CIREBON, 22 Februari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam keenam Ramadhan 1447 H, Ahad (22/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz apt. Didin Ahidin, M.Farm. , menyampaikan kultum yang inspiratif dengan tema “Tiga Amalan Utama di Bulan Ramadhan” .
Jamaah tampak antusias menyimak tausiyah yang mengupas tentang amalan-amalan yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak selama bulan suci Ramadhan.

Ramadhan: Bulan Meningkatkan Amal Ibadah
Ustadz Didin Ahidin mengawali kultum dengan mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam telah memberikan contoh-contoh amal saleh yang perlu kita tingkatkan selama bulan mulia ini.
“Ramadhan adalah madrasah (sekolah) bagi orang-orang beriman. Di bulan ini, kita dilatih untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita. Mari kita manfaatkan setiap detiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” papar Ustadz Didin.
Beliau kemudian memaparkan tiga amalan utama yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak selama bulan Ramadhan, berdasarkan tuntunan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Amalan Pertama: Meningkatkan Ibadah Shalat
Amalan pertama yang harus kita tingkatkan adalah ibadah shalat, baik yang wajib maupun yang sunnah.
Shalat Wajib Berjamaah di Masjid
“Kita harus mentargetkan untuk melaksanakan shalat lima waktu secara berjamaah di masjid. Shalat berjamaah memiliki keutamaan 27 derajat dibandingkan shalat sendirian. Di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, pahalanya tentu akan dilipatgandakan,” jelas Ustadz Didin.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً
“Shalat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada shalat sendirian.” (HR. Bukhari & Muslim)
Shalat Sunnah Rawatib
Setelah membiasakan shalat wajib berjamaah, kita juga dianjurkan untuk meningkatkan shalat sunnah rawatib, yaitu shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib, baik sebelum maupun sesudahnya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
“Barangsiapa shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat (sunnah rawatib), maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Shalat Qiyamul Lail (Tarawih dan Tahajud)
Amalan yang paling istimewa di bulan Ramadhan adalah shalat malam atau qiyamul lail, yang kita kenal dengan shalat tarawih. Ustadz Didin mengutip hadis tentang keutamaan shalat malam di bulan Ramadhan:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat malam di bulan Ramadhan (tarawih) karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)
“Lihatlah betapa besar keutamaan shalat tarawih. Selain mendapatkan pahala yang berlipat, dosa-dosa kita yang telah lalu juga diampuni. Maka jangan sia-siakan kesempatan emas ini,” ajak Ustadz Didin.
Amalan Kedua: Memperbanyak Interaksi dengan Al-Qur’an
Amalan kedua yang sangat utama di bulan Ramadhan adalah memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an. Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga sangat tepat jika kita memperbanyak membaca, mengkaji, dan memahami maknanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ustadz Didin mengingatkan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca, tetapi juga mengkaji tafsirnya untuk memahami makna dan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
“Kita bisa membaca Al-Qur’an setiap hari, menargetkan khatam satu atau dua kali selama Ramadhan. Lebih dari itu, kita juga perlu mengkaji tafsir Al-Qur’an agar memahami arti dan pesan yang ingin disampaikan Allah kepada kita. Ini adalah ikhtiar kita untuk lebih mencintai kitab suci kita,” jelasnya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang pentingnya menghidupkan rumah dengan bacaan Al-Qur’an:
نَوِّرُوا بُيُوتَكُمْ بِتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا كَمَا فَعَلَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَىٰ
“Hidupkanlah rumah-rumah kalian dengan tilawah Al-Qur’an, dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan sebagaimana yang dilakukan oleh Yahudi dan Nasrani.” (HR. Ahmad)
“Rumah yang tidak pernah dibacakan Al-Qur’an di dalamnya bagaikan kuburan yang sunyi. Maka hidupkanlah rumah kita dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadhan yang mulia ini,” pesan Ustadz Didin.
Amalan Ketiga: Memperbanyak Infak dan Sedekah
Amalan ketiga yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memperbanyak infak dan sedekah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah teladan terbaik dalam hal kedermawanan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.
Ustadz Didin mengutip hadis tentang kedermawanan Rasulullah:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ
“Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah memberi makan untuk orang yang berbuka puasa. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
“Subhanallah, betapa besar keutamaan memberi makan orang berbuka. Kita mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat ganda,” papar Ustadz Didin.
Beliau juga mengingatkan bahwa sedekah tidak harus dalam jumlah besar. Yang terpenting adalah keikhlasan dan konsistensi. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
اتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
“Jagalah dirimu dari neraka meskipun hanya dengan (sedekah) sepotong kurma.” (HR. Bukhari & Muslim)
Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadhan
Ustadz Didin menambahkan bahwa sedekah di bulan Ramadhan memiliki keutamaan yang lebih besar dibandingkan di bulan-bulan lainnya. Hal ini karena bulan Ramadhan adalah bulan di mana setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
“Bayangkan, satu kebaikan dilipatgandakan hingga 700 kali lipat. Apalagi di bulan Ramadhan, tentu lipatannya akan lebih besar lagi. Maka jangan ragu untuk bersedekah, sekecil apa pun,” ajak Ustadz Didin.
Penutup: Konsistensi dalam Tiga Amalan Utama
Menutup kultum, Ustadz apt. Didin Ahidin, M.Farm., mengajak jamaah untuk konsisten dalam menjalankan tiga amalan utama ini selama bulan Ramadhan.
“Masih banyak malam di depan kita. Mari kita jaga dan tingkatkan tiga amalan ini: shalat (terutama tarawih dan qiyamul lail), interaksi dengan Al-Qur’an (membaca, mengkaji, dan memahami maknanya), serta memperbanyak infak dan sedekah, terutama memberi makan orang berbuka. Insya Allah, dengan ketiga amalan ini, Ramadhan kita akan penuh berkah dan kita akan meraih derajat takwa,” pungkasnya.
Salat Tarawih malam keenam berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak semakin bersemangat untuk mengamalkan tiga amalan utama yang telah disampaikan, sembari terus meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan.


Tinggalkan Balasan