CIREBON, 14 Desember 2025 — Dalam rangka memperkuat pemahaman umat terhadap nilai-nilai Islam dalam menghadapi bencana dan musibah, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi Kota Cirebon menyelenggarakan pengajian rutin Ahad pagi bertempat di gedung dakwah PCM Kesambi. Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini menghadirkan Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., sebagai pemateri dengan bahasan utama: Fikih Kebencanaan sebagaimana dirumuskan dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah. Pengajian ini dihadiri juga oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Drs. Puji Nirmo dan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi H. Digyono.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi menegaskan bahwa musibah merupakan bagian dari ujian kehidupan yang telah menjadi ketetapan Allah. Mengutip firman Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 155, beliau membaca:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍۢ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍۢ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Artinya:
“Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Fikih Kebencanaan, sebagaimana dijelaskan dalam HPT Muhammadiyah, adalah pendekatan keagamaan dalam melihat bencana tidak hanya sebagai malapetaka, tapi juga sebagai pengingat, ujian, dan sarana evaluasi diri umat. Dalam konteks ini, umat diajak untuk bersabar, bertawakal, serta aktif membantu sesama.
Ustadz Yandi juga menyampaikan hadis Rasulullah SAW:
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ… إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
Artinya:
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman. Semua urusannya adalah kebaikan baginya. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, itu baik baginya. Jika mendapat musibah, ia bersabar, itu pun baik baginya.”
(HR. Muslim)

Beliau menekankan, dalam situasi bencana, umat Islam harus aktif mengerahkan pertolongan kemanusiaan, sebagaimana nilai dasar Islam: rahmatan lil ‘alamin. Sikap saling membantu dalam keadaan darurat adalah bagian dari perintah agama, sebagaimana firman Allah:
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ
Artinya:
“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Pengajian yang dihadiri jamaah pengajian ini ditutup dengan pengumpulan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar telah terkumpul donasi sejumlah Rp. 1.500.000 dan doa bersama untuk para korban bencana di berbagai wilayah Indonesia, serta seruan untuk terus menguatkan solidaritas sosial sebagai wujud keimanan.
PCM Kesambi berkomitmen menjadikan pengajian rutin sebagai sarana peningkatan kualitas spiritual dan sosial umat. Dalam semangat Muhammadiyah, dakwah tidak berhenti pada mimbar, tapi diwujudkan dalam aksi nyata di tengah masyarakat.


Tulis Balasan ke Uung Qurochtul’ain Batalkan balasan