Memperbanyak Amalan Sunnah di Awal Bulan Zulhijah: Cara Mendapatkan Kecintaan Allah

CIREBON, 22 Mei 2026 – Umat muslim kembali diingatkan untuk menyambut bulan Zulhijah dengan memperbanyak amalan sunnah. Bulan yang mulia ini menjadi momentum istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala melalui berbagai ibadah sunnah, seperti puasa, perbanyak zikir, dan sedekah.

Tema tersebut menjadi inti khutbah Jumat yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag. selaku imam sekaligus khatib dalam pelaksanaan salat Jumat berjemaah di Masjid Ad Dien, Kampus Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon (UMADA). Pelaksanaan salat berlangsung dengan khusyuk dan dihadiri oleh puluhan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Dalam khutbahnya, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi mengajak seluruh jemaah untuk memanfaatkan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah dengan memperbanyak amalan sunnah. Beliau menegaskan bahwa amalan sunnah, jika dilakukan secara istikamah, akan mengantarkan seorang hamba pada derajat kecintaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

Arab:
إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

Latin:
Innallāha yuḥibbul-muttaqīn

Artinya:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.”
(QS. At-Taubah [9]: 4)

Lebih lanjut, khatib menjelaskan bahwa kecintaan Allah tidak hanya diperoleh melalui ibadah wajib, tetapi juga melalui ibadah sunnah yang dikerjakan secara konsisten. Beliau kemudian membacakan hadis qudsi yang menjadi landasan utama tema khutbah tersebut:

Arab Hadis:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (إِنَّ اللهَ تَعَالَى قَالَ: مَنْ عَادَى لِي وَلِيَّاً فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ. وَمَا تَقَرَّبَ إِلِيَّ عَبْدِيْ بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلِيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ. وَلَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِيْ بِهَا. وَلَئِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِيْ لَأُعِيْذَنَّهُ) رَوَاهُ البُخَارِيُّ

Latin Hadis:
‘An Abī Hurairah raḍiyallāhu ‘anhu qāla: qāla Rasūlullāhi ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam: “Innallāha ta‘ālā qāla: Man ‘ādā lī waliyyan fa qad āżantuhu bil-ḥarb. Wa mā taqarraba ilayya ‘abdī bi syai’in aḥabba ilayya mimmā iftaraḍtuhu ‘alaihi. Wa lā yazālu ‘abdī yataqarabbu ilayya bin-nawāfili ḥattā uḥibbahu, fa iżā aḥbabtuhu kuntu sam‘ahul-ladhī yasma‘u bihī, wa baṣarahul-ladhī yubṣiru bihī, wa yadahul-latī yabṭisyu bihā, wa rijlahul-latī yamsyī bihā. Wa la’in sa’alanī la-u‘ṭiyannahu, wa la’in ista‘āżanī la-u‘īżannahu.” Rawāhul-Bukhārī

Artinya:
“Dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah Ta‘ālā berfirman: Barang siapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku nyatakan perang kepadanya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah (nawāfil) sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk melangkah. Sungguh, jika ia meminta kepada-Ku, pasti Aku memberinya; dan jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, pasti Aku melindunginya.’” (HR. Al-Bukhari, no. 6502)

Menutup khutbahnya, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi mengajak seluruh jemaah untuk mengisi awal bulan Zulhijah dengan amalan-amalan sunnah, seperti puasa, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, serta meningkatkan sedekah dan silaturahmi. Beliau berharap semoga umat Islam termasuk dalam golongan yang dicintai Allah dan dilipatgandakan pahalanya di hari-hari yang penuh berkah ini.

Pelaksanaan salat Jumat berjalan dengan tertib dan lancar. Usai salat, jemaah menyempatkan diri untuk bersalaman dan berdoa bersama, memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk terus istikamah dalam menjalankan sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

Redaksi
Fahyudin, Masjid Ad Dien, Kampus UMADA

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KOMENTAR TERBARU