Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi

Tuntunan PHIWM dalam Membentuk Kehidupan Pribadi yang Islami

CIREBON, 2 November 2025 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi telah menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., sebagai penceramah untuk membahas Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) dengan fokus pada tema “Kehidupan Pribadi”.

Pengajian yang dihadiri oleh sejumlah warga Muhammadiyah dan tokoh masyarakat ini juga dihadiri secara langsung oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Drs. Puji Nirmo dan Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, yang turut menyemarakkan acara pengajian ini.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan pentingnya menerapkan PHIWM dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam aspek kehidupan pribadi. Beliau memaparkan empat pilar utama yang harus menjadi landasan setiap warga Muhammadiyah.

1. Dalam Aqidah
Ustadz Yandi menekankan bahwa setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran iman yang kuat berupa tauhid kepada Allah Subhanahu Wata’ala (Al Ikhlas: 1-4) yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukkan. Hal ini akan mewujudkan pribadi yang menjadi ibad ar-rahman (Al Furqan: 63-77), yaitu hamba-hamba Allah yang menjalani kehidupan sebagai mukmin, muslim, muttaqin, dan muhsin yang paripurna.

Selain itu, beliau menegaskan kewajiban setiap warga Muhammadiyah untuk menjadikan iman (An-Nisa: 136) dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup. “Kita harus menjauhi dan menolak segala bentuk syirik, takhayul, bid’ah, dan khurafat yang dapat menodai kemurnian iman dan tauhid kita kepada Allah,” tegasnya, seraya mengutip Surat Al-Baqarah ayat 105 dan 221.

2. Dalam Akhlaq
Pada bagian akhlak, Ustadz Yandi menyoroti pentingnya meneladani perilaku Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (Al Qalam: 4) sehingga menjadi uswah hasanah (Al Ahzab: 21) yang diteladani sesama. Sifat sidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas) harus menjadi karakter utama.

Beliau juga mengingatkan agar setiap amal dan kegiatan hidup didasari niat yang ikhlas (Al Bayyinah: 5) dalam wujud amal saleh dan ihsan, serta menjauhi perilaku riya’, sombong, israf (berlebihan), fasad (kerusakan), fahsya (kekejian), dan kemunkaran. “Menjauhi korupsi, kolusi, dan praktik buruk lainnya yang merugikan hak publik adalah cerminan akhlak mulia yang harus dipegang teguh,” tambahnya.

3. Dalam Ibadah
Ustadz Yandi mendorong agar setiap warga Muhammadiyah senantiasa membersihkan jiwa dan hati melalui ibadah yang tekun, sehingga terbentuk pribadi yang muttaqin (Asy-Syams: 5-8). Kepribadian yang saleh (Al ‘Ashr: 3, Ali Imran: 114) akan menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri dan sesama.

“Melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik-baiknya dan menghidup-suburkan amal nawafil (ibadah sunnah) sesuai tuntunan Rasulullah adalah kunci,” ujarnya. Hal ini harus dihiasi dengan iman yang kokoh, ilmu yang luas, dan amal saleh yang tulus.

4. Dalam Mu’amalah Duniawiyah
Terakhir, Ustadz Yandi menyampaikan bahwa setiap warga Muhammadiyah harus menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi (Al-Baqarah: 30). Kehidupan dunia harus disikapi secara aktif dan positif (Shad: 27) tanpa menjauh dari pergumulan kehidupan (Al Qashash: 77), dengan landasan iman, Islam, dan ihsan.

Beliau juga menekankan pentingnya berpikir secara burhani, bayani, dan irfani yang mencerminkan cara berpikir Islami. “Ini akan melahirkan karya pemikiran dan amaliah yang memadukan orientasi hablumminallah dan hablumminannas, serta membawa maslahat bagi umat manusia,” jelasnya, mengutip Ali Imran ayat 112.

Selain itu, etos kerja Islami seperti kerja keras, disiplin, dan memanfaatkan waktu dengan optimal (Ali Imran: 142, Al-Insyirah: 5-8) harus menjadi ciri khas setiap warga Muhammadiyah.

Acara yang berlangsung dengan khidmat ini diharapkan dapat menginspirasi seluruh peserta untuk mengaplikasikan nilai-nilai PHIWM dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kehidupan pribadi yang Islami dapat terwujud dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

H. Digyono, Ketua PCM Kesambi, dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya pengajian ini dan berharap agar materi yang disampaikan dapat diimplementasikan oleh seluruh jajaran dan warga Muhammadiyah di wilayah Kesambi.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Komentar pada kolom di bawah ini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *