Prabowo Sebut Muhammadiyah Empat Kali dalam Pidato di Muktamar NU ke-35

·

Avatar Arofah Firdaus

|

2 menit

|

📋

Dibaca: 101 x

JOMBANG, muhammadiyahciko – Presiden Prabowo Subianto menyebut nama Muhammadiyah sebanyak empat kali dalam pidato pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Keempat penyebutan itu disampaikan dalam berbagai konteks, mulai dari penghormatan kepada pimpinan Muhammadiyah, pengakuan terhadap posisi strategis organisasi tersebut sebagai aset bangsa, hingga apresiasi atas dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo.

Penghormatan kepada Haedar Nashir
Penyebutan pertama terjadi ketika Prabowo memberikan salam hormat kepada sejumlah tokoh yang hadir, termasuk Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.
“Yang saya hormati Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir,” ujar Prabowo di hadapan ribuan peserta muktamar.

NU dan Muhammadiyah Sejajar sebagai Aset Bangsa
Kedua, nama Muhammadiyah kembali disebut ketika Presiden membahas besarnya kontribusi NU bagi Indonesia. Ia menempatkan kedua organisasi itu dalam posisi setara sebagai pilar keagamaan yang memiliki peran besar dalam kehidupan berbangsa.
“NU aset bangsa yang sangat-sangat besar, sama dengan Muhammadiyah,” tegasnya, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.

Dukungan bagi Pemerintahan
Ketiga, Prabowo menekankan pentingnya dukungan dari dua organisasi Islam terbesar tersebut bagi jalannya pemerintahan dan stabilitas nasional. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bergerak sendiri tanpa kekuatan masyarakat sipil.
“Tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah,” katanya, mengisyaratkan peran sentral kedua ormas dalam menjaga harmoni kebangsaan.

Apresiasi di Hampir Dua Tahun Pemerintahan
Keempat, di akhir pidatonya, Presiden menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan NU dan Muhammadiyah selama hampir dua tahun masa kepemimpinannya.
“Saya hampir dua tahun jadi Presiden Indonesia. Saya terima kasih dukungan NU dan dukungan Muhammadiyah,” ucapnya.

Pesan Kebangsaan di Forum Internal NU
Meskipun Muktamar ke-35 merupakan agenda internal NU, Prabowo berulang kali menekankan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah harus membangun hubungan erat dengan organisasi keagamaan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas.
“Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umara, harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama. Dan juga Muhammadiyah,” pesannya.

Dengan menyebut Muhammadiyah empat kali di hadapan para muktamirin, Prabowo menyampaikan pesan bahwa agenda kebangsaan tidak dapat dilepaskan dari peran dua ormas Islam besar tersebut. Bagi pemerintah, NU dan Muhammadiyah bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan kekuatan sosial yang ikut menentukan arah kehidupan bangsa. (*)


Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 responses to “Prabowo Sebut Muhammadiyah Empat Kali dalam Pidato di Muktamar NU ke-35”

  1. Avatar Moch sidik Sadali
    Moch sidik Sadali

    Semoga Muhammadiyah terus berkibar dan tetap berkiprah demi agama, nusa dan bangsa. Aamiin YRA…

    1. Avatar Arofah Firdaus
      Arofah Firdaus

      Aamiin. Terimakasih atas komentarnya Bah…luar biasa. Tetap semangat.