CIREBON, 14 Januari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menggelar Kajian Reboan yang mendalam dan memikat. Pada pertemuan Rabu malam ini, kajian tematik akidah menghadirkan Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Pd., yang membedah hakikat penciptaan manusia melalui analogi kontemporer: manusia sebagai sebuah perangkat elektronik lengkap dengan hardware (jasad) dan software (ruh serta fitrah). Kajian ini merupakan respons dari pertanyaan jamaah pada pekan sebelumnya, yang berhasil diurai dengan merujuk pada dalil-dalil naqli dan logika yang gamblang.

Hardware Manusia: Penciptaan Fisik yang Sarat Mukjizat
Dr. Maman Rusman memulai penjelasannya dengan membahas “hardware” atau jasad manusia. Beliau merujuk pada Surah Al-Hajj ayat 5 yang menguraikan tahapan penciptaan fisik manusia secara detail, sebagai bukti kekuasaan Allah yang tak terbantahkan.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا…
“Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu. Dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi…” (QS. Al-Hajj: 5).
Penggunaan kata “Kami” dalam ayat ini, jelas beliau, bukan menunjukkan jumlah, tetapi li at-ta’dzim (untuk mengagungkan), menegaskan kebesaran dan kemahakuasaan Allah sebagai “Sang Perancang” hardware manusia yang sempurna.

Software Ilahiah: Pemasangan Ruh dan Fitrah yang Suci
Setelah hardware terbentuk sempurna, Allah Subhanahu Wa Ta’ala lalu meng-install “software” utama, yaitu ruh dan potensi dasar ketuhanan yang suci (fitrah). Proses ini dijelaskan dalam Surah Al-A’raf ayat 172, yang dikenal sebagai peristiwa mitsaq (perjanjian primordial).
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا…
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap ruh mereka (seraya berfirman), ‘Bukankah Aku Tuhanmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’…” (QS. Al-A’raf: 172).
Dialog “Alastu bi rabbikum?” inilah yang menjadi software dasar bawaan setiap manusia: sebuah pengakuan tauhid dan potensi iman yang tertanam dalam fitrahnya. Dr. Maman menegaskan, inilah yang dimaksud sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
“Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah…” (HR. Bukhari-Muslim).
Ancaman Virus Dunia dan Antivirus Ilahiah
Namun, setelah lahir ke dunia, “sistem” manusia menghadapi berbagai “virus” berupa pengaruh lingkungan, godaan syahwat, dan bisikan syetan yang dapat merusak software fitrah tersebut. Di sinilah, kata Dr. Maman, Allah telah menyediakan “antivirus” dan “update sistem” yang paling ampuh, yaitu Al-Qur’an dan Petunjuk Nabi.
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ…
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar (syifa’) dan rahmat bagi orang yang beriman…” (QS. Al-Isra’: 82).
Al-Qur’an berfungsi sebagai antivirus yang menyembuhkan kerusakan akidah dan akhlak, sekaligus sebagai panduan (user manual) untuk mengoperasikan “perangkat” manusia agar tetap pada tujuan penciptaannya.

Peran Penting “User”: Tanggung Jawab Orang Tua dan Lingkungan
Dr. Maman kemudian menekankan bahwa meski hardware dan software dasar telah sempurna, hasil akhir dari “perangkat” manusia sangat bergantung pada “pengguna” dan “programmer” awal, yaitu orang tua dan lingkungan. Beliau mengutip kelanjutan hadits fitrah yang sangat populer:
…فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“…Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari-Muslim).
Hadits ini, tegas beliau, menempatkan tanggung jawab pendidikan akidah sepenuhnya di pundak orang tua. Orang tualah yang pertama kali meng-install program aplikasi (nilai, kebiasaan, keyakinan) ke dalam software fitrah anak. Jika yang di-install adalah program kebaikan dan tauhid, maka sistem akan berjalan optimal. Sebaliknya, jika yang masuk adalah “malware” syirik dan maksiat, sistem akan menjadi korup.
Harmonisasi dengan Teori Barat: Fitrah dan Tabula Rasa
Yang menarik, Dr. Maman juga menyentuh keselarasan parsial konsep ini dengan teori filsuf John Locke, tabula rasa (jiwa yang masih kosong). Locke berpendapat bahwa manusia lahir tanpa pengetahuan bawaan, dan semua pengetahuan diperoleh melalui pengalaman indera.
Perbandingan Konsep Manusia Awal dalam Islam dan Pemikiran John Locke Aspek Perspektif Islam (Konsep Fitrah) Perspektif John Locke (Tabula Rasa) Kondisi Awal Membawa potensi bawaan (fitrah) pengakuan kepada Tuhan (tauhid). Jiwa seperti “kertas putih” atau “blank tablet” tanpa ide bawaan apa pun. Sumber Pengetahuan Pertama Wahyu dan pengalaman indera. Fitrah perlu dibimbing oleh wahyu. Pengalaman indera semata (sensasi dan refleksi). Peran Lingkungan Sangat krusial.

“Perbedaannya mendasar,” jelas Dr. Maman. “Islam mengatakan manusia lahir tidak kosong, tetapi telah terinstal software dasar tauhid. Locke melihatnya lebih pasif. Namun, kedua pandangan bertemu pada titik yang sama tentang dahsyatnya pengaruh lingkungan dan pendidikan awal. Inilah yang dalam Islam kita sebut sebagai amanah dan tanggung jawab orang tua yang akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat”.
Kajian ditutup dengan doa bersama dan refleksi bahwa memahami konsep ini seharusnya menyadarkan setiap muslim, terutama orang tua, untuk menjadi “programmer” dan “teknisi” yang bertanggung jawab bagi “perangkat” anak-anak mereka, dengan selalu merujuk pada “user manual” terbaik: Al-Qur’an dan Sunnah.


Tulis Balasan ke Erli Batalkan balasan