CIREBON, 1 Agustus 2026 – Suasana kekeluargaan yang hangat sekaligus penuh semangat tampak menyelimuti ruang lobi hotel Grand Lumina Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Sabtu sore. Di balik meja bundar yang menjadi simbol keterbukaan, terjalin komunikasi intensif antara jajaran Pimpinan Daerah (Pimda) 222 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Cirebon dengan Rektor UMC. Pertemuan ini menjadi momentum penting, tidak hanya untuk membahas keberangkatan kontingen Tapak Suci, tetapi juga untuk merajut masa depan pendidikan karakter dan keahlian di lingkungan Muhammadiyah.

Audiensi yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Pimda 222 Tapak Suci Kabupaten Cirebon, Andriyan Sarnubi, S.T., P.Ma., bersama jajaran pengurus. Mereka disambut hangat oleh Rektor UMC, Arif Nurudin, S.T., M.T. Dalam pertemuan yang terasa cair namun penuh substansi itu, pembicaraan tidak hanya berputar pada agenda teknis keikutsertaan dalam Muktamar, tetapi juga merambah pada upaya penguatan sinergi akademik dan bela diri di kampus.

Andriyan Sarnubi menyampaikan bahwa perkembangan kegiatan Tapak Suci di lingkungan UMC merupakan salah satu fokus utama. “Kami ingin memastikan bahwa bela diri ini bukan hanya tentang gerakan fisik, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kemampuan akademis yang terintegrasi,” ujarnya. Diskusi tersebut kemudian mengarah pada wacana pengembangan kurikulum berbasis beladiri, seperti ilmu keolahragaan, fisioterapi, rehabilitasi mental, hingga pendidikan seni budaya yang diajarkan di Prodi PGSD. Salah satu konsep unggulan yang disinggung adalah program “Santri Mahasiswa,” yang di dalamnya terdapat pelatihan bela diri Tapak Suci sebagai bekal pembentukan kepribadian tangguh.

Di sisi lain, Rektor UMC, Arif Nurudin, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menegaskan bahwa kampus siap menjadi rumah bagi pengembangan potensi ganda, yaitu intelektualitas dan keterampilan fisik. “UMC berkomitmen untuk mendukung penuh kegiatan Tapak Suci, baik sebagai ekstrakurikuler maupun sebagai bagian dari pengembangan keilmuan. Ini adalah investasi untuk melahirkan generasi unggul,” tegasnya.

Puncak dari audiensi tersebut adalah pembahasan persiapan keberangkatan kontingen Pimda 222 menuju Muktamar ke-16 Tapak Suci yang akan digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang pada 6-9 Agustus 2026. UMC menunjukkan keseriusan dukungannya dengan menyiapkan armada terbaik untuk para penggembira dan peserta. Rombongan yang terdiri dari para Kepala Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Cirebon, kader Tapak Suci, serta tim pendukung, direncanakan akan bertolak dari titik kumpul di Kampus 1 UMC, Jalan Tuparev No. 70, Kabupaten Cirebon.
Semangat kebersamaan semakin terasa saat pertemuan diakhiri dengan penyerahan undangan resmi Muktamar dari Panitia Pusat kepada jajaran Pimda 222. Sebagai simbol kebanggaan dan identitas tim, panitia juga menyerahkan kemeja resmi Tim Muktamar Jawa Barat. Dengan dukungan moril dan materil dari UMC, Pimda 222 optimis dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kesuksesan Muktamar sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari kesatuan wilayah Tapak Suci Jawa Barat.
Peliput : Tim Media Tapak Suci Putra Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan