CIREBON, 23 Januari 2026 M / 5 Rajab 1447 H
Pelaksanaan Shalat Jumat pada 23 Januari 2026 di Masjid Santun Muhammadiah Kota Cirebon berlangsung penuh hikmah dan ilmu. Bertindak selaku Imam dan Khatib adalah Dr. H. Muchlis, M.Pd.I., yang membawakan tema khutbah tentang “Syaban: Bulan Persiapan Menyambut Ramadhan”.
Dalam tausiyahnya, Dr. Muchlis mengingatkan jamaah bahwa Syaban, sebagai bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah, memiliki posisi strategis sebagai gerbang menuju bulan suci Ramadhan. Beliau menyebut Syaban sebagai bulan “tahniah” (penyambutan) sekaligus “idad” (persiapan) untuk menyongsong kedatangan tamu agung, Ramadhan.
Syaban: Masa Menyirami Benih Amal
Mengutip perkataan seorang ulama sufi, Dzun Nun Al-Mishri, Dr. Muchlis memberikan analogi yang indah tentang tiga bulan istimewa:
قَالَ ذُو النُّونِ الْمِصْرِيُّ:
رَجَبٌ شَهْرُ الزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ سَقْيِ الزَّرْعِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ
Artinya: “Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Syaban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen.”
Dari analogi ini, beliau menekankan bahwa Syaban adalah fase krusial untuk “menyirami” dan memupuk benih-benih kebaikan yang telah ditanam di bulan Rajab, agar dapat dipanen dengan optimal di bulan Ramadhan.
Empat Persiapan Konkret di Bulan Syaban
Sebagai panduan praktis, Dr. Muchlis menyampaikan empat hal yang seyogianya dilakukan seorang muslim dalam menyiapkan diri di bulan Syaban:
- Mengkaji Ulang Fikih Ramadhan. Persiapan ilmu tentang puasa, shalat Tarawih, Zakat Fitrah, dan ibadah sunnah lainnya agar Ramadhan dijalani dengan pemahaman yang benar.
- Meningkatkan Ibadah Ritual (Mahdhah). Membiasakan dan menambah porsi ibadah seperti shalat sunnah, tilawah Al-Qur’an, dan dzikir, sebagai pemanasan rohani sebelum masuk Ramadhan. Hal ini sejalan dengan semangat meningkatkan ketakwaan.
قَالَ اللهُ تَعَالَى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)
- Meningkatkan Ibadah Sosial (Ijtima’iyah). Memperbanyak sedekah, menyambung silaturahmi, dan membantu sesama sebagai bentuk pembersihan hati dan harta.
- Merasa Bergembira Menyambut Ramadhan. Menumbuhkan perasaan suka cita dan syukur atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan penuh berkah, sebagaimana kegembiraan para salafus shalih.
Penutup dan Doa
Dr. Muchlis menutup khutbahnya dengan mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Syaban ini sebagai kesempatan emas untuk melakukan persiapan lahir dan batin. Dengan persiapan yang matang, diharapkan ibadah Ramadhan nanti dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk, optimal, dan membawa transformasi spiritual.
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Itu (Syaban) adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka aku suka jika amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i, hasan)
Khutbah dan Shalat Jumat berlangsung dengan tertib dan diikuti oleh jamaah dengan antusias. Dr. Muchlis kemudian menutup dengan doa, “Bārakallāhu lanā wa lakum” (Semoga Allah memberkahi kami dan kalian).
Wallahu a’lam bish-shawab.


Tulis Balasan ke puji nirmo Batalkan balasan