Khutbah Jum’at: Pentingnya Meningkatkan, Taqwa, dan Rasa Syukur

CIREBON – Jumat, 24 Oktober 2025 — Bertempat di masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon, Ustadz Sunarya, S.Pd.I., M.M. bertindak sebagai khatib dan imam dalam pelaksanaan salat Jumat. Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagai bekal utama dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.

Khutbah diawali dengan mengingatkan pentingnya menjaga ketakwaan hingga akhir hayat, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ali Imran: 102:

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Ustadz Sunarya menegaskan bahwa pribadi yang bertakwa akan selalu dekat kepada Allah, mencari ridha-Nya, serta senantiasa memohon perlindungan hanya kepada-Nya. Beliau mengutip doa Rasulullah SAW yang menunjukkan pentingnya berlindung dari tiga hal berbahaya:

“Allahumma inni a‘ūdzu bika min ‘ilmin lā yanfa‘, wa min qalbin lā yakhsha‘, wa min nafsin lā tashba‘…”
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, dan jiwa yang tidak pernah merasa puas.) – HR. Muslim

Tiga Poin Penting dalam Khutbah:

1. Ilmu yang Bermanfaat
Ilmu yang berguna adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan. Ketika seorang guru, orang tua, atau siapa pun menyampaikan ilmu yang baik kepada orang lain, maka pahalanya akan terus mengalir sebagai amal jariyah.

2. Hati yang Khusyuk
Hati yang taat akan membuat seseorang lebih dekat dengan Allah. Hati yang tidak khusyuk atau lalai akan menjauhkan manusia dari hidayah-Nya. Hati yang khusyuk adalah hati yang senantiasa tunduk dan takut kepada Allah.

3. Jiwa yang Tidak Pernah Puas
Jiwa yang serakah dan tidak bersyukur akan membawa pada keluh kesah dan jauh dari keberkahan. Padahal, Allah telah berjanji dalam QS. Ibrahim: 7 :

“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Penutup
Khutbah ditutup dengan doa agar Allah menjauhkan kita dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang lalai, dan jiwa yang tidak tahu bersyukur. Jamaah diingatkan untuk menjaga ketakwaan dalam setiap aspek kehidupan, serta terus bersyukur atas nikmat yang telah Allah limpahkan.

Semoga khutbah ini menjadi pengingat agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dalam keadaan iman dan takwa yang terus meningkat. (01-AF)

Komentar (Tanggapan)

Tulis Komentar pada kolom di bawah ini

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.
Ruas (kotak) yang wajib diisi ditandai *