CIREBON, 8 Maret 2026 – Masjid Annur Sangkana Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ke-20 Ramadhan 1447 H, Ahad (8/3/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti, Ustadz Encup Supriatna, S.Pd., menyampaikan kultum yang menyejukkan hati dengan tema “Keutamaan Istighfar” .
Jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas tentang pentingnya memperbanyak istighfar, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan yang penuh kemuliaan.
Istighfar: Pintu Ampunan dan Rahmat Allah
Ustadz Encup Supriatna mengawali kultum dengan menjelaskan makna istighfar secara bahasa dan istilah. Istighfar berasal dari kata ghafara yang berarti menutupi, memaafkan, atau mengampuni. Dalam istilah syariat, istighfar adalah permohonan ampun kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas dosa-dosa yang telah dilakukan, baik dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
“Istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi harus disertai dengan penyesalan yang mendalam dan tekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. Inilah taubat nasuha yang sebenarnya,” papar Ustadz Encup.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Hud ayat 3:
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ
“Dan hendaklah kamu memohon ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik.” (QS. Hud: 3)
Empat Keutamaan Istighfar
Memasuki inti pembahasan, Ustadz Encup memaparkan empat keutamaan luar biasa bagi orang yang membiasakan diri beristighfar (mendawamkan istighfar).
1. Dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Keutamaan pertama adalah bahwa orang yang banyak beristighfar akan dicintai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Istighfar adalah bentuk pengakuan seorang hamba bahwa dirinya lemah dan banyak berbuat salah, sehingga ia selalu membutuhkan ampunan Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 222:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
“Orang yang bertobat dan beristighfar termasuk dalam golongan yang dicintai Allah. Ini adalah kedudukan yang sangat mulia. Bayangkan, Allah Yang Maha Kuasa mencintai hamba-Nya yang selalu kembali kepada-Nya dengan istighfar,” jelas Ustadz Encup.
2. Melapangkan Hati dan Membuka Pintu Rezeki
Keutamaan kedua adalah istighfar dapat melapangkan hati, mendatangkan kegembiraan, serta membuka pintu rezeki yang tidak disangka-sangka. Ustadz Encup mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah:
مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا، وَمِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا، وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, niscaya Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesempitan, kelapangan dari setiap kegelisahan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
“Ini adalah janji Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Dengan istighfar, hati yang sempit menjadi lapang, jiwa yang gelisah menjadi tenang, dan rezeki yang sempit menjadi luas. Maka perbanyaklah istighfar, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ajak Ustadz Encup.
3. Terhindar dari Bencana dan Azab Allah
Keutamaan ketiga adalah istighfar menjadi sebab terhindarnya seseorang dari bencana dan azab Allah. Selama masih ada orang yang beristighfar di tengah masyarakat, Allah akan menahan azab dari mereka.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Anfal ayat 33:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedangkan engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka memohon ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
“Lihatlah betapa besar keutamaan istighfar. Selama ada orang-orang yang beristighfar di suatu negeri, Allah akan melindungi negeri tersebut dari azab. Maka jangan pernah tinggalkan istighfar,” tegas Ustadz Encup.
4. Mendatangkan Ketenangan Hati
Keutamaan keempat adalah istighfar mendatangkan ketenangan hati. Ketika seorang hamba menyadari dosa-dosanya dan memohon ampun kepada Allah, hatinya akan merasakan kedamaian dan ketenteraman.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
“Istighfar adalah bagian dari dzikir. Dengan beristighfar, hati yang gelisah menjadi tenang, jiwa yang resah menjadi damai. Inilah obat hati yang paling mujarab,” jelas Ustadz Encup.
Istighfar di Bulan Ramadhan: Momentum Meraih Ampunan
Ustadz Encup mengaitkan keutamaan istighfar dengan bulan Ramadhan yang sedang kita jalani. Ramadhan adalah bulan ampunan, di mana pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
“Maka perbanyaklah istighfar di bulan yang mulia ini. Terutama di sepuluh malam terakhir yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Jangan sia-siakan kesempatan ini,” pesan Ustadz Encup.
Penutup: Memperbanyak Istighfar di Akhir Ramadhan
Menutup kultum, Ustadz Encup Supriatna mengajak jamaah untuk memperbanyak istighfar, terutama di sisa-sisa Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.
“Marilah kita perbanyak istighfar, baik di waktu sahur, di sela-sela shalat, maupun di setiap kesempatan. Dengan istighfar, kita meraih cinta Allah, kelapangan hati, rezeki yang tak terduga, perlindungan dari azab, dan ketenangan jiwa. Semoga Allah menerima istighfar kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin,” pungkasnya.
Salat Tarawih malam ke-20 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak merenung dan mendapatkan pencerahan tentang keutamaan istighfar, serta semakin termotivasi untuk memperbanyaknya di sepuluh malam terakhir Ramadhan.


Tinggalkan Balasan