Tarawih Malam Ketiga di Masjid Al Ikhlas Drajat: Ustadz Yandi Heryandi Paparkan Enam Keutamaan Puasa Ramadhan

CIREBON, 19 Februari 2026 – Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ketiga Ramadhan 1447 H, Kamis (19/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. , menyampaikan kultum yang mengupas tuntas tentang “Enam Keutamaan Utama Ibadah Puasa Ramadhan” .

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi, H. Digyono , beserta jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Kesambi. Jamaah yang memadati masjid hingga halaman tampak antusias menyimak tausiyah yang sarat dengan dalil-dalil shahih dari Al-Qur’an dan Hadis.


Keutamaan Pertama: Ampunan Dosa yang Telah Lalu

Ustadz Yandi Heryandi mengawali kultum dengan menjelaskan keutamaan pertama puasa Ramadhan, yaitu diampuninya dosa-dosa yang telah lalu bagi mereka yang menjalankan puasa dengan penuh iman dan pengharapan. Beliau mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Subhanallah, inilah janji Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam kepada kita. Puasa yang dilandasi iman yang kuat dan harapan akan ridha Allah, bukan karena terpaksa atau sekadar ikut-ikutan, akan menghapus dosa-dosa kita yang telah berlalu. Ini adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri,” papar Ustadz Yandi.

Beliau menjelaskan makna “imanan” (dengan keimanan) dan “ihtisaban” (mengharap pahala). “Imanan artinya kita yakin sepenuhnya bahwa puasa ini adalah perintah Allah yang wajib kita laksanakan. Ihtisaban artinya kita hanya mengharap pahala dari Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.”


Keutamaan Kedua: Penghapus Dosa dengan Menjaga Batasan-Batasan Puasa

Keutamaan kedua, Ustadz Yandi mengutip hadis riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi yang dihasankan oleh Al-Arnauth:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدُودَهُ وَتَحَفَّظَ بِمَا كَانَ يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ فِيهِ كُفِّرَ مَا قَبْلَهُ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dan mengetahui batas-batasnya serta memelihara diri dari apa yang seharusnya dia memelihara diri (di dalamnya), niscaya dihapuskan dosa-dosanya yang terdahulu.”

“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana penyucian jiwa. Dalam hadis ini, Rasulullah menekankan pentingnya mengetahui batasan-batasan puasa dan memelihara diri dari hal-hal yang dapat mengurangi atau membatalkan pahala puasa,” jelas Ustadz Yandi.

Beliau mengingatkan bahwa puasa yang berkualitas adalah puasa yang menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa: menjaga mata dari pandangan haram, menjaga telinga dari pendengaran yang sia-sia, menjaga lisan dari perkataan dusta dan keji, serta menjaga hati dari iri dan dengki.


Keutamaan Ketiga: Dua Kegembiraan bagi Orang Berpuasa

Ustadz Yandi kemudian menjelaskan keutamaan ketiga, yaitu dua kegembiraan yang dijanjikan bagi orang berpuasa. Beliau mengutip hadis riwayat Ahmad:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ

Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan saat berbuka puasa dan kegembiraan ketika menghadap Tuhannya Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung.” (HR. Ahmad)

“Kegembiraan saat berbuka bukan sekadar kebahagiaan fisik setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, ini adalah simbol keberhasilan dalam menunaikan ketaatan kepada Allah. Kita bergembira karena telah menyelesaikan satu hari ibadah puasa dengan baik,” terang Ustadz Yandi.

“Kegembiraan kedua adalah saat bertemu dengan Allah di akhirat. Ini adalah kebahagiaan yang jauh lebih besar, kebahagiaan yang abadi, yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman, terutama mereka yang istiqamah dalam berpuasa,” tambahnya.


Keutamaan Keempat: Puasa sebagai Tameng dari Siksa Neraka

Keutamaan keempat, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa puasa menjadi perisai yang melindungi seseorang dari siksa neraka. Beliau mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بَاعَدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

Dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Ini menunjukkan betapa besar dampak puasa dalam melindungi seseorang dari azab akhirat. Dengan menahan diri dari segala hal yang membatalkan puasa dan menjaga pahala puasa, Allah menjanjikan perlindungan yang luar biasa dari siksa neraka,” jelas Ustadz Yandi.

Beliau menambahkan bahwa meskipun hadis ini berbicara tentang puasa “di jalan Allah” yang mencakup berbagai konteks, para ulama juga memasukkan puasa Ramadhan ke dalam keutamaan ini karena ia adalah bagian dari jihad melawan hawa nafsu.


Keutamaan Kelima: Pintu Khusus Ar-Rayyan di Surga

Keutamaan kelima, Ustadz Yandi menyampaikan tentang kehormatan khusus yang Allah berikan kepada orang-orang yang berpuasa, yaitu memasuki surga melalui pintu yang hanya diperuntukkan bagi mereka. Beliau mengutip hadis riwayat Bukhari:

عَنْ سَهْلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

Dari Sahl RA, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Sesungguhnya di surga terdapat sebuah pintu yang diberi nama Ar-Rayyan. Pada hari kiamat, orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu, tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Dikatakan, ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka berdiri, tidak ada seorang pun selain mereka yang memasukinya. Apabila mereka telah masuk, pintu itu ditutup, dan tidak ada seorang pun yang masuk melaluinya.” (HR. Bukhari)

“Ar-Rayyan secara bahasa berarti ‘yang penuh dengan air minum yang menyegarkan’. Ini adalah pintu istimewa yang Allah sediakan khusus bagi hamba-hamba-Nya yang rajin berpuasa. Mereka dipanggil dengan penuh kemuliaan untuk memasuki surga melalui pintu yang tidak dimasuki oleh selain mereka. Sungguh suatu kehormatan yang luar biasa,” papar Ustadz Yandi dengan penuh haru.


Keutamaan Keenam: Puasa dan Al-Qur’an Memberi Syafaat

Meskipun tidak tercantum dalam gambar yang diberikan, Ustadz Yandi menambahkan keutamaan keenam yang juga sangat penting, yaitu puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat di hari kiamat. Beliau mengutip hadis riwayat Ahmad:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

“Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.’ Al-Qur’an juga akan berkata demikian. Maka keduanya diizinkan memberi syafaat. Subhanallah, betapa mulianya kedudukan orang yang berpuasa,” jelas Ustadz Yandi.


Penutup: Meraih Keutamaan dengan Istiqamah

Menutup kultum, Ustadz Yandi Heryandi mengajak jamaah untuk meraih semua keutamaan ini dengan istiqamah menjalankan puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan.

“Masih ada 27 hari lagi ke depan. Mari kita jaga kualitas puasa kita. Jangan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Perbanyaklah amalan-amalan sunnah di bulan Ramadhan seperti shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, sedekah, dan i’tikaf. Semoga kita semua termasuk golongan yang meraih keutamaan-keutamaan ini dan mendapatkan pintu Ar-Rayyan di surga kelak. Aamiin,” pungkasnya.

Ketua PCM Kesambi, H. Digyono , dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah dan berharap semangat ibadah ini terus terjaga sepanjang bulan Ramadhan.

Salat Tarawih malam ketiga berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak semakin bersemangat setelah mendapatkan pencerahan tentang keutamaan-keutamaan besar di balik ibadah puasa Ramadhan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Tarawih Malam Ketiga di Masjid Al Ikhlas Drajat: Ustadz Yandi Heryandi Paparkan Enam Keutamaan Puasa Ramadhan”

  1. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Ssmoga ibadah puasa kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin