CIREBON, 9 Januari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menjadi tempat pelaksanaan Salat Jumat yang penuh hikmah. Pada Jumat (9/1/2026) ini, Ustadz H. Ali Mahfudz bertindak sebagai Imam dan Khatib. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan lainnya.
Dalam khutbahnya, Ustadz H. Ali Mahfudz membuka dengan mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (آل عمران: ١٠٢)
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali Imran: 102)
Beliau mengajak jamaah untuk meningkatkan ketakwaan dan senantiasa memohon rahmat bagi saudara-saudara yang sedang dalam perjalanan, sakit, atau berhalangan.
Menghidupkan Delapan Spirit Islam Rahmatan lil ‘Alamin
Khatib menekankan pentingnya menghayati dan mewujudkan hakikat Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin). Beliau merujuk pada firman Allah:
وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ (الأنبياء: ١٠٧)
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)
Untuk mewujudkan misi rahmat tersebut, Ustadz H. Ali Mahfudz memaparkan delapan spirit atau karakter utama Islam: Berikut uraian delapan spirit Islam Rahmatan lil ‘Alamin yang disampaikan dalam khutbah, dilengkapi dalil Al-Qur’an dan Hadis beserta artinya:
1. Agama Non-Diskriminatif
Islam menegaskan bahwa semua manusia setara di hadapan Allah. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ (الحجرات: ١٣)
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Hadis:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ (رواه مسلم)
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)
2. Agama yang Mudah dan Memberi Manfaat
Islam diturunkan untuk memudahkan, bukan mempersulit. Setiap kewajiban diukur dengan kemampuan.
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ (البقرة: ١٨٥)
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Hadis:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ (رواه البخاري)
“Sesungguhnya agama ini mudah. Tidak ada seorang pun yang mempersulit agama kecuali ia akan dikalahkan.” (HR. Bukhari)
3. Agama Transparan dan Jujur
Kejujuran adalah fondasi iman dan amal. Islam melarang segala bentuk kebohongan dan ketidakjelasan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ (التوبة: ١١٩)
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119)
Hadis:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ (متفق عليه)
“Hendaklah kalian selalu jujur, karena kejujuran mengantarkan kepada kebaikan.” (HR. Bukhari & Muslim)
4. Agama Penuh Tanggung Jawab
Setiap manusia bertanggung jawab atas perbuatannya, baik terhadap diri sendiri, sesama, maupun alam.
وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ . وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ (النجم: ٣٩-٤٠)
“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya.” (QS. An-Najm: 39-40)
Hadis:
كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ (رواه البخاري ومسلم)
“Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

5. Agama yang Mendorong Amal Saleh
Islam mendorong umatnya untuk produktif dalam berbuat baik, karena amal saleh adalah buah dari iman.
وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (البقرة: ١٩٥)
“Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Hadis:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ (رواه الترمذي)
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, ikutilah kejelekan dengan kebaikan yang akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
6. Agama yang Menjaga Kemaslahatan dan Keselamatan
Islam menjaga lima hal pokok: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Semua aturan bertujuan melindungi kemaslahatan manusia.
وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ (البقرة: ١٩٥)
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
Hadis tentang maqashid syariah (tujuan syariat) tercermin dalam banyak riwayat yang melarang segala bentuk kerusakan (mafsadah).
7. Agama Non-Transaksional dalam Ibadah
Ibadah dilakukan semata-mata karena Allah, tanpa mengharap imbalan duniawi.
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ (البينة: ٥)
“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)
8. Agama Akumulasi Kebajikan
Islam mengajak manusia menyempurnakan dirinya melalui akhlak mulia dan amal kebajikan yang terus berkembang.
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ (التين: ٤)
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4)
Ayat kelanjutannya:
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ (التين: ٥-٦)
“Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak putus-putusnya.” (QS. At-Tin: 5-6)
Hadis:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ (رواه أحمد)
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)
Dengan memahami dan mengamalkan kedelapan spirit ini, seorang muslim dapat menghadirkan keberkahan dan rahmat bagi dirinya dan seluruh alam, mewujudkan hakikat Islam Rahmatan lil ‘Alamin.
Khutbah ditutup dengan pesan agar seluruh spirit ini tidak hanya dipahami, tetapi diinternalisasi dan diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberadaan seorang muslim benar-benar dapat menjadi sumber rahmat bagi keluarga, tetangga, dan lingkungan yang lebih luas, sesuai dengan visi Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Salat Jumat dilanjutkan dengan kekhusyukan dan ditutup dengan doa bersama untuk kebaikan umat dan bangsa.


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini