KOTA CIREBON — RSU Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menyelenggarakan kajian rutin bulanan pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di lingkungan rumah sakit. Kegiatan ini diikuti oleh petugas kesehatan serta jajaran manajemen rumah sakit sebagai bagian dari penguatan spiritual dan pembinaan keislaman di lingkungan kerja.
Kajian kali ini menghadirkan penceramah Ustadz Drs. Sukardi, M.E.Sy., dengan tema “Antara Sya’ban dan Ramadhan”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya mempersiapkan diri secara ruhani sejak bulan Rajab dan Sya’ban sebagai pengantar menuju Ramadhan, bulan utama ( sayyidus syuhūr ) dalam tradisi umat Islam.

Ustadz Sukardi mengawali kajian dengan doa yang sejak dahulu diamalkan secara intens oleh para sahabat ketika memasuki bulan Rajab dan Sya’ban:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”
Beliau menjelaskan bahwa bulan Sya’ban merupakan bulan terakhir sebelum memasuki Ramadhan, sehingga menjadi momentum penting untuk memperbanyak amal, khususnya shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu peristiwa besar di bulan ini adalah turunnya perintah bershalawat kepada Nabi sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
(QS. Al-Ahzab [33]: 56)
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Menurut Ustadz Sukardi, bershalawat kepada Nabi tidak hanya sebatas lisan, tetapi juga mengandung kewajiban ittiba’, yakni mengikuti Nabi Muhammad ﷺ dalam seluruh ajaran dan ritual agama, serta meneladani akhlak mulia beliau. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
(QS. Ali ‘Imran [3]: 31)
“Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.”

Selain perintah bershalawat, pada bulan Sya’ban juga diturunkan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ mencontohkan persiapan spiritual dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Ummul Mukminin ‘Aisyah r.a.:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا
(HR. Bukhari dan Muslim)
“Rasulullah ﷺ biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya, atau beliau berpuasa pada bulan Sya’ban kecuali sedikit hari.”
Kajian berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, RSU Muhammadiyah Kota Cirebon berharap seluruh petugas kesehatan dan manajemen rumah sakit dapat memaknai bulan Sya’ban sebagai sarana peningkatan kualitas iman dan amal, sehingga siap menyambut Ramadhan dengan optimal, baik secara spiritual maupun profesional dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Tulis Balasan ke Arofah Firdaus Batalkan balasan