Tarawih Malam Keempat di Masjid Al Ikhlas: Ustadz H. Eman Soleman Paparkan Konsep Sehat dengan Berpuasa

CIREBON, 20 Februari 2026 – Masjid Al Ikhlas, Drajat Kesambi, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam keempat Ramadhan 1447 H, Jumat (20/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Eman Soleman menyampaikan kultum yang menarik dengan tema “Dengan Berpuasa Kita Menjadi Sehat: Bulan Ramadhan adalah Bulan Kesehatan”. Tampak hadir Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi, H. Digyono.

Jamaah yang hadir antusias menyimak tausiyah yang mengupas tentang hikmah kesehatan di balik ibadah puasa, serta pentingnya menjaga pola makan saat berbuka agar manfaat kesehatan puasa dapat dirasakan secara optimal.


Ramadhan: Bulan Kesehatan Lahir dan Batin

Ustadz H. Eman Soleman mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa bulan Ramadhan tidak hanya bulan ibadah spiritual, tetapi juga bulan yang penuh dengan manfaat kesehatan. Beliau mengutip sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

صُومُوا تَصِحُّوا

“Berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Ath-Thabrani)

“Hadis ini secara tegas menyatakan bahwa puasa memiliki korelasi langsung dengan kesehatan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang tidak pernah berbicara berdasarkan hawa nafsu, telah mengajarkan kita bahwa puasa adalah sarana untuk meraih kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani,” papar Ustadz Eman.

Beliau menjelaskan bahwa dalam perspektif kesehatan modern, puasa terbukti memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • Membersihkan sistem pencernaan dari racun (detoksifikasi)
  • Menurunkan kadar gula darah dan kolesterol
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Memberi kesempatan organ-organ pencernaan untuk beristirahat
  • Mengontrol berat badan

Pentingnya Menjaga Pola Makan Saat Berbuka

Memasuki inti pembahasan, Ustadz Eman memberikan pesan penting tentang bagaimana seharusnya umat Islam berbuka puasa agar mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal.

“Berbuka puasa janganlah dengan mengonsumsi makanan yang banyak mengandung gula secara berlebihan. Kurangi minuman manis dan makanan tinggi gula. Karena setelah seharian berpuasa, tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang, bukan lonjakan gula yang drastis,” jelasnya.

Beliau mengingatkan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam berbuka puasa sebagaimana diriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

“Adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam berbuka dengan ruthab (kurma basah) sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan tamr (kurma kering). Jika tidak ada, beliau meneguk air beberapa teguk.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

“Perhatikanlah, Rasulullah berbuka dengan kurma dan air. Ini adalah pola makan yang sangat sehat. Kurma mengandung gula alami yang mudah dicerna dan memberikan energi cepat, sementara air mengembalikan hidrasi tubuh. Ini adalah pola berbuka yang ideal,” tegas Ustadz Eman.

Beliau menyarankan agar jamaah menghindari minuman bersoda, sirup dengan pemanis buatan, dan makanan cepat saji saat berbuka. “Jika kita ingin meraih predikat sehat dengan berpuasa, maka kita harus menjaga apa yang masuk ke dalam tubuh kita saat berbuka dan sahur.”


Keseimbangan dalam Makan dan Minum

Ustadz Eman kemudian mengingatkan firman Allah tentang pentingnya keseimbangan dalam makan dan minum:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

“Islam mengajarkan keseimbangan. Kita diperbolehkan makan dan minum, tetapi dilarang berlebihan. Terlebih di bulan Ramadhan, ketika kita telah menahan lapar seharian, godaan untuk makan berlebihan saat berbuka sangat besar. Maka kendalikanlah nafsu, jangan sampai kita terjebak dalam perilaku berlebihan yang justru merugikan kesehatan,” pesannya.


Puasa: Terapi untuk Berbagai Penyakit

Ustadz Eman juga menjelaskan bahwa dalam perkembangan ilmu kedokteran modern, puasa telah diakui sebagai terapi untuk berbagai penyakit. Banyak penelitian membuktikan bahwa puasa intermiten (intermittent fasting) yang mirip dengan pola puasa Ramadhan memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.

“Para dokter sekarang banyak merekomendasikan puasa untuk pasien dengan berbagai kondisi, seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan peradangan kronis. Ini membuktikan bahwa ajaran Islam yang telah ada sejak 14 abad lalu selaras dengan penemuan ilmiah modern,” ujarnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan konsep pengobatan dengan puasa dalam hadis:

الْمَعِدَةُ بَيْتُ الدَّاءِ وَالْحِمْيَةُ رَأْسُ كُلِّ دَوَاءٍ

“Perut adalah rumah segala penyakit, dan menjaga pola makan (puasa) adalah kepala segala obat.”

“Hadis ini sangat relevan dengan ilmu kesehatan modern. Banyak penyakit berasal dari pola makan yang tidak sehat. Dengan berpuasa, kita memberikan kesempatan pada sistem pencernaan untuk beristirahat dan memperbaiki diri,” jelas Ustadz Eman.


Menjaga Kesehatan Jasmani untuk Ibadah Optimal

Di penghujung kultum, Ustadz Eman mengajak jamaah untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan agar dapat beribadah dengan optimal.

“Kesehatan adalah nikmat yang sering kita lupakan. Padahal dengan tubuh yang sehat, kita bisa menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagai amalan lainnya dengan maksimal. Maka jagalah kesehatan kita dengan pola makan yang baik, istirahat yang cukup, dan tetap berolahraga ringan,” ajaknya.

Beliau menyarankan beberapa tips sehat selama Ramadhan:

  1. Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka
  2. Konsumsi makanan bergizi seimbang
  3. Hindari makanan berminyak dan berlemak berlebihan
  4. Tetap lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki
  5. Jangan tidur setelah makan besar
  6. Kurangi konsumsi kafein

Penutup: Raih Kesehatan Dunia dan Akhirat

Menutup kultum, Ustadz H. Eman Soleman berdoa semoga Allah menjadikan puasa kita tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa manfaat kesehatan yang besar.

“Semoga dengan berpuasa, kita tidak hanya meraih takwa, tetapi juga meraih kesehatan lahir dan batin. Jadikan Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperbaiki pola hidup kita, sehingga setelah Ramadhan pun kita tetap sehat dan bugar. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam keempat berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak mendapatkan pencerahan baru tentang hikmah kesehatan di balik ibadah puasa, serta termotivasi untuk menjaga pola makan yang lebih sehat selama Ramadhan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *