CIREBON — Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menggelar pengajian rutin bagi jajaran manajemen, tenaga medis, dan karyawan pada Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh Direktur RSU Muhammadiyah Kota Cirebon, dr. Novi dan menghadirkan Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. sebagai penceramah.

Pengajian rutin ini merupakan bagian dari upaya pembinaan ruhani dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya dalam membentuk etos kerja yang profesional, amanah, dan berakhlak mulia. Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi Heryandi menekankan pentingnya integrasi antara iman, akhlak, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Ia mengawali tausiyah dengan mengingatkan bahwa setiap pekerjaan adalah bagian dari ibadah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini sebagaimana firman Allah :
وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu pula Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. At-Taubah: 105)

Lebih lanjut, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa profesionalisme dalam Islam tidak hanya diukur dari keterampilan dan kompetensi, tetapi juga dari sikap adil, cerdas, amanah, dan konsisten. Ia mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلٰى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil.”
(QS. An-Nisa: 58)
Dalam konteks pelayanan kesehatan, amanah dan kejujuran menjadi nilai utama yang tidak dapat ditawar. Ustadz Yandi juga mengingatkan pentingnya keselarasan antara ucapan dan perbuatan, sebagaimana peringatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ • كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 2–3)

Selain ayat Al-Qur’an, ia juga menguatkan materi dengan hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :
إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (sungguh-sungguh dan profesional).”
(HR. Al-Baihaqi)
Pengajian rutin ini disambut antusias oleh para peserta. Selain menjadi sarana peningkatan spiritual, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh civitas RSU Muhammadiyah Kota Cirebon dalam memberikan pelayanan kesehatan yang unggul, humanis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Melalui pengajian rutin yang berkesinambungan, RSU Muhammadiyah Kota Cirebon menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai media dakwah dan pembinaan akhlak, sejalan dengan misi Muhammadiyah untuk menghadirkan Islam yang berkemajuan dan berkeadaban.


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini