CIREBON, 18 Februari 2026 – Masjid Annur Sangkana Muhammadiyah Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam kedua Ramadhan 1447 H, Rabu (18/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Aip Syarifudin, S.Pd.I. , menyampaikan kultum yang menggetarkan hati tentang “Keutamaan Bulan Ramadhan” .
Jamaah yang hadir tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas berbagai keistimewaan puasa dan bulan suci Ramadhan berdasarkan hadis-hadis shahih. Suasana haru dan kekaguman akan kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelimuti masjid saat Ustadz Aip menyampaikan dalil-dalil tentang kemuliaan bulan Ramadhan.
Pahala Berlipat Ganda: 10 hingga 700 Kali Lipat
Ustadz Aip Syarifudin mengawali kultum dengan mengutip hadis shahih dari Imam Muslim yang menjelaskan tentang pelipatgandaan pahala di bulan Ramadhan:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ…»
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Setiap amal anak Adam dilipatgandakan. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat…” (HR. Muslim)
“Subhanallah, sungguh besar kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Amalan saleh dilipatgandakan oleh Allah sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih dari itu. Ini adalah kemurahan yang luar biasa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” papar Ustadz Aip dengan penuh kekaguman.
Keistimewaan Puasa: Khusus untuk Allah
Memasuki inti pembahasan, Ustadz Aip menjelaskan tentang keistimewaan ibadah puasa yang disebutkan secara khusus dalam hadis qudsi. Beliau mengutip lanjutan hadis yang sama:
إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي
“Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Ia meninggalkan syahwatnya dan makanannya karena Aku.” (HR. Muslim)
Ustadz Aip menjelaskan makna mendalam dari hadis ini. “Allah Ta’ala mengkhususkan ibadah puasa untuk diri-Nya. Allah menyebutkan bahwa amalan-amalan hamba dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa . Puasa akan dilipatgandakan lebih dari tujuh ratus kali lipat. Ini menunjukkan betapa besarnya pahala berpuasa, jamaah sekalian,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa keistimewaan ini karena di dalam puasa terdapat unsur kesabaran yang luar biasa . Orang yang berpuasa sabar meninggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya semata-mata karena Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang pahala orang-orang yang sabar:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang sabar akan diberi pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Dua Kegembiraan bagi Orang yang Berpuasa
Ustadz Aip melanjutkan dengan menyebutkan dua kegembiraan yang dijanjikan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bagi orang yang berpuasa. Beliau mengutip hadis:
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِندَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِندَ لِقَاءِ رَبِّهِ
“Orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan: kegembiraan ketika ia berbuka puasa, dan kegembiraan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Muslim)
“Kegembiraan pertama adalah saat berbuka puasa. Saat ia menikmati hidangan berbuka setelah seharian menahan lapar dan dahaga, itulah saat yang dinanti-nantikan. Ia begitu gembira dengan nikmat yang Allah berikan saat berbuka,” jelas Ustadz Aip.
“Kegembiraan kedua adalah saat bertemu dengan Allah Ta’ala. Ini adalah kegembiraan yang paling besar yang dirasakan oleh orang-orang yang beriman, yaitu bertemu dengan Allah. Orang yang berpuasa akan diberikan oleh Allah janji dan pahala yang sangat besar,” tambahnya.
Puasa dan Al-Qur’an sebagai Pemberi Syafaat
Ustadz Aip juga menyampaikan hadis tentang syafaat (pertolongan) yang akan diberikan oleh puasa dan Al-Qur’an di hari kiamat:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada seorang hamba pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
Beliau menjelaskan bagaimana puasa akan berbicara di hadapan Allah:
يَقُولُ الصِّيَامُ: يَا رَبِّ، مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ، فَشَفِّعْنِي فِيهِ
“Puasa berkata: ‘Wahai Rabbku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkan aku memberi syafaat untuknya.’”
“Bayangkan, jamaah sekalian, ibadah puasa yang kita lakukan akan memohon kepada Allah pada hari kiamat agar diberikan hak untuk memberi syafaat kepada kita. Ini adalah kemuliaan yang luar biasa,” ujar Ustadz Aip haru.
Bau Mulut Orang Berpuasa Lebih Harum dari Kasturi
Ustadz Aip juga mengutip hadis tentang keistimewaan lain dari orang yang berpuasa:
لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Muslim)
“Ketika orang berpuasa, terkadang tercium bau yang tidak sedap dari mulutnya. Bau tidak sedap itu akibat ia menahan lapar dan dahaga semuanya karena Allah. Maka Allah gantikan dengan yang lebih baik di hari kiamat: bau mulutnya itu lebih wangi dari pada minyak kasturi. Subhanallah,” paparnya penuh takjub.
Puasa adalah Perisai dari Api Neraka
Sebagai penutup, Ustadz Aip menyampaikan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam tentang fungsi puasa sebagai perisai:
الصَّوْمُ جُنَّةٌ
“Puasa itu perisai.” (HR. Bukhari & Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan:
الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَجُنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
“Puasa adalah perisai yang memerisai seorang hamba dari api neraka.”
“Ketika di hari kiamat, kita semua membutuhkan sesuatu yang dapat melindungi kita dari api neraka. Maka puasa akan menjadi perisai kita pada hari kiamat. Ia akan melindungi kita dari siksa neraka,” tegas Ustadz Aip.
Ramadhan di Depan Mata: Saatnya Bergembira dan Beramal
Menutup kultum, Ustadz Aip Syarifudin mengajak jamaah untuk merenungkan betapa besarnya keutamaan puasa dan bulan Ramadhan.
“Betapa besarnya ibadah dan keutamaan puasa yang akan kita dapatkan. Inilah dia di depan kita, bulan Ramadhan. Berhak sekali kita bergembira dengan kedatangan bulan yang agung ini, karena dengan ini Allah mengampuni dosa-dosa kita semuanya. Mari kita manfaatkan setiap detiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan meraih predikat takwa,” ajaknya.
Salat Tarawih malam kedua berlangsung dengan khusyuk hingga selesai. Jamaah tampak semakin bersemangat menjalani ibadah di bulan suci Ramadhan setelah mendapatkan pencerahan tentang keutamaannya yang luar biasa.


Tinggalkan Balasan