Khutbah Jum’at di Hari Idul Fitri: Merenungi Hakikat Kembali ke Fitrah dan Enam Peringatan Penting bagi Umat Beriman

CIREBON, 20 Maret 2026 – Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 H di berbagai masjid dan lapangan Kota dan Kabupaten Cirebon. Ribuan jamaah memadati tempat-tempat ibadah untuk menunaikan shalat sunnah Idul Fitri setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Ramadhan 1447 H, Jumat (13/3/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Jum’at, Ustadz Drs. Somantri Perbangkara M.PdI., menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah merenungkan hakikat Idul Fitri.

Dalam khutbahnya, para khatib mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan sekadar hari kegembiraan, tetapi juga hari peringatan bagi orang-orang yang beriman. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)


Enam Peringatan di Hari yang Fitri

Menurut Ustadz Somantri, “Para khatib menyampaikan enam peringatan penting yang harus direnungkan oleh setiap muslim” di hari yang suci ini:

1. Peringatan Tentang Hakikat Kembali ke Fitrah

Idul Fitri adalah momentum kita kembali kepada fitrah, yaitu kesucian asal sebagaimana saat kita dilahirkan. Selama Ramadhan, kita telah ditempa dan dididik untuk membersihkan diri dari dosa-dosa. Kini, di hari yang fitri ini, kita diingatkan untuk mempertahankan kesucian tersebut.

2. Peringatan Tentang Singkatnya Kehidupan

Ramadhan datang dan pergi begitu cepat. Begitu pula kehidupan kita. Kita tidak tahu apakah masih akan dipertemukan dengan Ramadhan berikutnya. Karena itu, kita harus memanfaatkan setiap kesempatan untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.

3. Peringatan Tentang Ampunan Allah

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Ramadan mengajarkan bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka lebar bagi hamba-Nya yang bertobat dengan sungguh-sungguh.

4. Peringatan untuk Menjaga Amal

Jangan biarkan semangat ibadah berhenti setelah Ramadan berakhir. Jadikan Ramadan sebagai awal perubahan, bukan akhir dari kebaikan. Teruslah menjaga shalat dan berjamaah, teruslah membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, teruslah membantu orang yang membutuhkan, dan teruslah memperbaiki diri untuk memelihara ketakwaan.

5. Peringatan Tentang Persaudaraan dan Maaf Memaafkan

Hari ini kita saling berjabat tangan, saling memaafkan. Kita mungkin tidak mampu menghapus semua kesalahan masa lalu, tetapi kita bisa membuka lembaran baru dengan saling memaafkan. Jangan pulang dari tempat shalat ini dengan hati yang masih menyimpan dendam! Lepaskan semuanya!

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22)

Maafkan saudara kita, sebagaimana kita berharap Allah memaafkan dan mengampuni dosa-dosa kita.

6. Peringatan Tentang Perubahan Diri

Pertanyaan yang harus kita renungkan hari ini adalah: Apakah kita benar-benar berubah setelah Ramadan? Apakah hati kita menjadi lebih lembut? Apakah lisan kita menjadi lebih terjaga? Apakah tangan kita lebih ringan untuk menolong sesama?


Refleksi Akhir: Kebahagiaan Sejati

Ramadan telah mengajarkan kita banyak hal. Ia mengajarkan kesabaran ketika lapar. Ia mengajarkan keikhlasan ketika beribadah. Ia mengajarkan kepedulian ketika melihat saudara kita yang kekurangan. Ramadan melatih kita untuk lebih dekat kepada Allah dan lebih lembut kepada sesama manusia.

Ingatlah, kebahagiaan sejati bukan hanya di dunia ini. Kebahagiaan sejati adalah ketika suatu hari nanti kita dipanggil oleh Allah dengan hati yang bersih. Husnul khatimah.

Semoga Allah menerima puasa kita, menerima amal kita, mengampuni dosa-dosa kita, menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah, dan dipertemukan kembali dengan Ramadan yang akan datang. Aamiin.

أَقُولُ قَوْلِي هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ


Khutbah Kedua: Saling Memaafkan dan Merayakan Kemenangan

Dalam khutbah kedua, Ustadz Somantri kembali mengajak jamaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan jangan mati kecuali dalam keadaan muslim.

Marilah kita saling memaafkan atas segala khilaf dan salah. Semoga hati kita kembali ringan, penuh damai, dan penuh cahaya.

Selamat Idul Fitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Shiyamana wa shiyamakum. Mari rayakan kemenangan ini dengan senyum tulus dan pelukan hangat disertai keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillahil hamd.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *