Kuliah Subuh di Masjid Al Ikhlas: Dr. Aip Syarifudin Paparkan Kriteria Doa Terbaik Menurut Allah

CIREBON, 22 Februari 2026 – Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Kuliah Subuh, Ahad (22/2/2026). Bertindak sebagai penceramah Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon, Assoc. Prof. Dr. Aip Syarifudin, M.Ag., menyampaikan tausiyah yang mendalam dengan tema “Doa Terbaik Menurut Allah” .

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi, H. Digyono , beserta jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Kesambi. Jamaah yang memadati masjid tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengupas tentang bagaimana agar doa-doa kita diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.


Doa: Intisari Ibadah dan Senjata Orang Beriman

Prof. Dr. Aip Syarifudin mengawali kuliah Subuh dengan menjelaskan kedudukan doa dalam Islam. Beliau mengutip hadis Rasulullah halallahu Alaihi Wasallam :

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah intisari ibadah.” (HR. Tirmidzi)

Beliau juga mengingatkan bahwa doa adalah senjata orang beriman sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

الدُّعَاءُ سِلَاحُ الْمُؤْمِنِ وَعِمَادُ الدِّينِ وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“Doa adalah senjata orang mukmin, tiang agama, dan cahaya langit dan bumi.” (HR. Hakim)

“Doa memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Ia adalah intisari ibadah, senjata orang beriman, dan bukti ketergantungan seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan berdoa, kita mengakui bahwa kita lemah dan hanya Allah Yang Maha Kuasa,” papar Prof. Aip.


Doa Terbaik Menurut Allah

Memasuki inti pembahasan, Prof. Aip menjelaskan bahwa tidak semua doa otomatis dikabulkan. Ada doa-doa terbaik yang memiliki kriteria khusus sehingga lebih berpeluang untuk diijabah oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Beliau mengutip firman Allah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Ghafir: 60)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memerintahkan kita untuk berdoa dan menjanjikan akan mengabulkannya. Namun, ada syarat dan kriteria agar doa menjadi doa terbaik yang mustajab.

1. Doa yang Dilandasi Keikhlasan Hanya kepada Allah

Doa terbaik adalah doa yang dipanjatkan dengan ikhlas hanya kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

“Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (QS. Ghafir: 14)

2. Doa yang Disertai dengan Keyakinan Akan Dikabulkan

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main.” (HR. Tirmidzi)

3. Doa yang Dipanjatkan dengan Merendahkan Diri dan Suara Lemah lembut

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf: 55)

4. Doa yang Disertai dengan Perbuatan Baik dan Menjauhi yang Haram

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam menceritakan tentang seorang musafir yang kusut, berdebu, dan menadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, “Ya Rabb, ya Rabb.” Namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dengan yang haram. Maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan? (HR. Muslim)

5. Doa pada Waktu-Waktu Mustajab

Prof. Aip menjelaskan bahwa ada waktu-waktu tertentu yang sangat mustajab untuk berdoa, di antaranya:

  • Sepertiga malam terakhir (waktu sahur)
  • Antara azan dan iqamah
  • Saat sujud dalam shalat
  • Di hari Jumat, terutama pada saat-saat terakhir sebelum maghrib
  • Saat berbuka puasa bagi orang yang berpuasa
  • Di malam Lailatul Qadar

Doa Orang Berpuasa Adalah Doa yang Mustajab

Mengingat kita sedang berada di bulan Ramadhan, Prof. Aip mengingatkan keistimewaan doa orang yang berpuasa. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa, ketika berbuka, ada doa yang tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah)

“Maka manfaatkanlah momentum Ramadhan ini untuk memperbanyak doa, terutama saat menjelang berbuka puasa. Inilah saat-saat istimewa di mana doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak oleh Allah,” ajak Prof. Aip.


Adab-Adab Berdoa agar Dikabulkan

Prof. Aip juga menjelaskan beberapa adab berdoa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

1. Memulai dengan Memuji Allah dan Bershalawat kepada Nabi

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ اللَّهِ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ، ثُمَّ لِيُصَلِّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ لِيَدْعُ بَعْدُ بِمَا شَاءَ

“Jika salah seorang di antara kalian berdoa, hendaklah ia memulai dengan memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian bershalawat kepada Nabi SAW, setelah itu berdoalah dengan apa yang ia kehendaki.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

2. Mengangkat Tangan dan Menghadap Kiblat

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ketika berdoa sering mengangkat kedua tangannya dan menghadap kiblat.

3. Bersungguh-sungguh dalam Berdoa

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

لَا يَقُولَنَّ أَحَدُكُمْ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ، وَلَكِنْ لِيَعْزِمْ فِي الْمَسْأَلَةِ، فَإِنَّ اللَّهَ لَا مُكْرِهَ لَهُ

“Janganlah salah seorang di antara kalian berdoa, ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau kehendaki.’ Tetapi hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam meminta, karena Allah tidak ada yang memaksa-Nya.” (HR. Bukhari & Muslim)

4. Mengulang Doa hingga Tiga Kali

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sering mengulang doanya hingga tiga kali.


Doa yang Paling Sering Dipanjatkan Rasulullah

Prof. Aip menginformasikan bahwa doa yang paling sering dipanjatkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (HR. Bukhari & Muslim)

“Ini adalah doa yang sangat komprehensif, mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Mari kita perbanyak doa ini, terutama di bulan Ramadhan yang mulia,” ajaknya.


Penutup: Optimis bahwa Doa Akan Dikabulkan

Menutup kuliah Subuh, Prof. Dr. Aip Syarifudin mengajak jamaah untuk selalu optimis bahwa doa akan dikabulkan oleh Allah.

“Jangan pernah putus asa dalam berdoa. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Boleh jadi doa kita dikabulkan segera, boleh jadi ditunda, atau diganti dengan yang lebih baik. Yang terpenting, kita terus berdoa dengan penuh keyakinan dan kesabaran,” pesannya.

Beliau juga mengingatkan bahwa doa adalah bukti keimanan dan ketergantungan kita kepada Allah. Semakin banyak kita berdoa, semakin dekat kita dengan-Nya.

Ketua PCM Kesambi, H. Digyono , dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah yang begitu antusias mengikuti kuliah Subuh. Beliau berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin meningkatkan kualitas keimanan warga Muhammadiyah di wilayah Kesambi.

Kuliah Subuh ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Prof. Dr. Aip Syarifudin, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menerima amal ibadah kita, mengabulkan doa-doa kita, dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan ke Yandi Heryandi Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Kuliah Subuh di Masjid Al Ikhlas: Dr. Aip Syarifudin Paparkan Kriteria Doa Terbaik Menurut Allah”

  1. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Terima kasih pak Prof Aip pencerahan nya semoga doa doa kita diijabah di bulan yg penuh maghfiroh, aamiin.

  2. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ