CIREBON, 7 Maret 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ke-19 Ramadhan 1447 H, Sabtu (7/3/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan kultum yang mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah (introspeksi diri) di pertengahan Ramadhan dengan merenungkan empat tujuan utama puasa yang disebutkan dalam Al-Qur’an.
Jamaah yang memadati masjid tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas tentang hakikat puasa dan target-target spiritual yang harus dicapai di bulan suci ini.

Muhasabah di Pertengahan Ramadhan
Ustadz Yandi Heryandi mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa kita telah memasuki pertengahan bahkan mendekati akhir Ramadhan. Sudah seharusnya kita melakukan muhasabah atau introspeksi diri.
“Kita sudah berada di pertengahan Ramadhan. Sudah hampir dua puluh hari kita menjalankan ibadah puasa. Sudah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri: apa yang sudah kita capai? Apakah puasa kita sudah berkualitas? Apakah kita sudah meraih target-target spiritual yang diinginkan Allah?” papar Ustadz Yandi.
Beliau kemudian mengajak jamaah untuk merenungkan empat tujuan utama puasa yang disebutkan dalam Al-Qur’an, yang semuanya diawali dengan kata “la’allakum” (agar kamu) sebagai tujuan yang ingin dicapai.

Empat Tujuan Puasa dalam Al-Qur’an
1. La’allakum Tattaqun (Agar Kamu Bertakwa)
Tujuan pertama dan paling utama dari puasa adalah mencapai derajat takwa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
“Masing-masing dari kita harus menjadi orang bertakwa. Puasa mendidik kita untuk mengendalikan hawa nafsu. Bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala perbuatan yang dilarang Allah. Inilah esensi takwa,” jelas Ustadz Yandi.
2. La’allakum Tasykurun (Agar Kamu Bersyukur)
Tujuan kedua adalah menjadikan kita orang-orang yang bersyukur. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ustadz Yandi menjelaskan bahwa salah satu bentuk syukur di bulan Ramadhan adalah dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an. “Kita bersyukur karena Al-Qur’an diturunkan di bulan ini. Bentuk syukur kita adalah dengan qira’ah (membaca), tadarus (mempelajari), dan tadabbur (merenungkan) Al-Qur’an. Semakin banyak kita berinteraksi dengan Al-Qur’an, semakin bertambah rasa syukur kita,” paparnya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan membaca Al-Qur’an:
اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ
“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at (pemberi pertolongan) bagi pembacanya (orang yang mengamalkannya).” (HR. Muslim)
3. La’allahum Yarsyudun (Agar Kamu Mendapat Petunjuk ke Jalan yang Benar)
Tujuan ketiga adalah menjadikan kita orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 186:
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah: 186)
“Allah menjamin bahwa orang yang berdoa, memenuhi perintah-Nya, dan beriman kepada-Nya akan mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar. Di bulan Ramadhan ini, perbanyaklah doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti saat berbuka dan di sepertiga malam,” ajak Ustadz Yandi.
4. La’allahum Yattaqun (Agar Mereka Bertakwa)
Tujuan keempat yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam ayat-ayat puasa tetapi menjadi konsekuensi dari takwa, syukur, dan petunjuk adalah rahmat Allah.
ۗ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
“Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa.” (QS. Al-Baqarah ayat 187)
Orang yang bertakwa, bersyukur, dan mendapat petunjuk pasti akan mendapatkan rahmat-Nya.
“Ketaqwaan harus dibangun oleh diri kita sendiri. Dengan takwa, kita akan mendapatkan rahmat Allah. Dan rahmat Allah itulah yang kita harapkan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegas Ustadz Yandi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُم بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ
“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (QS. Al-A’raf: 156)

Muhasabah di Sisa Ramadhan
Setelah memaparkan keempat tujuan puasa, Ustadz Yandi mengajak jamaah untuk melakukan muhasabah:
“Tanyakan pada diri kita masing-masing: sudahkah puasa kita mengantarkan pada ketakwaan? Sudahkah kita menjadi hamba yang bersyukur? Sudahkah kita mendapatkan petunjuk ke jalan yang benar? Sudahkah kita merasakan rahmat Allah?”
Beliau juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas yang tidak boleh disia-siakan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ
“Celakalah seseorang yang memasuki bulan Ramadhan, kemudian Ramadhan berlalu sebelum dosanya diampuni.” (HR. Tirmidzi)
Penutup: Memaksimalkan Sisa Ramadhan
Menutup kultum, Ustadz Yandi Heryandi mengajak jamaah untuk memaksimalkan sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
“Kita masih memiliki sepuluh malam terakhir yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Mari kita tingkatkan ibadah, perbanyak doa, perbanyak tadarus Al-Qur’an, dan perbanyak sedekah. Semoga kita termasuk orang-orang yang meraih takwa, syukur, petunjuk, dan rahmat Allah. Aamiin,” pungkasnya.
Salat Tarawih malam ke-19 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak merenung dan mendapatkan pencerahan tentang empat tujuan puasa serta pentingnya muhasabah di sisa bulan suci Ramadhan.


Tinggalkan Balasan