Simpang Lima Semarang, 8 Agustus 2026
Oleh: Must Boeh
Pagi ini terasa istimewa. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sejak dini hari sudah mulai dipenuhi oleh lautan merah dari para penggembira Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Dari berbagai Pimda se-Jawa Tengah, kurang lebih 10.000 siswa dan kader hadir dengan semangat yang sama: menyambut momen besar penuh kebanggaan.
Sejak Sabtu dini hari, rombongan terus berdatangan. Ada yang menempuh perjalanan jauh, ada yang datang berombongan dengan penuh canda, tapi semua membawa satu rasa—cinta pada Tapak Suci.
Kegiatan pagi dibuka dengan Senam Sang Surya. Ribuan peserta bergerak bersama, serempak, penuh energi. Suasana jadi hidup, hangat, dan terasa begitu guyub. Bukan sekadar senam, tapi juga simbol kebersamaan dan semangat sehat yang menyatu.
Acara kemudian berlanjut dengan momen khidmat: pemberian dan pelantikan Pendekar Kehormatan kepada tokoh-tokoh penting, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Ini menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam mendukung nilai-nilai Tapak Suci.
Tak kalah membanggakan, penganugerahan anggota kehormatan diberikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta Ibu Walikota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. Momen ini terasa hangat sekaligus bermakna—sebuah simbol kuatnya sinergi antara Tapak Suci dengan berbagai elemen bangsa.
Puncaknya, Muktamar XVI resmi dibuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir. Dengan penuh keteduhan dan ketegasan, beliau mengajak seluruh kader untuk terus menjaga nilai-nilai luhur, sekaligus siap melangkah menuju masa depan yang lebih modern, mandiri, dan mendunia.
Menjelang akhir acara, suasana kembali memuncak dengan penampilan seni bela diri Tapak Suci yang memukau. Bukan hanya dari dalam negeri, tapi juga dari berbagai negara seperti Nigeria, Aljazair, dan Timor Leste. Ditambah lagi penampilan dari siswa dan kader Pimwil 06 TSPM Jawa Tengah yang tak kalah membanggakan. Gerakan yang ditampilkan bukan sekadar teknik, tapi juga seni, jiwa, dan identitas Tapak Suci yang mendunia.
Pagi ini bukan sekadar seremoni pembukaan. Ini adalah energi besar yang menyatukan ribuan hati. Dari Simpang Lima Semarang, Tapak Suci kembali menegaskan jati dirinya—kuat dalam tradisi, hangat dalam persaudaraan, dan siap melangkah ke panggung dunia.
Selamat bermuktamar. Terus menyala, tetap bersahaja.


Tinggalkan Balasan