Khutbah Jumat: Memaknai Musibah dalam Perspektif Iman dan Takwa

CIREBON – Jumat, 5 Desember 2025, Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Baitul Arqom Ummada Kampus 1, Jl. Walet Cirebon. Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., bertindak sebagai imam dan khatib dalam khutbah Jumat yang mengangkat tema penting: “Memaknai Musibah sebagai Ujian Iman”.

Khutbah diawali dengan seruan takwa. Khatib mengajak jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, karena hanya dengan takwa kita bisa kuat menghadapi segala ujian, termasuk musibah yang silih berganti melanda bangsa kita akhir-akhir ini—banjir, longsor, kehilangan harta bahkan nyawa.

Musibah: Realitas Kehidupan yang Tak Terelakkan

Dalam khutbahnya, Ustadz Yandi menjelaskan bahwa musibah adalah fakta dalam hidup. Ia bisa datang tiba-tiba, tanpa bisa diprediksi, dan berdampak pada harta, jiwa, bahkan keluarga. Secara bahasa, musibah bermakna sesuatu yang menyakitkan, namun dalam Islam, musibah tidak selalu negatif—ia bisa menjadi tanda cinta Allah kepada hamba-Nya, agar kembali dan bersabar.

Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Al-Hadid ayat 22–23:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (٢٢)

لِّكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (٢٣)

“Tiada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (22) Agar kamu tidak berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid: 22–23)

Khatib menekankan bahwa segala musibah sudah ditentukan dalam takdir Allah. Maka, tidak selayaknya kita larut dalam kesedihan berlebih, atau merasa sombong saat dalam kelapangan.

Musibah Bisa Bersumber dari Dosa Manusia

Ustadz Yandi juga mengingatkan bahwa musibah bisa menjadi peringatan akibat ulah manusia. Allah berfirman dalam QS. Asy-Syura: 30:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

“Apa saja musibah yang menimpa kamu, maka itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Musibah, menurut beliau, juga bisa berupa kelapangan harta maupun kesempitan ekonomi. Semuanya ujian dari Allah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah: 155–156:

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (١٥٥)
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)

“Dan sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (155) Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata: ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali).” (QS. Al-Baqarah: 155–156)

Hadis: Musibah Menghapus Dosa

Beliau menutup khutbah dengan hadis Rasulullah SAW:

“Tidaklah seorang Muslim tertimpa keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan, bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapuskan dosa-dosanya karenanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan

Khatib mengajak jamaah untuk tidak berprasangka buruk terhadap Allah dalam setiap musibah. Sebaliknya, maknailah musibah sebagai ladang pahala, penghapus dosa, dan kesempatan memperbaiki diri. Ia juga mendoakan agar saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah diberi kesabaran, kekuatan, dan perlindungan oleh Allah SWT.

Khutbah yang menyentuh ini diakhiri dengan doa dan harapan agar umat Islam semakin kokoh dalam keimanan saat menghadapi cobaan, dan mampu mengambil pelajaran dari setiap ujian hidup.

Komentar (Tanggapan)

Tulis Balasan ke Tyas ayu wardani Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *

Ada 18 tanggapan untuk “Khutbah Jumat: Memaknai Musibah dalam Perspektif Iman dan Takwa”

  1. Avatar sindy atika putri D31B
    sindy atika putri D31B

    ceramahnya bagus dan jelas, melihat musibah sebagai cara Allah buat bikin kita lebih kuat dan lebih dekat pada-Nya. penyampaiannya sederhana sangat bermakna

  2. Avatar Astri Novian Rahmawati Rizki-D3 farmasi
    Astri Novian Rahmawati Rizki-D3 farmasi

    Khutbahnya jelas dan ngena banget, bahas musibah sebagai ujian iman dengan contoh ayat yang pas. Penyampaian ustadz juga bikin kita lebih sadar buat sabar dan introspeksi. Cocok buat kondisi sekarang.

  3. Avatar izza fauza uli nuha D3 Farmasi TK1 1B
    izza fauza uli nuha D3 Farmasi TK1 1B

    masya allah pak ilmunya bermanfaat, terimakasih

  4. Avatar Intan Nabila
    Intan Nabila

    Terima kasih, Bapak, Khutbahnya menambah wawasan dan sangat bermanfaat.

  5. Avatar decha arnita sari d3 kep tk.1
    decha arnita sari d3 kep tk.1

    alhamdulillah terimakasih bapak atas ilmu nya semoga ber manfaat utk kita semua Aamiin

  6. Avatar Faqih Mulya Hadi Kusuma D31B
    Faqih Mulya Hadi Kusuma D31B

    Terima kasih bapak atas ilmunya yang sangat bermanfaat

  7. Avatar Faqih Mulya Hadi Kusuma D31B
    Faqih Mulya Hadi Kusuma D31B

    Terima kasih bapak atas ilmunya yang sangat bersemangat

  8. Avatar Tyas ayu wardani
    Tyas ayu wardani

    makasih paaa ilmu nya bermanfaat

  9. Avatar dewi sundari d3 keperawatan tk1
    dewi sundari d3 keperawatan tk1

    terima kasih atas ceramah yang disampaikan saya sangat mengapresiasi yang telah disampaikan mengenai khutbah Jumat hari ini. Penjelasan tersebut membantu kita semua untuk lebih memahami bahwa setiap musibah yang datang bukan hanya cobaan, tetapi juga peluang untuk memperkuat iman dan memperdalam takwa.

  10. Avatar Sandhi mardiansyah
    Sandhi mardiansyah

    MasyaAllah