Tarawih Malam ke-27 di Masjid Al Ikhlas: Ustadz Yandi Heryandi Ajak Jamaah Optimalkan Sedekah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

CIREBON, 15 Maret 2026 – Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ke-27 Ramadhan 1447 H, Ahad (15/3/2026). Di malam yang istimewa ini, yang merupakan salah satu malam ganjil yang diharapkan sebagai Lailatul Qadar, semangat ibadah jamaah mencapai puncaknya. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., menyampaikan kultum yang menginspirasi dengan tema “Optimalisasi Sedekah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan” .

Jamaah tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengajak untuk memperbanyak sedekah di penghujung bulan suci sebagai wujud keimanan dan meraih keberkahan.


Ramadhan: Bulan Sedekah dan Keberkahan

Ustadz Yandi Heryandi mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan, termasuk di dalamnya amalan sedekah yang dilipatgandakan pahalanya. “Di bulan Ramadhan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Terlebih lagi di sepuluh hari terakhir, di mana terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka momentum ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbanyak sedekah,” paparnya.

Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi tentang keutamaan sedekah:

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ

“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadhan.” (HR. Tirmidzi)

“Hadits ini menunjukkan bahwa sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang luar biasa dibandingkan di bulan-bulan lainnya. Karena itu, jangan sia-siakan kesempatan emas ini,” tegas Ustadz Yandi.


Teladan Kedermawanan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam di Bulan Ramadhan

Ustadz Yandi kemudian menceritakan tentang kedermawanan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam, terutama di bulan Ramadhan. Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ، فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al-Qur’an. Sungguh, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam lebih dermawan daripada angin yang berhembus.” (HR. Bukhari & Muslim)

“Perhatikanlah, jamaah sekalian. Rasulullah yang sudah dijamin surga saja begitu dermawan, terlebih di bulan Ramadhan. Apalagi kita yang masih mengharapkan ampunan dan rahmat Allah. Sudah seharusnya kita meneladani beliau dengan memperbanyak sedekah,” ajak Ustadz Yandi.


Keutamaan dan Keagungan Sedekah

Memasuki inti pembahasan, Ustadz Yandi memaparkan beberapa keutamaan sedekah berdasarkan Al-Qur’an dan hadits.

1. Sedekah adalah Amal Kebajikan yang Penuh Keagungan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Hadid ayat 18:

إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah, baik laki-laki maupun perempuan, dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.” (QS. Al-Hadid: 18)

“Orang yang bersedekah mendapatkan jaminan pahala yang berlipat ganda dan kedudukan yang mulia di sisi Allah. Ini adalah keutamaan yang sangat besar,” jelas Ustadz Yandi.

2. Sedekah Menghapus Kesalahan dan Dosa

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Sedekah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. Tirmidzi)

“Sedekah tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga menjadi pembersih dosa-dosa kita. Di bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini, perbanyaklah sedekah agar dosa-dosa kita dihapuskan oleh Allah,” pesan Ustadz Yandi.

3. Sedekah Melipatgandakan Pahala

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)

“Bayangkan, satu kebaikan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Apalagi di bulan Ramadhan dan di malam Lailatul Qadar, tentu lipatannya akan jauh lebih besar,” ujar Ustadz Yandi.


Optimalisasi Sedekah di Sepuluh Hari Terakhir

Ustadz Yandi mengajak jamaah untuk mengoptimalkan sedekah di sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan beberapa cara:

  1. Memperbanyak sedekah setiap hari , meskipun dalam jumlah kecil. Yang penting istiqamah dan ikhlas.
  2. Memberi makan untuk berbuka puasa. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

  1. Menunaikan zakat fitrah di waktu yang tepat, menjelang Idul Fitri.
  2. Bersedekah dengan niat yang ikhlas , hanya mengharap ridha Allah.

“Sedekah yang optimal adalah yang dilakukan dengan niat tulus, di waktu yang utama, dan kepada orang yang tepat. Di sepuluh hari terakhir ini, mari kita tingkatkan kuantitas dan kualitas sedekah kita,” ajaknya.


Penutup: Meraih Keberkahan di Malam Lailatul Qadar

Menutup kultum, Ustadz Yandi mengingatkan bahwa malam ke-27 adalah salah satu malam ganjil yang sangat diharapkan sebagai Lailatul Qadar. “Mari kita isi malam ini dengan perbanyak ibadah, termasuk sedekah. Jangan hanya shalat dan baca Al-Qur’an, tapi juga perbanyak sedekah. Karena sedekah adalah bukti nyata keimanan kita. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam ke-27 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak merenung dan mendapatkan pencerahan tentang keutamaan sedekah serta termotivasi untuk mengoptimalkannya di sisa-sisa malam Ramadhan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Tarawih Malam ke-27 di Masjid Al Ikhlas: Ustadz Yandi Heryandi Ajak Jamaah Optimalkan Sedekah di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan”

  1. Avatar Fahyudin
    Fahyudin

    mengoptimalkan sisa Ramadhan dengan langkah nyata: istiqamah bersedekah harian, memberi makan orang berbuka, dan menunaikan zakat fitrah tepat waktu demi meraih predikat hamba yang bertakwa.

  2. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Mari kita optimalkan sedekah pada 10 hari terakhir Ramadhan untuk meraih Lailatul Qadar