CIREBON, 21 Februari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam kelima Ramadhan 1447 H, Sabtu (21/2/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. , menyampaikan kultum yang menginspirasi dengan tema “Ramadhan dan Kekuatan Umat” .
Jamaah yang memadati masjid tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas tentang jaminan pertolongan Allah bagi hamba-Nya serta karakteristik umat yang akan mendapatkan pertolongan tersebut.

Janji Pertolongan Allah bagi Orang-Orang yang Berjuang di Jalan-Nya
Ustadz Yandi Heryandi mengawali kultum dengan mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hajj ayat 40-41:
وَلَيَنصُرَنَّ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ . الَّذِينَ إِن مَّكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ أَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنكَرِ ۗ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ
“Dan sungguh, Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (Yaitu) orang-orang yang jika Kami berikan kedudukan di bumi, mereka melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang ma’ruf serta mencegah dari yang munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (QS. Al-Hajj: 40-41)
Beliau juga mengutip firman Allah dalam QS. Muhammad ayat 7:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7)
“Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan tegas menjanjikan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba yang menolong agama-Nya. Ini adalah jaminan yang pasti dari Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Tidak ada keraguan sedikit pun dalam janji ini,” papar Ustadz Yandi.
Beliau menjelaskan bahwa menolong agama Allah tidak harus dengan mengangkat senjata, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk: dengan harta, dengan ilmu, dengan tenaga, dan yang paling penting adalah dengan menjalankan syariat-Nya secara konsisten.

Empat Karakteristik Umat yang Akan Ditolong Allah
Memasuki pembahasan inti, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa dalam QS. Al-Hajj ayat 41, Allah menyebutkan empat karakteristik orang-orang yang akan mendapatkan pertolongan-Nya. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan dua karakteristik pertama, dan akan dilanjutkan pada pertemuan mendatang untuk dua karakteristik berikutnya.
Karakteristik Pertama: Mendirikan Shalat (Berjamaah)
“Orang yang akan ditolong Allah adalah mereka yang mendirikan shalat. Dalam konteks ayat ini, para ulama menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah shalat berjamaah, karena shalat berjamaah memiliki kekuatan yang luar biasa dalam membentuk karakter umat,” jelas Ustadz Yandi.
Beliau menguraikan beberapa nilai yang dapat dipetik dari shalat berjamaah:
a. Shalat Melatih Kita Disiplin
Shalat berjamaah mengajarkan kedisiplinan yang tinggi. Waktu-waktu shalat telah ditentukan, datang ke masjid tepat waktu, mengikuti gerakan imam dengan tertib. Semua ini melatih umat untuk hidup teratur dan disiplin.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103)
b. Shalat Mengajarkan Kejujuran
Shalat yang dikerjakan dengan benar dan khusyuk akan menumbuhkan kejujuran dalam diri seorang muslim. Ia sadar bahwa setiap gerakannya diawasi oleh Allah, sehingga ia akan terbiasa jujur dalam setiap perkataan dan perbuatan.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, ia adalah hati.” (HR. Bukhari & Muslim)
“Shalat yang khusyuk akan memperbaiki hati, dan hati yang baik akan melahirkan kejujuran dalam setiap perilaku,” tegas Ustadz Yandi.
c. Shalat Mengajarkan Akhlak Mulia, seperti Peduli kepada Orang Lain
Shalat yang benar akan mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan mungkar. Salah satu wujudnya adalah munculnya kepedulian kepada sesama, terutama kepada mereka yang lemah dan membutuhkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al-‘Ankabut: 45)
Ustadz Yandi mengingatkan bahwa shalat yang tidak mencegah pelakunya dari kemaksiatan dan tidak menumbuhkan kepedulian sosial adalah shalat yang perlu dipertanyakan kualitasnya. Beliau mengutip surat Al-Ma’un yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ . فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ . وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ . فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ . وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim. Dan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Maka celakalah orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya, yang berbuat ria, dan enggan (memberikan) bantuan.” (QS. Al-Ma’un: 1-7)
Karakteristik Kedua: Menunaikan Zakat dan Sedekah (Kekuatan Ekonomi Umat)
Karakteristik kedua dari umat yang akan ditolong Allah adalah mereka yang menunaikan zakat dan memperbanyak sedekah. Ini adalah kekuatan ekonomi umat yang sangat penting.
“Zakat dan sedekah bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan kekuatan ekonomi umat. Dengan zakat, kita membantu saudara-saudara yang lemah secara ekonomi, sehingga mereka juga bisa bangkit dan berkontribusi,” jelas Ustadz Yandi.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا
“Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka.” (QS. At-Taubah: 103)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda:
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ
“Sedekah tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
“Di bulan Ramadhan ini, momentum untuk memperbanyak sedekah sangat terbuka lebar. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan. Mari kita ikuti teladan beliau,” ajak Ustadz Yandi.

Dua Karakteristik Lainnya Akan Dijelaskan pada Pertemuan Mendatang
Ustadz Yandi menginformasikan bahwa masih ada dua karakteristik lagi dari ayat tersebut yang akan dijelaskan pada pertemuan mendatang, yaitu:
- Amar ma’ruf (menyuruh kepada kebaikan)
- Nahi munkar (mencegah dari kemungkaran)
“Insya Allah pada pertemuan yang akan datang, kita akan membahas dua karakteristik lainnya. Yang terpenting saat ini adalah kita mulai membiasakan diri dengan dua karakteristik pertama: mendirikan shalat berjamaah dan menunaikan zakat serta sedekah,” ujarnya.

Penutup: Ramadan, Bulan Membangun Kekuatan Umat
Menutup kultum, Ustadz Yandi Heryandi mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum membangun kekuatan umat.
“Ramadhan adalah bulan latihan. Mari kita perkuat shalat berjamaah kita, perkuat kepedulian sosial kita dengan zakat dan sedekah. Jika dua hal ini kuat, insya Allah umat ini akan menjadi umat yang kuat, yang pantas mendapatkan pertolongan Allah. Dua karakteristik lainnya akan menyusul, sehingga kita menjadi umat yang paripurna,” pungkasnya.
Salat Tarawih malam kelima berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak antusias menanti kelanjutan materi pada malam-malam berikutnya, sembari terus meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan.


Tinggalkan Balasan