CIREBON – Sabtu, 25 Oktober 2025 — Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) kembali mencetak sejarah dengan menyelenggarakan Wisuda ke-33 untuk Program Diploma, Sarjana, dan Profesi Ners. Sebanyak 1.287 wisudawan dari tujuh fakultas diwisuda dalam dua gelombang di Convention Hall UMC Kampus Watubelah.
Acara ini dihadiri oleh Rektor UMC Arif Nurudin, M.T., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., Badan Pembina Harian UMC, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota dan Kabupaten Cirebon, serta para tamu undangan lainnya.

Sambutan Rektor: Prestasi dan Arah Masa Depan UMC
Dalam sambutannya, Rektor UMC Arif Nurudin, M.T. menyampaikan rasa bangga atas capaian para wisudawan yang telah melalui banyak tantangan hingga berhasil menyelesaikan studinya.
“Saya ucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Keberhasilan ini merupakan buah dari perjuangan, ketekunan, dan doa yang tak pernah putus,” ujar beliau.
Rektor juga mengutip pesan KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, tentang pentingnya pembaharuan pemikiran agar umat Islam tetap relevan, tangguh, dan solutif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, Islam tidak hanya mengajarkan ibadah ritual, tapi juga mendorong perubahan sosial yang berkearifan lokal dan berdaya saing global.

Rektor juga memaparkan berbagai capaian UMC, antara lain:
- Empat program studi telah meraih akreditasi unggul.
- Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, memperkuat kualitas SDM kampus.
- Rencana pembangunan gedung 20 lantai sebagai ikon baru UMC, di mana lantai paling atas akan dibuat transparan dengan panorama Gunung Ciremai, laut Cirebon, dan teropong bintang.
Penghargaan untuk Tokoh Berjasa
Pada kesempatan tersebut, UMC memberikan penghargaan kepada dua tokoh penting:
- Prof. Dr. Ir. H. Murasa Sarkaniputra, Rektor pertama UMC, atas dedikasinya dalam membangun pondasi kampus ini.
- Dr. Ali Efendi, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, atas kiprah akademik dan kontribusinya bagi institusi
Dalam sambutannya, Prof. Murasa mengenang masa awal berdirinya UMC dengan hanya 150 mahasiswa, bahkan pada saat itu SPP bisa dibayar dengan padi atau ternak, menggambarkan kedekatan kampus dengan masyarakat agraris Cirebon. Beliau juga menyampaikan delapan pesan penting:
Untuk menghadapi tantangan zaman, umat Islam perlu bersikap proaktif dengan terus mengikuti perkembangan teknologi seperti AI, berperan dalam mengatasi kesenjangan ekonomi, dan memperkuat solidaritas antarnegara. Kepemimpinan yang amanah menjadi kunci terciptanya masyarakat yang makmur dan adil. Kepedulian terhadap isu kemanusiaan global, seperti di Gaza dan Palestina, menunjukkan komitmen terhadap nilai-nilai ukhuwah. Pemberdayaan umat dapat dilakukan melalui pembangunan masjid dan pengembangan agribisnis berbasis pesantren. Semua ikhtiar ini harus dibarengi dengan penguatan spiritual melalui dzikir, syukur, serta menjaga shalat dan puasa sebagai fondasi ketakwaan.

Pesan PWM Jabar: Jadilah Manusia yang Bermakna
Dalam sambutannya, Ketua PWM Jawa Barat, Prof. Dr. Ahmad Dahlan, M.Ag., berpesan agar lulusan UMC menjadi insan yang bersyukur dan hidup bermakna, serta tetap menjaga integritas dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Ananda sekalian akan menghadapi dunia nyata yang dinamis. Jalani dengan proses kebermaknaan dan rasa syukur. InsyaAllah, kalian akan menemukan jalan terbaik dalam hidup,” tutur beliau.
Dengan total 9.776 mahasiswa aktif, UMC terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul dalam keilmuan, keislaman, dan keindonesiaan. Wisuda kali ini menjadi tonggak penting menuju UMC yang semakin maju dan siap menghadapi tantangan global. (01-AF)


Tulis Balasan ke Soniaaa Batalkan balasan