CIREBON, Peringatan Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Cirebon berlangsung meriah dan penuh makna. Melalui rangkaian kegiatan yang digelar sejak September hingga resepsi puncak pada 30 November 2025, semarak Milad tahun ini menjadi momentum memperkuat peran Muhammadiyah dalam dakwah, kemasyarakatan, dan kebudayaan.
Dalam wawancara bersama Penyiar RRI Piana Alwansyah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, menjelaskan bahwa Milad Muhammadiyah tahun ini mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa.”
“Resepsi Milad tingkat pusat telah digelar di Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB). Namun wilayah dan daerah turut menyelenggarakan rangkaian kegiatan masing-masing sebagai bentuk semarak dan syukur. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid telah berdiri sejak 18 November 1912 dan terus berperan sebagai organisasi kader—kader persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa,” ungkapnya.

RKetua Pelaksana Milad Muhammadiyah Kota Cirebon, Budi Sy. Sanawi, SE memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Pra Milad telah dimulai sejak September.
Adapun agenda lengkapnya sebagai berikut:
A. 27 September 2025 – Workshop Jurnalisme Netizen
B. 11–12 Oktober 2025 – Jambore Daerah di Bumi Perkemahan Talaga Pancar Kabupaten Majalengka
C. 13 Oktober 2025 – Safari Literasi Aisyiyah bersama Duta Baca Indonesia, Mas Gola Gong
D. 22 November 2025 – Saresehan Budaya menghadirkan budayawan Tionghoa Jeremia Huang Wijaya, Akbarudin Sucipto, dan penulis sejarah Cirebon Wawan Hernawan
E. 29 November 2025 – Kirab Napak Tilas dari Bahagia menuju Pilang dan berbagai perlombaan
F. 30 November 2025 – Resepsi Milad ke-113 dihadiri Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto

Saresehan Budaya menjadi salah satu kegiatan yang menyedot perhatian masyarakat. Direktur Eksekutif Lembaga Basa Cirebon sekaligus budayawan dan seniman Cirebon, Akbarudin Sucipto, mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam dakwah dan pendidikan di wilayah Cirebon.
“Muhammadiyah tidak dapat dipungkiri telah berkontribusi besar dalam pengembangan pendidikan dan dakwah di Cirebon. Sebagai organisasi modern, Muhammadiyah diharapkan dapat terus mengembangkan dakwah dengan pendekatan budaya. Nilai-nilai yang diajarkan Kiai Ahmad Dahlan selayaknya tetap berpijak pada akar budaya, bukan meninggalkannya,” tuturnya.
Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah di Kota Cirebon mencerminkan kekuatan kolaborasi umat, budaya, dan pendidikan. Dengan mengangkat semangat Memajukan Kesejahteraan Bangsa, Muhammadiyah diharapkan terus menjadi pilar kemajuan dan pencerahan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial–kebangsaan.

Kegiatan Milad di Kota Cirebon tidak hanya menjadi selebrasi sejarah panjang organisasi besar ini. Lebih jauh, ia menjadi refleksi akan tanggung jawab generasi muda Muhammadiyah hari ini untuk menjaga warisan dakwah, ilmu, dan budaya demi terciptanya masyarakat yang berkemajuan. ✨


Tulis Komentar pada kolom di bawah ini