Assalaamu 'alaikum,...

Apa yang bisa kami bantu?

Khutbah Jum’at di Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon: Renungan Dzikrul Maut dan Kesiapan Menghadapi Takdir Ilahi

·

Editor:

|

⏱

3 menit

|

📋

Dibaca: 13 x

MASJID Santun Muhammadiyah Kota Cirebon menggelar Salat Jum’at dengan khidmat pada Jum’at (9/10/2026). Bertindak selaku Imam dan Khatib, Ustadz apt. Didin Ahidin, S.Si., M.Farm. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan tema sentral mengenai Dzikrul Maut (mengingat kematian) yang sangat relevan dengan berbagai peristiwa musibah dan bencana yang tengah melanda tanah air.

Dalam pembukaannya, Khatib mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali berbagai musibah yang terjadi, baik di darat, laut, maupun udara, yang telah menelan banyak korban jiwa. Ia secara spesifik menyoroti tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo di perairan Laut Jawa yang membawa 243 penumpang dan kru. Berdasarkan laporan media, korban meninggal dunia mencapai 82 orang, sementara 53 orang lainnya masih dalam pencarian.

“Musibah tersebut hendaknya menjadi bahan renungan bagi kita semua. Apa hikmah yang bisa diambil? Hikmahnya adalah kita tidak akan pernah tahu kapan, di mana, dan dalam kondisi apa kita akan meninggal,” ujar Ustadz Didin di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan bahwa kematian dapat menjemput seseorang di rumah, di tempat kerja, di jalan raya, bahkan di dalam kendaraan seperti yang dialami para penumpang KM Virgo. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun manusia yang mampu menolak, menghindari, atau bersembunyi dari kematian ketika ajalnya telah tiba.

Dalil Al-Qur’an dan Hadits

Dalam khutbahnya, Khatib mengutip beberapa firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai dasar penguatan. Pertama, firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 185:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ
“Kullu nafsin dzā’iqatul-maut.”
Artinya: “Setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Kemudian, ia juga membacakan Surah Al-A’raf ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
“Wa likulli ummatin ajal, fa idzā jā’a ajaluhum lā yasta’khirūna sā’atan wa lā yastaqdimūn.”
Artinya: “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al-A’raf: 34)

Selanjutnya, Khatib mengingatkan bahwa kematian tidak memandang usia. Bayi yang baru lahir, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia, semuanya memiliki ajalnya masing-masing. Hal ini ditegaskan dalam Surah An-Nisa ayat 78:

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ
“Ainamā takūnū yudrikkumul-mautu walau kuntum fī burūjin musyayyadah.”
Artinya: “Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An-Nisa: 78)

Pesan Utama: Khusnul Khatimah

Mengakhiri khutbahnya, Ustadz Didin mengajak seluruh jamaah untuk tidak sekadar mengetahui bahwa kematian pasti datang, tetapi juga harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Persiapan tersebut diwujudkan dengan berikhtiar agar ketika kematian menjemput, kita berada dalam kondisi taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dalam keadaan bertakwa, serta menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Ia lantas menutup dengan mengutip Surah Ali ‘Imran ayat 102 sebagai doa dan pesan penutup:

وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.”
Artinya: “Dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali ‘Imran: 102)

“Semoga kita semua dimatikan oleh Allah dalam keadaan berserah diri kepada-Nya, dalam keadaan tunduk dan taat kepada-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin,” pungkasnya.

Salat Jum’at di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon berjalan tertib dan lancar. Para jamaah tampak khusyuk mendengarkan pesan-pesan spiritual yang disampaikan, menjadikan momen Jum’at ini sebagai sarana introspeksi diri akan hakikat kehidupan yang sementara.

Peliput: Dakum, S.Pd., dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One response to “Khutbah Jum’at di Masjid Santun Muhammadiyah Cirebon: Renungan Dzikrul Maut dan Kesiapan Menghadapi Takdir Ilahi”

  1. Avatar Moch Sidik Sadali
    Moch Sidik Sadali

    Semoga paparan khotbah Jum’at 09 Oktober 2026 M yang dilaksanakan di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon yang bertemakan,
    _*RENUNGAN DZIKRUL MAUT dan KESIAPAN MENGHADAPI TAKDIR ILLAAHI*_ yang disampaikan oleh _Ustadz apt. Didin Ahidin S.Si, M.Farm_ selaku khatib sekaligus imam, bisa diterima oleh jamaah, bisa diambil hikmahnya dan berfaedah serta bisa dijadikan sebagai pengingat dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari sebelum ajal menjemput dan sebagai bahan renungan menghadapi sakit, bencana, musibah, dsb selama hidup di dunia.