Khutbah Jumat Masjid Santun Muhammadiyah: Peringatan Bencana sebagai Teguran Ilahi

CIREBON, 12 Desember 2025 — Salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah, Kota Cirebon, berlangsung khusyuk dengan jamaah yang memadati ruang utama masjid. Bertindak sebagai imam dan khatib adalah Ustadz Indra Sudrajat, ME.Sy., yang dalam khutbahnya menyampaikan pesan mendalam tentang bencana sebagai peringatan dari Allah SWT atas kemaksiatan dan kelalaian umat manusia.

Mengawali khutbahnya, beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-A’raf: 97–98:

أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَـٰتًۭا وَهُمْ نَآئِمُونَ (٩٧) أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًۭى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (٩٨)

Artinya:
“Apakah penduduk negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami pada malam hari ketika mereka sedang tidur?
Ataukah penduduk negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami pada waktu dhuha ketika mereka sedang bermain?”
(QS. Al-A’raf: 97–98)

Ustadz Indra menjelaskan bahwa bencana adalah teguran dari Allah ketika kemaksiatan dan kemungkaran dibiarkan tanpa ada taubat. Ia mengingatkan bahwa sebuah kaum yang merasa aman dalam maksiat, meninggalkan salat, melakukan riba, zina, judi, serta melegalkan kemusyrikan, sedang berada di ambang murka Allah.

Lebih lanjut, khatib mengangkat pentingnya peran pemimpin yang bertaqwa, adil, dan kembali kepada sunah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. Bila pemimpin rusak dan menjerumuskan rakyat, maka bencana pun bisa menimpa seluruh masyarakat — bahkan yang beriman. Namun orang beriman yang wafat dalam kondisi taat akan dibangkitkan sesuai amalnya.

Dua waktu datangnya bencana secara tiba-tiba, disebutkan dalam ayat tersebut adalah malam hari dan waktu dhuha, sebagai peringatan bahwa azab bisa datang kapan saja, tanpa tanda-tanda.

Ustadz Indra menegaskan bahwa taubat dan perbaikan bersama adalah kunci untuk meraih rahmat Allah. Diperlukan kesadaran kolektif, mulai dari masyarakat hingga pemimpin, untuk kembali kepada syariat Allah.

Beliau juga mengutip sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الناس إذا رأوا المنكر فلم يغيروه أوشك أن يعمهم الله بعقاب منه
(رواه الترمذي)

Artinya:

“Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran dan tidak mencegahnya, maka hampir-hampir Allah akan menimpakan azab secara merata kepada mereka.”
(HR. Tirmidzi)

Mengakhiri khutbahnya, Ustadz Indra mengajak jamaah untuk beristighfar, meningkatkan ketaatan, dan membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana. Ini adalah bentuk kepedulian sosial dan solidaritas yang menjadi ciri umat Islam sejati.

“Mari kita kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, memperbaiki diri dan masyarakat, serta bahu-membahu dalam membantu saudara kita yang tertimpa musibah. Inilah amal nyata yang dicintai Allah,” pungkasnya.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Balasan ke PUJI NIRMO Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *

Satu tanggapan untuk “Khutbah Jumat Masjid Santun Muhammadiyah: Peringatan Bencana sebagai Teguran Ilahi”

  1. Avatar PUJI NIRMO
    PUJI NIRMO

    Semoga menjadi peringatan bagi kita semua, agar kita bs mengambil hikmah dlm setiap kejadian/musibah