Tarawih Malam Kedua di Masjid Addin Harjamukti: Ustadz Dedi Ahyadi Paparkan Cara Meraih Magfiroh di Bulan Ramadhan

CIREBON, 18 Februari 2026 – Masjid Addin Muhammadiyah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam kedua Ramadhan 1447 H, Rabu (18/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Dedi Ahyadi menyampaikan kultum yang menginspirasi dengan tema “Puasa Bulan Fastabiqul Khairat: Meraih Magfiroh di Bulan Suci” .

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti, Yandi Heryandi, M.Pd., serta Rektor Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (Umada), Sri Musfiroh, S.Si.T., M.Kes. beserta jamaah masyarakat sekitar.


Ramadhan: Bulan Berlomba dalam Kebaikan

Ustadz Dedi Ahyadi mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum bagi setiap muslim untuk berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148)

Beliau juga mengutip ayat lain yang menegaskan hal serupa:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

“Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesempatan emas. Setiap detiknya adalah ladang pahala. Maka, jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa kita mengisinya dengan amal-amal terbaik. Inilah saatnya kita berlomba dalam kebaikan,” ajak Ustadz Dedi.


Empat Kunci Meraih Magfiroh di Bulan Ramadhan

Memasuki inti pembahasan, Ustadz Dedi Ahyadi memaparkan empat cara untuk meraih ampunan (magfiroh) Allah Subhanahu Wa Ta’ala di bulan suci Ramadhan:

1. Melaksanakan Ibadah dengan Ikhlas

Kunci pertama dan paling fundamental adalah keikhlasan. Setiap ibadah yang dilakukan harus semata-mata karena Allah, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ustadz Dedi menjelaskan, “Orang yang berpuasa dengan ikhlas karena Allah, tidak mengharap pujian atau pengakuan dari manusia, maka Allah akan memberikan pahala yang berlipat ganda dan mengampuni dosa-dosanya.”

2. Tobat yang Sebenar-benarnya (Taubat Nasuha)

Kunci kedua adalah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya (taubat nasuha).” (QS. At-Tahrim: 8)

Ustadz Dedi menyampaikan dengan gaya khasnya, “Kata wong Cirebon, jangan tobat kaya tobat sambel. Sambel itu tobatnya sebentar, nanti muncul lagi. Tobat kita harus tobat nasuha, tobat yang sungguh-sungguh, tidak mengulangi dosa lagi.”

Beliau menjelaskan bahwa taubat nasuha memiliki tiga syarat:

  • Meninggalkan dosa yang dilakukan
  • Menyesali perbuatan dosa tersebut
  • Bertekad tidak akan mengulanginya lagi
  • Jika dosa terkait hak manusia, harus mengembalikan hak tersebut

3. Memperbanyak Amal Saleh

Kunci ketiga adalah memperbanyak amal saleh. Di bulan Ramadhan, amal saleh dilipatgandakan pahalanya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am: 160)

Ustadz Dedi mengajak jamaah untuk memperbanyak berbagai amalan, seperti:

  • Shalat tarawih dan qiyamul lail
  • Membaca Al-Qur’an (tadarus)
  • Bersedekah dan memberi makan orang berbuka
  • Menjaga lisan dari perkataan sia-sia
  • Berbuat baik kepada sesama

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

4. Memperbanyak Istigfar

Kunci keempat adalah memperbanyak istigfar, memohon ampunan kepada Allah. Ramadhan adalah bulan pengampunan, dan istigfar adalah kuncinya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Muzzammil: 20)

Ustadz Dedi mengingatkan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sendiri, meskipun telah dijamin masuk surga, tetap memperbanyak istigfar setiap hari. Dalam sebuah hadis disebutkan:

إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ

“Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim)

“Jika Nabi yang maksum saja beristigfar seratus kali sehari, apalagi kita yang penuh dosa? Perbanyaklah istigfar, terutama di waktu sahur dan malam-malam Ramadhan,” pesan Ustadz Dedi.


Keutamaan Bulan Ramadhan

Sebelum menutup kultum, Ustadz Dedi mengingatkan beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosa-Nya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)


Penutup: Mumpung Masih di Awal Ramadhan

Di akhir kultum, Ustadz Dedi Ahyadi mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

“Mumpung masih awal Ramadhan, mari kita perbaiki niat, perbanyak istigfar, tingkatkan amal saleh, dan kita songsong Ramadhan ini dengan taubat yang sungguh-sungguh. Jangan sampai Ramadhan berlalu, tapi kita tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga,” pesannya.

Beliau juga mengapresiasi kehadiran Ketua PCM Harjamukti dan Rektor Umada yang turut memeriahkan tarawih malam kedua ini. “Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah bulan kebersamaan. Mari kita jaga semangat fastabiqul khairat ini sepanjang Ramadhan,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam kedua berlangsung dengan khusyuk dan penuh semangat. Jamaah yang hadir, termasuk dari kalangan akademisi dan pimpinan cabang, tampak antusias mengikuti setiap rangkaian ibadah hingga selesai.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Tarawih Malam Kedua di Masjid Addin Harjamukti: Ustadz Dedi Ahyadi Paparkan Cara Meraih Magfiroh di Bulan Ramadhan”

  1. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Astaghfirullah, semoga ibadah dan amal shaleh kita diterima oleh Allah SWT