CIREBON — Lebih dari 30 siswa antusias mengikuti Latihan Gabungan Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kota Cirebon, yang dilaksanakan pada 16 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan berbagai unit latihan, di antaranya SD Muhammadiyah 3, SMP Muhammadiyah 1, serta unit umum dari berbagai sekolah negeri dan swasta lainnya di Kota Cirebon.

Latihan ini bertujuan untuk menguatkan dasar-dasar bela diri para siswa, baik dalam aspek tradisi maupun persiapan kejuaraan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pemantapan menjelang Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang direncanakan akan digelar pada bulan Januari 2026 mendatang.

Latihan gabungan ini menjadi momen silaturahmi dan konsolidasi kader serta pendekar Tapak Suci lintas sekolah dan unit. Dalam kegiatan ini, hadir pula kader-kader Tapak Suci seperti Farid Syafi’udin, Yusron, Farhan, Wahyu, Luqman Harris, Meti Fitria, dan Eva. Sementara itu, Pendekar Deni Rochman turut memberikan motivasi dan bimbingan teknik kepada seluruh peserta latihan.

Dengan semangat “Bela Diri sebagai Ibadah”, Tapak Suci berupaya terus melahirkan kader-kader tangguh yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berakhlak mulia dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Semoga latihan ini menjadi langkah awal menuju peningkatan kualitas dan prestasi bela diri di kalangan pelajar Muhammadiyah dan masyarakat luas.

Pendekar Deni Rochman, selaku pembina sekaligus pelatih senior, dalam sambutannya menyampaikan bahwa latihan ini adalah bagian dari pembentukan karakter, spiritualitas, dan daya juang kader Muhammadiyah. “Tapak Suci tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membina iman, akhlak, dan kepemimpinan. Ini adalah warisan perjuangan ulama Muhammadiyah,” tegasnya.

Tapak Suci sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah di bidang seni bela diri, memiliki visi mencetak pesilat yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam :
“Al-mu’minul qawiyyu khairun wa ahabbu ilallahi minal mu’minid dha’if.”
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)
Melalui latihan gabungan ini, diharapkan akan muncul kader-kader pesilat muda yang mampu menjaga tradisi, berprestasi, dan menjadi duta dakwah Muhammadiyah di masyarakat.


Tulis Balasan ke Abah Noer Batalkan balasan