Kultum Ramadhan Masjid Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC): Menggali Keistimewaan Bulan Suci

CIREBON, 24 Februari 2025 – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) pada Selasa, 24 Februari 2025. Jamaah yang terdiri dari civitas akademika tampak antusias mengikuti kajian singkat bada dhuhur atau yang dikenal dengan Kultum Ramadhan.

Kegiatan yang rutin digelar selama bulan suci ini pada hari ketiga Ramadhan menghadirkan penceramah muda, Panji Nupus, yang merupakan perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMAJEN) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMC. Dalam tausiyahnya, Panji mengupas tuntas tema “Keistimewaan Ramadhan” yang menjadi sumber motivasi bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Mengawali kajiannya, Panji menyampaikan bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti karena dipenuhi dengan limpahan rahmat dan maghfirah. Ia kemudian memaparkan tujuh poin utama keistimewaan Ramadhan yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Keistimewaan pertama dan utama adalah Ramadhan sebagai bulan diturunkannya kitab suci umat Islam, Al-Qur’an. Panji membacakan firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ

“Syahru ramaḍānallażī unzila fīhil-qur’ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān(i).”

Artinya: “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).”

“Karena itu,” ujar Panji, “sudah sepatutnya kita semakin intens membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an di bulan yang mulia ini.”

2. Bulan Pengampunan Dosa
Panji menjelaskan bahwa Ramadhan adalah momentum emas untuk bertaubat dan meraih ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Man shāma ramaḍāna īmānan waḥtisāban, ghufira lahū mā taqaddama min dzanbih.”

Artinya: “Barang siapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

3. Pintu Surga Dibuka, Setan Dibelenggu
Keistimewaan ketiga ini, kata Panji, menjadi motivasi agar umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan karena godaan setan diminimalisir. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ

“Idzā jā’a ramaḍānu futtiḥat abwābul-jannati wa ghulliqat abwābun-nāri wa shuffidatisy-syayāthīnu.”

Artinya: “Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

4. Pahala yang Dilipatgandakan Tanpa Batas
Menyoal pahala ibadah di bulan Ramadhan, Panji mengutip hadits qudsi yang menunjukkan keistimewaan puasa yang pahalanya langsung diatur oleh Allah tanpa batasan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Kullu ‘amalibni ādama yudhā’af, al-ḥasanatu bi’asyri amtsālihā ilā sab’imi’ati dhi’fin. Qālallāhu ‘azza wa jalla illāṣ-ṣauma fa innahū lī wa ana ajzī bih.”

Artinya: “Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan dibalas dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: ‘Kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya’.” (H.R. Muslim).

5. Lailatul Qadar, Malam Kemuliaan
Panji mengingatkan jamaah untuk tidak melewatkan sepuluh malam terakhir Ramadhan guna meraih Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Q.S. Al-Qadr ayat 1-3:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

“Innā anzalnāhu fī lailatil-qadr(i). Wa mā adrāka mā lailatul-qadr(i). Lailatul-qadri khairum min alfi syahr(in).”

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

6. Puasa sebagai Perisai
Menutup diri dari perbuatan sia-sia dan maksiat, jelas Panji, adalah fungsi utama puasa. Ia mengutip hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ

“Aṣ-ṣiyāmu junnatun, fa iżā kāna aḥadukum ṣā’iman falā yarfuts wa lā yajhal.”

Artinya: “Puasa itu adalah perisai. Maka jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa, janganlah berkata kotor dan janganlah bertindak bodoh.” (H.R. Bukhari).

7. Bulan Puncak Kedermawanan
Terakhir, Panji mencontohkan akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam yang sangat dermawan di bulan Ramadhan. “Kedermawanan Rasulullah melebihi angin yang berhembus,” ujarnya merujuk pada hadits riwayat Ibnu Abbas:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ

“Kāna rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wasallama ajwadan-nāsi, wa kāna ajwadu mā yakūnu fī ramaḍāna.”

Artinya: “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.” (H.R. Bukhari).

Kultum yang disampaikan dengan lugas dan penuh semangat oleh Panji Nupus mendapat sambutan hangat dari para jamaah. Kegiatan ditutup dengan doa. Kehadiran para mahasiswa dan dosen dalam kajian ini menunjukkan tingginya semangat mencari ilmu di bulan penuh berkah di lingkungan UMC. (Surono)

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *