Sekitar Nabi Isa


Hikmahnya Isa bin Maryam Dapat Berbicara Ketika Bayi

KISAH Nabi Isa ‘alaihissalām merupakan salah satu rangkaian sejarah kenabian yang sarat dengan hikmah, pelajaran akidah, dan bukti kekuasaan Allah ﷻ. Di antara mukjizat paling agung yang Allah anugerahkan kepada Nabi Isa adalah kemampuannya berbicara ketika masih bayi. Mukjizat ini bukan sekadar keajaiban, melainkan hujjah ilahiyah yang memiliki tujuan besar, terutama untuk membela kesucian ibunya, Siti Maryam ‘alaihas-salām.

Dialog dengan Seorang Yahudi

Diriwayatkan bahwa seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

“Wahai Muhammad, apakah engkau telah ditetapkan sebagai seorang Nabi di dalam Lauhul Mahfuzh sebelum engkau diciptakan?”

Rasulullah ﷺ menjawab, “Ya.”

Ia kembali bertanya:

“Apakah sahabat-sahabatmu juga telah ditetapkan bersamamu sebelum mereka diciptakan?”

Beliau ﷺ menjawab, “Ya.”

Lalu orang Yahudi itu bertanya lagi:

“Jika demikian, mengapa engkau tidak berbicara bahwa engkau adalah seorang nabi saat dilahirkan dari rahim ibumu, sebagaimana Isa bin Maryam berbicara ketika dilahirkan?”

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah ﷺ menjawab dengan penuh hikmah:

“Sesungguhnya urusanku tidaklah sama dengan urusan Isa bin Maryam. Allah telah menciptakan Isa dari seorang ibu tanpa seorang bapak, sebagaimana Dia telah menciptakan Adam tanpa seorang bapak dan ibu. Seandainya Isa tidak berbicara ketika keluar dari rahim ibunya, niscaya ibunya tidak memiliki hujjah di hadapan orang-orang Yahudi saat ia datang membawa seorang anak tanpa bapak. Maka Allah menjadikan ucapan Isa sebagai hujjah bagi ibunya, bahwa Maryam tidaklah seperti tuduhan keji yang mereka lontarkan.”

Mendengar penjelasan tersebut, orang Yahudi itu terdiam, seolah membenarkan kebenaran yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.

Dalil Al-Qur’an tentang Isa Berbicara Ketika Bayi

Allah ﷻ mengabadikan peristiwa agung ini dalam Al-Qur’an:

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

(QS. Maryam [19]: 30–32)

Artinya:
“Isa berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab dan menjadikanku seorang nabi. Dia menjadikanku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkanku untuk melaksanakan salat dan menunaikan zakat selama aku hidup. Dan Dia menjadikanku berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku orang yang sombong dan celaka.’”

Ayat ini menegaskan bahwa ucapan Nabi Isa sejak bayi bukan sekadar mukjizat, tetapi juga pernyataan tauhid, pengakuan kehambaan kepada Allah, serta pembelaan atas kehormatan ibunya.

Hadits tentang Mukjizat Bayi yang Dapat Berbicara

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ: عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ، وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ، وَغُلَامٌ كَانَ فِي بَنِي إِسْرَائِيلَ

(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Tidak ada bayi yang berbicara di dalam buaian kecuali tiga orang: Isa bin Maryam, anak dari kisah Juraij, dan seorang bayi dari Bani Israil.”

Hadits ini menegaskan bahwa peristiwa Nabi Isa berbicara ketika bayi merupakan kejadian luar biasa yang Allah kehendaki sebagai tanda kebenaran dan keadilan-Nya.

Hikmah Besar di Balik Mukjizat Ini

Mukjizat Nabi Isa ‘alaihissalām mengajarkan kepada kita bahwa:

  1. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, melampaui hukum sebab-akibat.
  2. Kebenaran akan selalu dibela oleh Allah, meskipun manusia menuduh dan mencela.
  3. Kehormatan seorang hamba yang ikhlas akan dijaga oleh Allah, sebagaimana Allah menjaga kehormatan Siti Maryam.
  4. Mukjizat bukanlah untuk kesombongan, melainkan sebagai hujjah dan petunjuk bagi manusia.

Kisah ini juga menjadi bantahan terhadap segala bentuk tuduhan keji, sekaligus penguat keimanan bahwa setiap ketetapan Allah selalu sarat dengan hikmah. (Ayi Azhari)

Wallāhu a‘lamu bish-shawāb.


Kesenden
Rabu, 24 Desember 2025
03 Rajab 1447 H

Komentar (Tanggapan)

Tulis Balasan ke Erli Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *

Ada 2 tanggapan untuk “Sekitar Nabi Isa”

  1. Avatar Erli
    Erli

    Alhamdulillah, terimakasih artikel ini jadi penambah ilmu, khususnya kami yang tidak bisa melangjah ke majelis ilmu.
    Barakallah.

  2. Avatar Arofah Firdaus
    Arofah Firdaus

    Semoga artikel ini bermanfaat dan menjadi bahan refleksi bersama.