Khutbah Jumat di Masjid Ad-Din Ummada: Mengungkap Makna Tersembunyi dan Menyongsong Ramadhan di Bulan Sya’ban

CIREBON, 23 Januari 2026 – Masjid Ad-Din Ummada Kampus Kalitanjung Kota Cirebon menjadi pusat kekhidmatan dan pencerahan pada pelaksanaan Salat Jumat kali ini. Ustadz Achmad Nurjanah, SE., S.Pd., M.Si., yang bertindak sebagai Imam dan Khatib, menyampaikan khutbah yang mendalam dengan tema “Makna Tersembunyi di Balik Huruf Sya’ban”, mengajak jamaah untuk memaknai bulan ini sebagai momentum persiapan lahir dan batin menyongsong Ramadhan.

Sya’ban: Bulan Mulia yang Sering Terlupakan
Dalam mukadimahnya, Ustadz Achmad Nurjanah menegaskan pentingnya menata niat untuk meraih keutamaan ibadah Jumat. Beliau kemudian mengajak jamaah menyadari kedudukan istimewa bulan Sya’ban, yang kerap dilalaikan karena posisinya yang diapit oleh dua bulan agung: Rajab dan Ramadhan.

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ
“Itu adalah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan.” (HR. An-Nasa’i)

Meski sering terlupakan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam justru memperbanyak puasa sunnah di bulan ini, salah satunya karena pada Sya’ban amal perbuatan manusia diangkat kepada Allah. Beliau bersabda:

تُرْفَعُ فِيهِ الأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Pada bulan (Sya’ban) itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku ingin amalku diangkat sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An-Nasa’i)

Dekonstruksi Makna: Tafsir Huruf Hijaiyah Sya’ban
Khatib kemudian menguraikan makna filosofis bulan Sya’ban melalui tafsir setiap huruf dalam kata شَعْبَانَ (Sya’ban), merujuk pada kitab Nuzhatul Majalis karya Imam Abdurrahman As-Shafury.

  1. Syin (ش) untuk Asy-Syaraf (Kemuliaan). Sya’ban adalah bulan untuk menggapai kemuliaan dengan menjaga kehormatan diri, akhlak, lisan, dan perbuatan. Kemuliaan sejati, sebagaimana firman Allah, terletak pada ketakwaan. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
    “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
  2. ‘Ain (ع) untuk Al-‘Uluw (Ketinggian Derajat). Sya’ban adalah momentum untuk mengangkat derajat spiritual melalui ibadah sunnah, shalawat, dan mendekatkan diri pada Al-Qur’an.
  3. Ba’ (ب) untuk Al-Birr (Kebajikan). Sya’ban mengajak untuk memperbanyak kebaikan holistik, tidak hanya ritual tetapi juga kepedulian sosial. Allah menjanjikan balasan berlipat ganda. مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
    “Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia akan mendapat (balasan) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am: 160)
  4. Alif (ا) untuk Al-Ulfah (Keakraban dan Kasih Sayang). Sya’ban adalah bulan untuk merajut kembali ukhuwah, memaafkan, dan menebar cinta kasih dalam keluarga dan masyarakat. وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
    “Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Ali ‘Imran: 134)
  5. Nun (ن) untuk An-Nur (Cahaya). Amalan di bulan Sya’ban diharapkan menjadi cahaya (nur) yang menerangi hati, membersihkan jiwa, dan menjadi bekal cahaya iman untuk menyambut Ramadhan.

Penutup dan Doa: Menyambut Ramadhan dengan Persiapan Optimal
Ustadz Achmad Nurjanah menutup khutbah dengan seruan agar jamaah tidak menyia-nyiakan bulan Sya’ban. Beliau mengajak untuk menghidupkannya dengan memperbanyak amal saleh, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan ketakwaan. “Jadikan Sya’ban sebagai bulan persiapan ruhani agar kita memasuki Ramadhan dengan hati yang bersih, iman yang kuat, dan semangat ibadah yang lebih baik,” pesannya.

Khutbah ditutup dengan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempertemukan jamaah dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiat, dan memberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah di dalamnya dengan optimal. Salat Jumat berlangsung tertib dan khidmat, mengisi jiwa jamaah dengan pesan-pesan persiapan spiritual menuju bulan suci.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Balasan ke puji nirmo Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *

Satu tanggapan untuk “Khutbah Jumat di Masjid Ad-Din Ummada: Mengungkap Makna Tersembunyi dan Menyongsong Ramadhan di Bulan Sya’ban”

  1. Avatar puji nirmo
    puji nirmo

    Semoga kita semua bs mempersiapkan diri mrnghadapi bln Ramadhan 1447 H dg membuat rencana yg baik dlm bln Sya’ban