CIREBON, 6 Februari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menjadi tempat pencerahan dan pembinaan iman dalam pelaksanaan Salat Jumat. Pada Jumat (6/2/2026) ini, Ustadz Sunarya, S.Pd.I., MM., bertindak sebagai Imam dan Khatib, menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah untuk meningkatkan kualitas ketakwaan melalui ibadah yang cerdas dan semangat berlomba dalam kebaikan. Nampak hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta sejumlah pimpinan lainnya.
Dasar Takwa: Ibadah yang Cerdas dan Berjamaah
Khatib membuka khutbah dengan mengajak jamaah untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Landasan takwa yang utama adalah beribadah kepada-Nya dengan ikhlas dan sungguh-sungguh. Beliau menekankan pentingnya ibadah yang cerdas, yaitu ibadah yang tidak hanya rutin, tetapi juga dipahami, dihadiri dengan sungguh-sungguh, dan dilaksanakan dalam kebersamaan (berjamaah).
Ustadz Sunarya mengilustrasikan kecerdasan beribadah ini dengan kisah teladan seorang sahabat Nabi. “Bayangkan keutamaan seorang sahabat yang selalu mendapat tempat di sebelah kanan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam shalat jamaah. Ketika ia sakit, Rasulullah menjenguknya dari pagi hingga sore, menunjukkan betapa mulianya orang yang komitmen pada jamaah,” ujarnya. Kisah ini menggambarkan bahwa panggilan iman untuk berjamaah bisa mengalahkan segala hambatan, termasuk jarak dan kondisi fisik.

Semangat Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan
Dari kisah tersebut, khatib mengajak jamaah untuk meneladani semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan). Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menantang setiap muslim untuk menjadi yang terdepan dalam amal kebajikan:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا
“Dialah (Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al-Mulk: 2)
Ayat ini, jelas Ustadz Sunarya, adalah motivasi untuk tidak menjadi muslim yang biasa-biasa saja. “Allah tidak bertanya siapa yang banyak amalnya, tetapi siapa yang paling baik (ahsan) amalnya. Ini mengajak kita untuk berlomba dalam kualitas, keikhlasan, dan dampak dari setiap perbuatan baik kita,” tegasnya.
Memberikan yang Terbaik: Modal Menyambut Ramadhan
Pesan inti lainnya adalah memberikan kontribusi terbaik sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Seperti sahabat tadi yang memberikan yang terbaik dari apa yang ia miliki—waktunya, tenaganya untuk hadir berjamaah—kita pun harus demikian,” ajak khatib.
Menyambut bulan Sya’ban yang segera bergulir, Ustadz Sunarya menegaskan bahwa momentum ini adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan ketaatan dan memperbanyak amal ibadah. “Marilah kita isi Sya’ban ini dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas amal baik kita. Tingkatkan tilawah, perbanyak sedekah, jaga shalat berjamaah, dan sambutlah Ramadhan nanti dengan bekal iman yang lebih berat,” pesannya.
Khutbah ditutup dengan doa agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan jamaah sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa fastabiqul khairat, mampu beribadah dengan cerdas dan ikhlas, serta diberi kekuatan untuk konsisten memberikan yang terbaik dari diri mereka untuk agama, masyarakat, dan persyarikatan. Dengan semangat ini, diharapkan setiap muslim dapat menjadi pribadi yang produktif dalam kebaikan dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bersama.


Tulis Balasan ke Uung Qurochtul’ain Batalkan balasan