PURWOKERTO, 1 Pebruari 2026. Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Kejaksan didampingi PDA Kota Cirebon melaksanakan kegiatan silaturahim dan studi tiru terkait pengelolaan masjid ke Masjid 17 Purwokerto. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu–Ahad, 31 Januari hingga 1 Pebruari 2026.
Rombongan diterima oleh Manajer Masjid 17/Takmir dan Ketua Majelis Taklim Bina Nisa Masjid 17 (BNM), Mubingah Bening, dan pengurus lain. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahim sekaligus pembelajaran bersama terkait pengelolaan masjid yang profesional, berkemajuan, dan berdampak bagi umat.

Masjid 17 adalah milik Muhammadiyah (PDM Banyumas), merupakan masjid percontohan di Indonesia. Dibangun di atas tanah Muhammadiyah, satu kompleks dengan kantor sekretariat PDM Banyumas, SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, dan TK ‘Aisyiyah.

Keunggulan Masjid 17 adalah:
– Dikelola oleh angkatan muda dengan SK PDM Banyumas, sehingga selalu terjadi regenerasi
– Keuangan masjid semua oleh Lazismu, dengan masjid membuat Kantor Layanan Lazismu (KLL).

Menurut Yusuf (mahasiswa UM Purwokerto yang bertugas sebagai marbot masjid), untuk menarik minat anak-anak muda agar senang berada di masjid yang kemudian berkegiatan ibadah dan mengikuti kegiatan kajian, masjid 17 membuka “Cafe Kemakmuran” setiap malam Ahad setelah Isya.
Selain itu juga ada acara nonton bersama dan sesekali pagelaran kesenian atau musik. Ternyata ini banyak menarik minat anak-anak untuk datang ke masjid mulai dari magrib, sehingga tentu saja karena berada di masjid mereka mengikuti sholat magrib dan isya berjamaah.
Semuanya fasilitas ini gratis, tetapi memang disediakan kotak infaq untuk mereka yang ingin berinfaq. Yusuf juga menjelaskan bahwa inovasi itu datagnya dari anak-anak muda. Sehingga menempatkan anak muda sebagai pengurus masjid adalah dengan harapan selalu akan muncul inovasi-inovasi dalam keberlanjutkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah melainkan juga untuk pengembangan peradaban.

Karlan sebagai Manajer Masjid 17 menjelaskan terkait keuangan, yang semua dipegang oleh Lazismu (termasuk hasil kotak infaq).
Masjid ini juga dimakmurkan oleh kegiatan ibu-ibu BNM yang berkegiatan rutin di hari tertentu berupa berbagai kajian yang pematerinya dari Muhammadiyah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan PRA Kejaksan Kota Cirebon dan peserta silaturahim dan studi tiru lainnya memperoleh penguatan dan inspirasi dalam mengembangkan masjid sebagai pusat pembinaan umat dan pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan visi Islam Berkemajuan yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah.


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini