Khutbah Jumat di Masjid Nurul Amal Perumnas Ajak Jamaah Wujudkan Spirit Rajab, Salat, dan Kepedulian Sosial

CIREBON, 10 Januari 2026 – Masjid Nurul Amal Perumnas menjadi tempat pelaksanaan Salat Jumat yang penuh hikmah dengan menghadirkan Ustadz Achmad Nurjanah, SE., S.Pd., M.Si., sebagai Imam dan Khatib. Beliau yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua BAZNAS Kota Cirebon dan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon menyampaikan khutbah yang menyentuh tentang keterkaitan nilai-nilai bulan Rajab, salat, dan kepedulian sosial.

Dalam khutbahnya, Ustadz Achmad Nurjanah menegaskan bahwa Rajab, salat, dan kepedulian sosial merupakan satu rangkaian nilai yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang Muslim. Bulan Rajab, sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan, adalah bulan di mana terjadi peristiwa agung Isra’ Mi’raj, yang darinya diturunkan kewajiban salat lima waktu.

Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-Isra’ ayat 1 tentang Isra’ Mi’raj:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”

Beliau menjelaskan bahwa perintah salat yang lahir dari peristiwa ini adalah tiang agama dan sumber kekuatan iman serta akhlak seorang Muslim. Lebih jauh, khatib menekankan bahwa salat yang khusyuk dan disadari akan melahirkan buah nyata berupa kepedulian sosial. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Ma’un ayat 1-7:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ . فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ . فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ . وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah bagi orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya, dan enggan (memberi) bantuan.”

Ayat ini, tegasnya, menunjukkan hubungan langsung antara kualitas salat dengan sikap terhadap sesama. Salat yang benar akan mencegah seseorang dari sifat lalai, riya, dan enggan menolong.

Ustadz Achmad juga mengutip hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim)

Melalui khutbah ini, Ustadz Achmad Nurjanah mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum bulan Rajab sebagai momen introspeksi dan peningkatan kualitas ibadah, khususnya salat. Peningkatan itu, lanjutnya, harus dibuktikan dengan aksi nyata kepedulian sosial: peduli terhadap fakir miskin, anak yatim, dan lingkungan sekitar melalui infak, zakat, dan kegiatan sosial lainnya, selaras dengan peran beliau di BAZNAS dan Muhammadiyah.

Khutbah ditutup dengan doa agar umat Islam dapat menghayati makna salat secara mendalam dan menjadikannya sebagai pendorong untuk menjadi pribadi yang lebih peduli, bermanfaat, dan menjadi rahmat bagi sesama, mewujudkan Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Komentar pada kolom di bawah ini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *

Ada 2 tanggapan untuk “Khutbah Jumat di Masjid Nurul Amal Perumnas Ajak Jamaah Wujudkan Spirit Rajab, Salat, dan Kepedulian Sosial”

  1. Avatar Arofah Firdaus
    Arofah Firdaus

    Khutbah ini menyajikan integrasi yang sangat kuat antara dimensi spiritual (ibadah salat) dan dimensi sosial (kepedulian kepada sesama), yang menjadi esensi Islam yang sesungguhnya. Penekanan bahwa salat yang khusyuk harus berbuah pada empati dan aksi nyata adalah pesan yang sangat relevan, terlebih disampaikan oleh seorang praktisi di bidang filantropi Islam (BAZNAS). Ini mengingatkan kita bahwa nilai bulan Rajab dan Isra’ Mi’raj tidak hanya bersifat ritual, tetapi harus mentransformasi perilaku kita menjadi lebih peduli dan solutif terhadap masalah sosial di sekitar.

  2. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Aamiin ya Alloh Terima kasih pencerahannya pak Ustadz jazkalloh khoyr.