CIREBON, 5 Desember 2025 — Khutbah Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon hari ini disampaikan oleh Ustadz Mohammad Zaki Fariz, yang bertindak sebagai imam dan khatib. Tema yang diangkat adalah “Menjaga Bumi dan Lingkungan, Bukan Membuat Kerusakan”, sebuah pesan penting yang sangat relevan dengan kondisi bumi saat ini.
Dalam khutbahnya, Ustadz Zaki menegaskan bahwa merawat alam adalah bagian dari perintah agama, bukan sekadar anjuran moral. Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan seperti banjir, longsor, pencemaran udara dan air, hingga perubahan iklim, bukanlah musibah tanpa sebab, melainkan akibat langsung dari ulah manusia.
Beliau mengutip firman Allah dalam Surat Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Ayat ini menjadi peringatan keras bahwa ulah manusia-lah yang menyebabkan kehancuran alam. Maka dari itu, Ustadz Zaki menyerukan agar umat Islam menjadi pelopor dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Beliau juga mengutip Surat Hud ayat 116, yang menyinggung pentingnya adanya sekelompok orang yang terus menyerukan kebaikan dan mencegah kerusakan:
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِنْ قَبْلِكُمْ أُولُو بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ…
“Maka mengapa tidak ada dari umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari berbuat kerusakan di muka bumi…” (QS. Hud: 116)
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
“الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً،… وَإِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ”
“Iman itu memiliki lebih dari 70 cabang… dan menyingkirkan gangguan dari jalan adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa bahkan tindakan sederhana seperti menyingkirkan duri dari jalan adalah bentuk nyata dari keimanan. Apalagi menjaga sungai dari sampah, merawat pohon, dan tidak mencemari udara adalah bagian dari amal salih.
Pesan Penutup
Ustadz Zaki menegaskan, “Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab aktivis atau pemerintah, tetapi bagian dari ibadah kita kepada Allah. Merusaknya adalah dosa, dan menjaganya adalah amal jariah yang pahalanya terus mengalir.”
Ia mengajak seluruh jamaah untuk mulai dari hal kecil: tidak membuang sampah sembarangan, hemat air, tanam pohon, dan aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Mari kita jadikan bumi tempat tinggal yang layak dan berkah, sebagai bentuk ketaatan kita kepada Allah dan kasih sayang kepada generasi mendatang.


Tulis Balasan ke PUJI NIRMO Batalkan balasan