Studi Islam Intensif (SII) UMADA: Ustadz Ayi Azhari Paparkan Tujuh Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan

CIREBON, 6 Maret 2026 – Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMADA) Cirebon menggelar Studi Islam Intensif (SII) yang berlangsung khidmat pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang diikuti oleh puluhan mahasiswa dan umum ini menghadirkan pemateri Ustadz Ayi Azhari dengan tema “Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan” .

Dalam pemaparannya, Ustadz Ayi Azhari mengajak peserta untuk merenungkan berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di bulan suci Ramadhan, sebagai bentuk pengambilan ibrah (pelajaran) bagi umat Islam masa kini.


1. Perang Badar Kubra (17 Ramadhan 2 H)

Peristiwa pertama yang disampaikan adalah Perang Badar, pertempuran besar pertama antara kaum Muslimin melawan pasukan Quraisy. Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan 2 H (bertepatan dengan 13 Maret 624 M) .

“Pasukan Muslim saat itu hanya berjumlah 313 orang dengan perlengkapan seadanya, menghadapi pasukan Quraisy yang berjumlah 950 orang dengan persenjataan lengkap. Namun Allah memberikan kemenangan yang gemilang,” papar Ustadz Ayi.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 123:

وَلَقَدْ نَصَرَكُمُ اللَّهُ بِبَدْرٍ وَأَنتُمْ أَذِلَّةٌ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, agar kamu mensyukuri-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 123)

Kisah Mukhairik: Rahib Yahudi yang Mulia

Ustadz Ayi juga menceritakan tentang Mukhairik, seorang rahib Yahudi kaya raya yang memegang teguh Piagam Madinah dan meyakini kenabian Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Ketika Perang Uhud berkecamuk, Mukhairik mengajak kaumnya untuk membantu Rasulullah, namun mereka enggan. Ia lalu maju sendiri dan berpesan: “Jika aku gugur hari ini, hartaku untuk Muhammad.”

Mukhairik gugur dalam keadaan belum masuk Islam, namun Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentangnya:

مُخَيْرِيقُ خَيْرُ يَهُودَ

“Mukhairik adalah sebaik-baik Yahudi.” (HR. Al-Hakim)

Ia mewakafkan seluruh hartanya untuk perjuangan Islam, dan doa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam untuknya menunjukkan tingginya kedudukan orang yang membela kebenaran meskipun berbeda keyakinan.


2. Proklamasi Kemerdekaan RI (9 Ramadhan 1364 H)

Peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia juga terjadi di bulan Ramadhan. Proklamasi Kemerdekaan RI dibacakan pada 17 Agustus 1945, yang bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H .

Ustadz Ayi menceritakan peran tokoh Muhammadiyah dalam peristiwa ini. KH Abdul Mukti Ali (Abdul Kahar Muzakkir) adalah salah satu tokoh Muhammadiyah yang berdiskusi dengan Soekarno menjelang proklamasi. Peristiwa Rengasdengklok terjadi pada 16 Agustus 1945, saat Soekarno dan Hatta “diculik” para pemuda untuk mendesak pembacaan proklamasi, sementara Soekarno dalam kondisi demam tinggi.

“Mengapa dipilih tanggal 17? Soekarno sendiri mengatakan bahwa 17 adalah angka keramat: Al-Qur’an diturunkan 17 Ramadhan, shalat 17 rakaat, dan Jumat 17 adalah hari yang mulia,” jelas Ustadz Ayi .

Ini menjadi bukti bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari keberkahan bulan Ramadhan.


3. Fathu Makkah (10-21 Ramadhan 8 H)

Fathu Makkah atau penaklukan Kota Makkah terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 H. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memimpin sekitar 10.000 pasukan memasuki Makkah tanpa pertumpahan darah .

Peristiwa ini berkaitan erat dengan Perjanjian Hudaibiyah yang dilanggar oleh Quraisy. Dari 6 poin perjanjian, yang dilanggar adalah penyerangan Bani Bakr (sekutu Quraisy) terhadap Bani Khuza’ah (sekutu Muslim).

Kisah Ikrimah bin Abu Jahal

Salah satu kisah menarik adalah tentang Ikrimah bin Abu Jahal, putra musuh terbesar Islam yang awalnya sangat memusuhi Nabi. Ketika Fathu Makkah tiba, ia hendak melarikan diri ke Yaman. Namun istrinya, Ummu Hakim, memeluk Islam dan memohon ampunan untuknya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لَا يَهُرِمَنَّكَ أَبُوكَ يَا إِكْرِمَةُ، الْإِسْلَامُ يَجُبُّ مَا كَانَ قَبْلَهُ

“Janganlah ayahmu menyebabkanmu binasa, wahai Ikrimah. Islam menghapus dosa-dosa yang telah lalu.”

Ikrimah masuk Islam dan kemudian menjadi panglima perang yang gigih membela Islam hingga gugur sebagai syahid.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda saat Fathu Makkah:

مَنْ دَخَلَ دَارَ أَبِي سُفْيَانَ فَهُوَ آمِنٌ، وَمَنْ أَلْقَى السِّلَاحَ فَهُوَ آمِنٌ، وَمَنْ أَغْلَقَ بَابَهُ فَهُوَ آمِنٌ

“Barangsiapa masuk rumah Abu Sufyan, ia aman. Barangsiapa meletakkan senjata, ia aman. Barangsiapa menutup pintu rumahnya, ia aman.”

Ini adalah rekonsiliasi terbesar dalam sejarah.


4. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an

Keistimewaan utama Ramadhan adalah sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. Bahkan kitab-kitab suci lainnya juga diturunkan kepada para nabi di bulan ini.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Ustadz Ayi menjelaskan proses penurunan Al-Qur’an: dari Lauh Mahfuzh ke langit dunia secara sekaligus, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur selama 23 tahun (13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah).


5. Khalid bin Walid Menghancurkan Berhala Al-Uzza (Ramadhan 8 H)

Setelah Fathu Makkah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengirim pasukan untuk menghancurkan berhala-berhala terbesar. Khalid bin Walid diutus ke Nakhla untuk menghancurkan Al-Uzza, dewi terbesar Quraisy .

Saat tiba di sana, Khalid melihat seorang wanita hitam telanjang dengan rambut kusut. Ia tebas wanita itu hingga terbelah dua, lalu menghancurkan berhalanya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

تِلْكَ الْعُزَّى، وَلَا تُعْبَدُ أَبَدًا

“Itulah Al-Uzza, dan ia tidak akan disembah lagi selamanya.”


6. Penyerahan Kota Thaif (Ramadhan 9 H)

Setelah Fathu Makkah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menuju Thaif untuk berdakwah. Penduduk Thaif pernah menghasut anak-anak dan orang-orang bodoh untuk melempari beliau dengan batu hingga berdarah.

Malaikat Jibril menawarkan untuk menghancurkan penduduk Thaif, namun Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menolak dan berdoa:

اللَّهُمَّ اهْدِ قَوْمِي فَإِنَّهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.”

Doa ini terkabul. Pada Ramadhan 9 H, penduduk Thaif datang menyerahkan diri dan masuk Islam.


7. Pembebasan Andalusia (28 Ramadhan 92 H)

Peristiwa besar terakhir adalah pembebasan Andalusia (Spanyol) oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad. Ia mendarat di Gibraltar (Jabal Thariq) pada 28 Ramadhan 92 H (711 M) .

Thariq memimpin 7.000-12.000 pasukan melawan pasukan Raja Roderick yang berkekuatan 100.000 orang. Sebelum perang, ia membakar kapal-kapalnya dan berpidato legendaris:

أَيْنَ الْمَفَرُّ؟ الْبَحْرُ مِنْ وَرَائِكُمْ، وَالْعَدُوُّ مِنْ أَمَامِكُمْ

“Ke mana lagi kalian akan lari? Laut di belakang kalian, musuh di depan kalian.”

Allah memberikan kemenangan besar. Andalusia kemudian menjadi pusat peradaban Islam di Eropa selama 8 abad (711-1492 M).


Penutup: Mengambil Ibrah dari Sejarah

Menutup kajian, Ustadz Ayi Azhari mengajak peserta untuk mengambil pelajaran dari peristiwa-peristiwa ini.

“Semua peristiwa besar ini terjadi di bulan Ramadhan. Ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah ritual, tetapi juga bulan perjuangan, bulan kemenangan, dan bulan perubahan. Mari kita isi Ramadhan kita dengan semangat yang sama: semangat berjuang, semangat berkorban, dan semangat meraih kemenangan,” pungkasnya.

Kajian SII ditutup dengan doa bersama dan harapan agar peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Studi Islam Intensif (SII) UMADA: Ustadz Ayi Azhari Paparkan Tujuh Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan”

  1. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Ramadhan syahrun azhim
    Ramadhan syahrun mubarak