CIREBON, 26 Desember 2025 — Masjid Santun Muhammadiyah Pilang kembali menggelar Salat Jumat yang diikuti dengan khotbah mendalam oleh Ustadz Dr. H. Muhlis, M.Pd.I. Beliau tampil sebagai imam sekaligus khatib dengan mengangkat tema pentingnya menyambut bulan Rajab sebagai bulan penuh keutamaan.
Khotbah dibuka dengan seruan ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali Imran: 102)

Ustadz Muhlis mengajak jamaah untuk bersyukur atas nikmat iman, Islam, dan waktu yang terus Allah berikan. Beliau menyampaikan bahwa bulan Rajab, yang merupakan bulan ketujuh dalam kalender hijriyah, termasuk al-ashhur al-hurum (bulan-bulan suci), yang dimuliakan Allah sebagaimana dalam Al Qur’an:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا … مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ … فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah ialah dua belas bulan… Di antaranya ada empat bulan haram… Maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan-bulan itu…” (QS. At-Taubah: 36)

Beliau menjelaskan tiga keutamaan bulan Rajab:
- Dimuliakan Allah sebagai bulan haram, yang mengharuskan umat Islam menjaga diri dari kezaliman dan meningkatkan amal saleh.
- Waktu untuk menanam kebaikan, disiram di bulan Sya’ban dan dipanen pada bulan Ramadan. Barang siapa menanam kebaikan, ia akan menuai keberkahan.
- Bulan terjadinya peristiwa Isra Mi’raj, mukjizat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam yang merupakan tonggak kewajiban salat lima waktu.
Sebagaimana firman Allah:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى
“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa…” (QS. Al-Isra’: 1)
Selain itu, Ustadz Muhlis mengingatkan bahwa iman dan amal saleh adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, ibarat dua sisi mata uang. Mereka yang beriman dan beramal saleh disebut Allah sebagai Khoirul Bariyah — sebaik-baiknya makhluk, bahkan lebih mulia daripada malaikat.
Di akhir khotbah, beliau juga mendoakan saudara-saudara yang sedang tertimpa bencana di berbagai daerah agar diberikan ketabahan dan kekuatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Semoga pengajian dan salat Jumat ini menjadi motivasi untuk meningkatkan ketakwaan serta kepedulian sosial umat Islam, khususnya dalam menyambut bulan-bulan mulia yang penuh keberkahan.


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini