Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Terima Kunjungan Silaturahim Kyai Cepu, Bahas Penguatan Seni dan Budaya

CIREBON – Suasana kekeluargaan menyelimuti pertemuan antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon dengan Kyai Cepu, Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah, baru-baru ini. Kedatangan kiai yang juga dikenal sebagai intelektual dan budayawan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua PDM Kota Cirebon, Budi Sy, serta Sekretaris Lembaga Seni Budaya (LSB) PDM Kota Cirebon, Wawan Hernawan.

Pertemuan yang berlangsung hangat ini tidak sekadar ajang silaturahim biasa, melainkan juga menjadi ruang diskusi mendalam mengenai pengembangan seni dan budaya di wilayah Cirebon. Kyai Cepu menyampaikan apresiasinya terhadap semangat PDM Kota Cirebon dalam memajukan kesenian yang berbasis nilai-nilai Islam kemajuan.

“Kota Cirebon memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang sangat kuat. Sangat penting bagi kita untuk merawatnya sekaligus mengisinya dengan semangat dakwah yang mencerahkan,” ujar Kyai Cepu dalam diskusi tersebut.

Wakil Ketua PDM Kota Cirebon, Budi Sy, menyambut baik diskusi ini dan berharap ke depan lahir program-program kolaboratif yang menggabungkan syiar Islam dengan ekspresi seni budaya lokal. “Kami di PDM sangat terbuka terhadap gagasan-gagasan segar, terutama bagaimana menjadikan seni sebagai medium dakwah yang tidak kehilangan akar tradisi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris LSB PDM Kota Cirebon, Wawan Hernawan, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru, terutama mengenai pendekatan filosofis dalam berkarya. “Diskusi tadi membuka cakrawala kami bahwa seni dalam perspektif Muhammadiyah adalah ibadah dan peradaban,” ungkapnya.

Profil Singkat Kyai Cepu

Kyai Cepu merupakan akademisi dan praktisi seni budaya dengan latar belakang keilmuan yang luas. Ia meraih gelar Doktor (S-3) dalam bidang Filsafat Agama dari Belgorad State University, Rusia.

Jabatan di Lingkungan Muhammadiyah:

  • Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Rusia (2012–2020)
  • Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah (2022–2027)
  • Anggota Mufassir Kitab Tafsir At-Tanwir, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah (2024–sekarang)
  • Anggota Mubaligh Muhammadiyah, Majelis Tabligh PP Muhammadiyah (2022–2027)
  • Anggota Instruktur Nasional, Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah (2017–sekarang)
  • Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DKI Jakarta (2007–2010)

Jabatan Non-Muhammadiyah:

  • Anggota Lembaga Seni, Budaya & Peradaban Islam, Majelis Ulama Indonesia (2020–2027)
  • Ketua Komite Teater, Dewan Kesenian Tangerang Selatan (2020–sekarang)
  • Anggota Asosiasi Aqidah & Filsafat Islam (2023–2028)
  • Anggota Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) (2024–2029)

Pondok Pesantren:

  • Pimpinan/Pengasuh Pondok Pesantren At-Thoyyibin, Jombang-Ciputat (2014–2018)

Bidang Keilmuan:
Filsafat Islam, Filsafat Dakwah, Filsafat Agama, Filsafat Nusantara, Filsafat Timur, Filsafat Seni, Filsafat Sejarah, Filsafat Manusia, Filsafat Ilmu, Kemuhammadiyahan, Ushuluddin, Ilmu Al-Qur’an dan Hadis, Ushul Fikih, Ilmu Dakwah, Mantiq, Kalam, Tasawuf, Studi Agama-agama, Sejarah Peradaban Islam, serta Sastra Indonesia dan Tata Bahasa.

Keterampilan:
Mendongeng, mencipta dan membaca puisi, mencipta naskah drama, melatih teater, menulis ilmiah, memberikan training TMMD (Teknik Merekayasa Masa Depan), ceramah/khutbah, serta Master of Training (MoT) perkaderan.

Profesi:

  • Dosen Ushuluddin, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2016–sekarang)
  • Dosen, Institut Agama Buddha Nalanda Jakarta (2018–sekarang)
  • Dosen Kemuhammadiyahan, Universitas Sainteks Muhammadiyah Jakarta (2014–sekarang)

Pertemuan ditutup dengan suasana penuh keakraban dan komitmen bersama untuk terus menggeliatkan seni budaya yang Islami, moderat, dan berkemajuan di Kota Cirebon.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *