CIREBON, 30 Januari 2026 – Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menjadi pusat kekhidmatan pada pelaksanaan Salat Jumat terakhir di bulan Januari. Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., yang bertindak sebagai Imam dan Khatib, menyampaikan khutbah yang mengajak jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan dengan membersihkan hati dan mensyukuri petunjuk Allah. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta sejumlah pimpinan lainnya.

Sumber Kebahagiaan Sejati: Fadhilah dan Rahmat Allah
Khatib membuka khutbah dengan mengajak jamaah untuk senantiasa bertakwa dan bersyukur. Beliau mengutip firman Allah SWT sebagai landasan kebahagiaan seorang muslim:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
“Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.’” (QS. Yunus: 58)

Ustadz Yandi menjelaskan, bahwa “karunia” (fadhl) dan “rahmat” (rahmat) Allah yang paling agung adalah Al-Qur’an dan hidayah iman. Kebahagiaan sejati, tegasnya, bukan terletak pada harta benda, tetapi pada anugerah menjadi orang yang diberi petunjuk. Makna serupa juga terkandung dalam QS. Al-Baqarah ayat 185, yang menyebut Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk.
شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَٰتٍ مِّنَ ٱلْهُدَىٰ وَٱلْفُرْقَانِ ۚ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا۟ ٱلْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا۟ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
(QS Al Baqarah ayat 185)
Membersihkan Hati untuk Menyambut Petunjuk
Oleh karena itu, sebagai persiapan menyambut bulan turunnya petunjuk (Al-Qur’an) yaitu Ramadhan, khatib mengajak jamaah untuk terlebih dahulu membersihkan hati. “Al-Qur’an dekat dengan orang-orang yang bersih hatinya. Rahmat Allah yang berupa Ramadhan ini harus kita syukuri dengan sungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya,” pesannya. Beliau juga mengingatkan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan bulan suci ini:
قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan.” (HR. Ahmad)

Langkah Konkret Persiapan Menyambut Ramadhan
Ustadz Yandi menyampaikan bahwa kegembiraan menyambut Ramadhan hendaknya diwujudkan dalam amal konkret, meski tidak ada ibadah khusus di bulan Sya’ban. Beliau merangkum tiga langkah utama persiapan rohani:
- Bertobat dan Bermuhasabah: Segera bertaubat kepada Allah, melakukan introspeksi diri (muhasabah), dan memperbanyak istighfar.
- Menghilangkan Iri dan Dengki: Menjauhi sifat iri hati (hasad) dan dengki, yang merupakan penyakit hati yang merusak persaudaraan. Beliau mengingatkan pesan Nabi SAW:
> إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ، فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ
> “Jauhilah oleh kalian hasad (iri dan dengki), karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud) - Meningkatkan Kualitas Ibadah: Meningkatkan dan mengonsistenkan ibadah-ibadah sunnah, seperti shalat, puasa, dan tilawah Al-Qur’an, untuk membangun ritme spiritual sebelum Ramadhan tiba.
Khutbah ditutup dengan doa agar seluruh jamaah dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat, lapang, dan penuh kesiapan. Dengan hati yang bersih dan bekal ibadah yang cukup, diharapkan setiap muslim dapat meraih fadhilah dan rahmat Allah yang dijanjikan di bulan yang penuh berkah tersebut.


Tulis Balasan ke Erli Batalkan balasan