CIREBON — Jum’at 23 Januari 2026. Masjid Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Cirebon (RSU UMC) menyelenggarakan Salat Jum’at, dengan khatib Ustadz Isa Ansori, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ibadah rutin ini diikuti oleh tenaga kesehatan, karyawan rumah sakit, serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari penguatan spiritual dan pembinaan keislaman di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah.
Dalam khutbahnya, Ustadz Isa Ansori menegaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala menghendaki manusia senantiasa mengamalkan petunjuk-Nya dalam seluruh aspek kehidupan. Petunjuk Allah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kehidupan yang tenang, tenteram, optimis, dan terbebas dari rasa takut serta kegelisahan. Kehidupan yang berlandaskan wahyu akan mengantarkan manusia pada jalan keselamatan dunia dan akhirat.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ . وَٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَكَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَآ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ
“Kami berfirman, ‘Turunlah kamu semua dari surga! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.’ Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 38-39)
Khatib juga mengingatkan pentingnya kesadaran waktu sebagai amanah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Manusia dituntut untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya agar tidak terjerumus dalam kerugian hidup. Pesan ini sejalan dengan spirit Islam Berkemajuan yang mendorong umat untuk produktif, disiplin, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Lebih lanjut, Ustadz Isa Ansori mengajak jamaah untuk mewujudkan ketakwaan yang hakiki dengan mengintegrasikan keimanan dan amal saleh, membangun budaya saling menasihati dalam kebenaran sebagai manifestasi dakwah, serta saling mewasiatkan dalam menjalankan syariat Islam. Selain itu, kesabaran menjadi sikap fundamental dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, baik dalam kondisi sulit maupun lapang.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’”
(QS. Al-Baqarah: 156)
Sebagai penguat, khatib mengutip sabda Rasulullah SAW:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ
“Sungguh menakjubkan urusan orang beriman, seluruh urusannya adalah kebaikan baginya.”
(HR. Muslim)
Pelaksanaan Salat Jum’at ini menjadi bagian dari ikhtiar RSU UMC dalam membangun lingkungan rumah sakit yang tidak hanya unggul dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga kokoh dalam nilai keislaman dan kemanusiaan. Melalui penguatan ruhiyah secara berkelanjutan, diharapkan seluruh civitas RSU UMC mampu menjalankan amanah pelayanan dengan profesional, ikhlas, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


Tulis Balasan ke Arofah Firdaus Batalkan balasan