CIREBON, 23 November 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi telah menyelenggarakan pengajian rutin Ahad pagi yang bertepatan dengan peringatan Milad Muhammadiyah ke-113. Acara yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini menghadirkan penceramah, Prof. Dr. Achmad Khalik, M.A., dan berlangsung dengan khidmat di Aula PCM Kesambi, Ahad (23/11/2025).

Pengajian ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Dr. Muhlis; Ketua PCM Kesambi, H. Digyono; serta Lurah Drajat Kesambi. Turut hadir dalam acara tersebut para tamu undangan, perwakilan pengurus PCM se-Kota Cirebon, dan masyarakat sekitar, yang memadati tempat acara.

Dalam ceramahnya, Prof. Dr. Achmad Khalik, M.A., menekankan bahwa pikiran besar dalam pengembangan tajdid (pembaruan) adalah ruju’ ilal Qur’an wa Sunnah (kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah). Beliau menjelaskan bahwa pemikiran seorang tokoh sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi zamannya, suatu hal yang telah dipahami dengan mendalam oleh pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Pemateri menyitir wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW yang menitipkan dua pusaka kepada umatnya, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. “Barang siapa yang berpegang teguh pada keduanya, maka ia tidak akan tersesat selama-lamanya,” ujar Prof. Khalik mengingatkan. Beliau juga mengungkapkan keteladanan sosial Nabi Muhammad SAW dengan mencontohkan doa Nabi menjelang wafat, yang memohon kepada Allah SWT agar umatnya tidak ditimpa kesakitan saat sakaratul maut. “Ini merupakan cerminan nyata dari kesalehan sosial yang beliau miliki,” tegasnya.
Oleh karena itu, Prof. Khalik menyerukan pentingnya memelihara keseimbangan antara kesalehan pribadi dan kesalehan sosial sebagai bagian dari meneladani Rasulullah SAW.

Gagasan-Gagasan Pembaruan KH Ahmad Dahlan
Lebih lanjut, penceramah memaparkan sejumlah gagasan besar KH Ahmad Dahlan yang relevan dengan tema memajukan kesejahteraan bangsa, di antaranya:
- Menggabungkan pendidikan agama dan umum untuk mentransformasi peradaban. Ilmu tanpa iman dinilai merusak, sementara ilmu yang disertai iman akan membawa manfaat dan keberkahan. “IPTEK tanpa dilandasi agama akan buta, sebaliknya IPTEK yang dilandasi agama akan membawa kebermanfaatan,” jelasnya.
- Pendidikan yang mengedepankan ilmu amaliah nyata, menekankan pada penerapan praktis dari ilmu yang dipelajari.
- Membangun kemandirian ekonomi umat.
- Bersikap anti-fanatisme dan aktif membangun toleransi.
- Memiliki komitmen kuat dalam pemberdayaan perempuan.
Acara yang berlangsung lancar dan penuh hikmah ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah di Kesambi untuk terus berkontribusi nyata dalam memajukan kesejahteraan bangsa, mengikuti jejak tajdid yang telah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan.
Kontributor
Ade Irawan
(PCM Kesambi)
Tim Media Muhammadiyah Kota Cirebon


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini