerakan. Hal ini penting untuk menanamkan kecintaan terhadap persyarikatan sejak dini.
6. Pemulasaraan Jenazah
Materi praktis ini menjadi salah satu yang paling menarik. Peserta diajarkan tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat. Keterampilan ini merupakan fardhu kifayah yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Allah SWT berfirman tentang kemuliaan orang yang berilmu:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan mempraktikkan materi yang disampaikan. Suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif membuat mereka betah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu peserta, Aisyah (siswi kelas 6 SD), mengungkapkan kesannya. “Saya senang sekali ikut pesantren ini. Banyak ilmu baru yang saya dapat, terutama cara memandikan jenazah dan public speaking. Saya jadi lebih percaya diri,” ujarnya.
Ketua PDA Kota Cirebon, Retno Kuntjorowati , berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak generasi muda yang terlibat. “Kami berkomitmen untuk terus membina dan mendampingi mereka. Semoga dari pesantren ini lahir kader-kader persyarikatan yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Pesantren Ramadhan ke-8 ditutup pada Ahad, 8 Maret 2026, dengan doa bersama dan harapan agar ilmu yang diperoleh bermanfaat dan menjadi bekal kehidupan bagi para peserta.
DeepThink
Search
AI-generated, for reference only

Tinggalkan Balasan