Menggali Makna QS. Al-Muthaffifin: 1–18, Kajian Tajwid dan Tafsir Reboan di Musholah Al-Anwar Syechmagelung

CIREBON – Suasana khidmat menyelimuti Musholah Al-Anwar, Syechmagelung, Kejaksan, pada Rabu sore (06/05/2026). Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Kejaksan Kota Cirebon menggelar kajian rutin Reboan yang menghadirkan Ustaz Otang Misbah, M.Si. Kajian yang berlangsung sejak waktu duhur hingga ashar ini membahas QS. Al-Muthaffifin (83) ayat 1–18 dengan pendekatan tajwid dan tafsir tematik.

Sejak ba’da duhur pukul 13.30, jamaah yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan remaja putri tampak antusias memenuhi musholah. Ustaz Otang Misbah membuka kajian dengan menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil sesuai kaidah ilmu tajwid.

QS. Al-Muthaffifin ayat 1–3:

وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِينَ (1) الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ (2) وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَّزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ (3)

Latin: Waylul lil-muthaffifīn (1), allażīna iżak-tālū ‘alan-nāsi yastaufūn (2), wa iżā kālūhum au wazanūhum yuksirūn (3)

Artinya: “Celakalah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

Ustaz Otang menjelaskan bahwa kata muthaffifīn berasal dari kata thafaf, artinya mengurangi takaran atau timbangan. Meskipun konteks historis ayat ini adalah praktik jual beli di Madinah, maknanya sangat luas hingga saat ini. “Setiap orang yang mengurangi hak orang lain, baik dalam bentuk materi, waktu, tenaga, maupun janji, termasuk dalam ancaman wayl – sebuah lembah di neraka,” jelasnya dengan tegas.

Kajian dilanjutkan dengan tafsir mendalam ayat 4 hingga 11 yang menggambarkan kebangkitan manusia pada hari yang dahsyat. Pada ayat 7–11 ditegaskan bahwa catatan orang yang curang (sijjin) akan menjadi saksi abadi.

QS. Al-Muthaffifin ayat 7–8:

كَلَّآ إِنَّ كِتَـٰبَ ٱلۡفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ۬ (7) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا سِجِّينٌ۬ (8)

Latin: Kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn (7), wa mā adrāka mā sijjīn (8)
Artinya: “Sekali-kali jangan curang! Sesungguhnya catatan orang-orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin. Dan tahukah kamu apakah Sijjin itu?” (QS. Al-Muthaffifin: 7-8)

Dalam sesi tanya jawab, seorang jamaah bertanya tentang bagaimana menjaga lisan dari kecurangan dalam berbicara. Ustaz Otang menjawab dengan mengutip hadis Rasulullah ﷺ:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Latin: Man kāna yu’minu billāhi wal-yaumil-ākhiri falyaqul khairan aw liyasmut.

Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini, lanjutnya, selaras dengan penutup kajian QS. Al-Muthaffifin ayat 13–18 yang mengisahkan sikap orang kafir yang mendustakan ayat-ayat Allah. Mereka yang terus-menerus curang dan mendustakan kebenaran akan terhalang dari rahmat-Nya.

Kajian ditutup dengan praktik membaca ayat 15–18 dengan makhraj dan sifat huruf yang benar. Ustaz Otang memandu jamaah melafalkan:

كَلَّآ إِنَّهُمۡ عَن رَّبِّهِمۡ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ لَّمَحۡجُوبُونَ (15)

Latin: Kallā innahum ‘ay rabbihim yauma’iżil lamahjūbūn
Artinya: “Sekali-kali jangan! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhan mereka.”

Ketua Panitia Kajian Reboan, Ibu Ida Rosyad, menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Otang Misbah dan seluruh jamaah. “Semoga kajian ini menjadi bekal kita untuk lebih jujur dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam takaran, timbangan, maupun janji dan ucapan,” tuturnya.

Kegiatan berakhir tepat setelah adzan ashar berkumandang. Semangat jamaah untuk terus belajar tajwid dan tafsir semakin tinggi, menjadikan Musholah Al-Anwar sebagai pusat literasi Al-Qur’an di lingkungan Kejaksan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan ke Fahyudin Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Menggali Makna QS. Al-Muthaffifin: 1–18, Kajian Tajwid dan Tafsir Reboan di Musholah Al-Anwar Syechmagelung”

  1. Avatar Fahyudin
    Fahyudin

    Penjelasan Ustaz Otang sangat komprehensif karena menggabungkan aspek tajwid dengan implementasi akhlak sehari-hari.
    Semoga kita semua terhindar dari sifat curang dan tidak terhalang dari rahmat Allah.”

  2. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Terima kasih pencerahannya pak Ustadz Otang jazakalloh khoyr.